Latest Posts

Kamis, 04 Agustus 2011

Istri Shalihah, Keutamaan dan Sifat-Sifatnya
Label: Spiritual

Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah
Apa yang sering diangankan oleh kebanyakan laki-laki tentang wanita yang bakal menjadi pendamping hidupnya?
Cantik, kaya, punya kedudukan, karir bagus, dan baik pada suami.
Inilah keinginan yang banyak muncul.
Sebuah keinginan yang lebih tepat disebut angan-angan, karena jarang ada wanita yang memiliki sifat demikian.
Kebanyakan laki-laki lebih memperhatikan penampilan dzahir, sementara unsur akhlak dari wanita tersebut kurang diperhatikan.
Padahal akhlak dari pasangan hidupnya itulah yang akan banyak berpengaruh terhadap kebahagiaan rumah tangganya.

Seorang muslim yang shalih, ketika membangun mahligai rumah tangga maka yang menjadi dambaan dan cita-citanya adalah
agar kehidupan rumah tangganya kelak berjalan dengan baik, dipenuhi mawaddah wa rahmah, sarat dengan kebahagiaan,
adanya saling ta‘awun (tolong menolong), saling memahami dan saling mengerti.
Dia juga mendamba memiliki istri yang pandai memposisikan diri untuk menjadi naungan ketenangan bagi suami dan tempat beristirahat dari ruwetnya kehidupan di luar.
Ia berharap dari rumah tangga itu kelak akan lahir anak turunannya yang shalih yang menjadi qurratu a‘yun (penyejuk mata) baginya.

Demikian harapan demi harapan dirajutnya sambil meminta kepada Ar-Rabbul A‘la (Allah Yang Maha Tinggi) agar dimudahkan segala urusannya.
Namun tentunya apa yang menjadi dambaan seorang muslim ini tidak akan terwujud dengan baik terkecuali bila wanita yang dipilihnya untuk menemani hidupnya adalah wanita shalihah.
Karena hanya wanita shalihah yang dapat menjadi teman hidup yang sebenarnya dalam suka maupun lara, yang akan membantu dan mendorong suaminya untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Hanya dalam diri wanita shalihah tertanam aqidah tauhid, akhlak yang mulia dan budi pekerti yang luhur.

Dia akan berupaya ta‘awun dengan suaminya untuk menjadikan rumah tangganya bangunan yang kuat lagi kokoh guna menyiapkan generasi Islam yang diridhai Ar-Rahman.
Sebaliknya, bila yang dipilih sebagai pendamping hidup adalah wanita yang tidak terdidik dalam agama1 dan tidak berpegang dengan agama,
maka dia akan menjadi duri dalam daging dan musuh dalam selimut bagi sang suami.
Akibatnya rumah tangga selalu sarat dengan keruwetan, keributan, dan perselisihan.
Istri seperti inilah yang sering dikeluhkan oleh para suami, sampai-sampai ada di antara mereka yang berkata:

Aku telah berbuat baik kepadanya dan memenuhi semua haknya namun ia selalu menyakitiku.

Duhai kiranya wanita itu tahu betapa besar hak suaminya, duhai kiranya dia tahu akibat yang akan diperoleh dengan menyakiti dan melukai hati suaminya….
Namun dari mana pengetahuan dan kesadaran itu akan didapatkan bila dia jauh dari pengajaran dan bimbingan agamanya yang haq? Wallahu Al-Musta‘an.
Keutamaan wanita shalihah
Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu:
Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya3, bila diperintah4 akan mentaatinya5, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)
Berkata Al-Qadhi ‘Iyyadh rahimahullah:
Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan kepada para sahabatnya bahwa tidak berdosa mereka mengumpulkan harta selama mereka menunaikan zakatnya, beliau memandang perlunya memberi kabar gembira kepada mereka dengan menganjurkan mereka kepada apa yang lebih baik dan lebih kekal yaitu istri yang shalihah yang cantik (lahir batinnya) karena ia akan selalu bersamamu menemanimu.
Bila engkau pandang menyenangkanmu, ia tunaikan kebutuhanmu bila engkau membutuhkannya.

Engkau dapat bermusyawarah dengannya dalam perkara yang dapat membantumu dan ia akan menjaga rahasiamu.
Engkau dapat meminta bantuannya dalam keperluan-keperluanmu, ia mentaati perintahmu dan bila engkau meninggalkannya ia akan menjaga hartamu dan memelihara/mengasuh anak-anakmu.” (‘Aunul Ma‘bud, 5/57)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pula bersabda:

Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/ lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban dalam Al-Mawarid hal. 302, dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ush Shahih, 3/57 dan Asy-Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 282)

Ketika Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 1856, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505)

Cukuplah kemuliaan dan keutamaan bagi wanita shalihah dengan anjuran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi lelaki yang ingin menikah untuk mengutamakannya dari yang selainnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya.
Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)
Empat hal tersebut merupakan faktor penyebab dipersuntingnya seorang wanita dan ini merupakan pengabaran berdasarkan kenyataan yang biasa terjadi di tengah manusia,
bukan suatu perintah untuk mengumpulkan perkara-perkara tersebut, demikian kata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah.
Namun dzahir hadits ini menunjukkan boleh menikahi wanita karena salah satu dari empat perkara tersebut, akan tetapi memilih wanita karena agamanya lebih utama. (Fathul Bari, 9/164)
Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata:
maknanya: yang sepatutnya bagi seorang yang beragama dan memiliki muruah (adab) untuk menjadikan agama sebagai petunjuk pandangannya dalam segala sesuatu terlebih lagi dalam suatu perkara yang akan tinggal lama bersamanya (istri).
Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mendapatkan seorang wanita yang memiliki agama di mana hal ini merupakan puncak keinginannya.” (Fathul Bari, 9/164)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:
Dalam hadits ini ada anjuran untuk berteman/ bersahabat dengan orang yang memiliki agama dalam segala sesuatu karena ia akan mengambil manfaat dari akhlak mereka (teman yang baik tersebut),
berkah mereka, baiknya jalan mereka, dan aman dari mendapatkan kerusakan mereka. (Syarah Shahih Muslim, 10/52)
Sifat-sifat Istri Shalihah
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (An-Nisa: 34)
Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan di antara sifat wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan kepada suaminya dalam perkara yang ma‘ruf6 lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya.
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa‘di rahimahullah berkata: Tugas seorang istri adalah menunaikan ketaatan kepada Rabbnya dan taat kepada suaminya,
karena itulah Allah berfirman: Wanita shalihah adalah yang taat, yakni taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.
Yakni taat kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada (sedang bepergian,), dia menjaga suaminya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya.(Taisir Al-Karimir Rahman, hal.177)

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi permasalahan dengan istri-istrinya sampai beliau bersumpah tidak akan mencampuri mereka selama sebulan,
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan kepada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Jika sampai Nabi menceraikan kalian,7 mudah-mudahan Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian, muslimat, mukminat, qanitat, taibat, ‘abidat, saihat dari kalangan janda ataupun gadis. (At-Tahrim: 5)

Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan beberapa sifat istri yang shalihah yaitu:

a. Muslimat: wanita-wanita yang ikhlas (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala), tunduk kepada perintah Allah ta‘ala dan perintah Rasul-Nya.

b. Mukminat: wanita-wanita yang membenarkan perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala

c. Qanitat: wanita-wanita yang taat

d. Taibat: wanita-wanita yang selalu bertaubat dari dosa-dosa mereka, selalu kembali kepada perintah (perkara yang ditetapkan) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam walaupun harus meninggalkan apa yang disenangi oleh hawa nafsu mereka.

e. ‘Abidat: wanita-wanita yang banyak melakukan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (dengan mentauhidkannya karena semua yang dimaksud dengan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an adalah tauhid, kata Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma).

f. Saihat: wanita-wanita yang berpuasa. (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/126-127, Tafsir Ibnu Katsir, 8/132)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:

Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad 1/191, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no. 660, 661)

Dari dalil-dalil yang telah disebutkan di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa sifat istri yang shalihah adalah sebagai berikut:

1. Mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mempersembahkan ibadah hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.

2. Tunduk kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, terus menerus dalam ketaatan kepada-Nya dengan banyak melakukan ibadah seperti shalat, puasa, bersedekah, dan selainnya.
Membenarkan segala perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

3. Menjauhi segala perkara yang dilarang dan menjauhi sifat-sifat yang rendah.

4. Selalu kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya sehingga lisannya senantiasa dipenuhi istighfar dan dzikir kepada-Nya. Sebaliknya ia jauh dari perkataan yang laghwi, tidak bermanfaat dan membawa dosa seperti dusta, ghibah, namimah, dan lainnya.

5. Menaati suami dalam perkara kebaikan bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan melaksanakan hak-hak suami sebaik-baiknya.

6. Menjaga dirinya ketika suami tidak berada di sisinya. Ia menjaga kehormatannya dari tangan yang hendak menyentuh, dari mata yang hendak melihat, atau dari telinga yang hendak mendengar. Demikian juga menjaga anak-anak, rumah, dan harta suaminya.

Sifat istri shalihah lainnya bisa kita rinci berikut ini berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan setelahnya:

1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya.
Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.(HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)

2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.

3. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk.
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya:
Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?
Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab.
Aku (Asma) pun menjawab: Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya. (HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Adabuz Zafaf (hal. 63) menyatakan ada syawahid (pendukung) yang menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan)

4. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

5. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta‘ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

6. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.
Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:
Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 289)

7. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar‘i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436)

“Apabila seorang istri bermalam dalam keadaan meninggalkan tempat tidur suaminya, niscaya para malaikat melaknatnya sampai ia kembali (ke suaminya).” (HR. Al-Bukhari no. 5194 dan Muslim no. 1436)
Demikian yang dapat kami sebutkan dari keutamaan dan sifat-sifat istri shalihah, mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi taufik kepada kita agar dapat menjadi wanita yang shalihah, amin.

1 Atau ia belajar agama namun tidak mengamalkannya
2 Tempat untuk bersenang-senang (Syarah Sunan An-Nasai oleh Al-Imam As-Sindi rahimahullah, 6/69)
3 Karena keindahan dan kecantikannya secara dzahir atau karena bagusnya akhlaknya secara batin atau karena dia senantiasa menyibukkan dirinya untuk taat dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (Ta‘liq Sunan Ibnu Majah, Muhammad Fuad Abdul Baqi, Kitabun Nikah, bab Afdhalun Nisa, 1/596, ‘Aunul Ma‘bud, 5/56)
4 Dengan perkara syar‘i atau perkara biasa (‘Aunul Ma‘bud, 5/56)
5 Mengerjakan apa yang diperintahkan dan melayaninya (‘Aunul Ma‘bud, 5/56)
6 Bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq.
7 Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui bahwasanya Nabi-Nya tidak akan menceraikan istri-istrinya (ummahatul mukminin), akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan kepada ummahatul mukminin tentang kekuasaan-Nya, bila sampai Nabi menceraikan mereka, Dia akan menggantikan untuk beliau istri-istri yang lebih baik daripada mereka dalam rangka menakuti-nakuti mereka.

Ini merupakan pengabaran tentang qudrah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ancaman untuk menakut-nakuti istri-istri Nabi ?,
bukan berarti ada orang yang lebih baik daripada shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/126) dan bukan berarti istri-istri beliau tidak baik bahkan mereka adalah sebaik-baik wanita.

Al-Qurthubi rahimahullah berkata: Permasalahan ini dibawa kepada pendapat yang mengatakan bahwa penggantian istri dalam ayat ini merupakan janji dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seandainya beliau menceraikan mereka di dunia Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menikahkan beliau di akhirat dengan wanita-wanita yang lebih baik daripada mereka.” (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/127)

catatan ku disela-sela hari ramadhan

Istri Shalihah, Keutamaan dan Sifat-Sifatnya
Label: Spiritual

Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah
Apa yang sering diangankan oleh kebanyakan laki-laki tentang wanita yang bakal menjadi pendamping hidupnya?
Cantik, kaya, punya kedudukan, karir bagus, dan baik pada suami.
Inilah keinginan yang banyak muncul.
Sebuah keinginan yang lebih tepat disebut angan-angan, karena jarang ada wanita yang memiliki sifat demikian.
Kebanyakan laki-laki lebih memperhatikan penampilan dzahir, sementara unsur akhlak dari wanita tersebut kurang diperhatikan.
Padahal akhlak dari pasangan hidupnya itulah yang akan banyak berpengaruh terhadap kebahagiaan rumah tangganya.

Seorang muslim yang shalih, ketika membangun mahligai rumah tangga maka yang menjadi dambaan dan cita-citanya adalah
agar kehidupan rumah tangganya kelak berjalan dengan baik, dipenuhi mawaddah wa rahmah, sarat dengan kebahagiaan,
adanya saling ta‘awun (tolong menolong), saling memahami dan saling mengerti.
Dia juga mendamba memiliki istri yang pandai memposisikan diri untuk menjadi naungan ketenangan bagi suami dan tempat beristirahat dari ruwetnya kehidupan di luar.
Ia berharap dari rumah tangga itu kelak akan lahir anak turunannya yang shalih yang menjadi qurratu a‘yun (penyejuk mata) baginya.

Demikian harapan demi harapan dirajutnya sambil meminta kepada Ar-Rabbul A‘la (Allah Yang Maha Tinggi) agar dimudahkan segala urusannya.
Namun tentunya apa yang menjadi dambaan seorang muslim ini tidak akan terwujud dengan baik terkecuali bila wanita yang dipilihnya untuk menemani hidupnya adalah wanita shalihah.
Karena hanya wanita shalihah yang dapat menjadi teman hidup yang sebenarnya dalam suka maupun lara, yang akan membantu dan mendorong suaminya untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Hanya dalam diri wanita shalihah tertanam aqidah tauhid, akhlak yang mulia dan budi pekerti yang luhur.

Dia akan berupaya ta‘awun dengan suaminya untuk menjadikan rumah tangganya bangunan yang kuat lagi kokoh guna menyiapkan generasi Islam yang diridhai Ar-Rahman.
Sebaliknya, bila yang dipilih sebagai pendamping hidup adalah wanita yang tidak terdidik dalam agama1 dan tidak berpegang dengan agama,
maka dia akan menjadi duri dalam daging dan musuh dalam selimut bagi sang suami.
Akibatnya rumah tangga selalu sarat dengan keruwetan, keributan, dan perselisihan.
Istri seperti inilah yang sering dikeluhkan oleh para suami, sampai-sampai ada di antara mereka yang berkata:

Aku telah berbuat baik kepadanya dan memenuhi semua haknya namun ia selalu menyakitiku.

Duhai kiranya wanita itu tahu betapa besar hak suaminya, duhai kiranya dia tahu akibat yang akan diperoleh dengan menyakiti dan melukai hati suaminya….
Namun dari mana pengetahuan dan kesadaran itu akan didapatkan bila dia jauh dari pengajaran dan bimbingan agamanya yang haq? Wallahu Al-Musta‘an.
Keutamaan wanita shalihah
Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu:
Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya3, bila diperintah4 akan mentaatinya5, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)
Berkata Al-Qadhi ‘Iyyadh rahimahullah:
Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan kepada para sahabatnya bahwa tidak berdosa mereka mengumpulkan harta selama mereka menunaikan zakatnya, beliau memandang perlunya memberi kabar gembira kepada mereka dengan menganjurkan mereka kepada apa yang lebih baik dan lebih kekal yaitu istri yang shalihah yang cantik (lahir batinnya) karena ia akan selalu bersamamu menemanimu.
Bila engkau pandang menyenangkanmu, ia tunaikan kebutuhanmu bila engkau membutuhkannya.

Engkau dapat bermusyawarah dengannya dalam perkara yang dapat membantumu dan ia akan menjaga rahasiamu.
Engkau dapat meminta bantuannya dalam keperluan-keperluanmu, ia mentaati perintahmu dan bila engkau meninggalkannya ia akan menjaga hartamu dan memelihara/mengasuh anak-anakmu.” (‘Aunul Ma‘bud, 5/57)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pula bersabda:

Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/ lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban dalam Al-Mawarid hal. 302, dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ush Shahih, 3/57 dan Asy-Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 282)

Ketika Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 1856, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505)

Cukuplah kemuliaan dan keutamaan bagi wanita shalihah dengan anjuran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi lelaki yang ingin menikah untuk mengutamakannya dari yang selainnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya.
Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)
Empat hal tersebut merupakan faktor penyebab dipersuntingnya seorang wanita dan ini merupakan pengabaran berdasarkan kenyataan yang biasa terjadi di tengah manusia,
bukan suatu perintah untuk mengumpulkan perkara-perkara tersebut, demikian kata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah.
Namun dzahir hadits ini menunjukkan boleh menikahi wanita karena salah satu dari empat perkara tersebut, akan tetapi memilih wanita karena agamanya lebih utama. (Fathul Bari, 9/164)
Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata:
maknanya: yang sepatutnya bagi seorang yang beragama dan memiliki muruah (adab) untuk menjadikan agama sebagai petunjuk pandangannya dalam segala sesuatu terlebih lagi dalam suatu perkara yang akan tinggal lama bersamanya (istri).
Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mendapatkan seorang wanita yang memiliki agama di mana hal ini merupakan puncak keinginannya.” (Fathul Bari, 9/164)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:
Dalam hadits ini ada anjuran untuk berteman/ bersahabat dengan orang yang memiliki agama dalam segala sesuatu karena ia akan mengambil manfaat dari akhlak mereka (teman yang baik tersebut),
berkah mereka, baiknya jalan mereka, dan aman dari mendapatkan kerusakan mereka. (Syarah Shahih Muslim, 10/52)
Sifat-sifat Istri Shalihah
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (An-Nisa: 34)
Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan di antara sifat wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan kepada suaminya dalam perkara yang ma‘ruf6 lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya.
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa‘di rahimahullah berkata: Tugas seorang istri adalah menunaikan ketaatan kepada Rabbnya dan taat kepada suaminya,
karena itulah Allah berfirman: Wanita shalihah adalah yang taat, yakni taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.
Yakni taat kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada (sedang bepergian,), dia menjaga suaminya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya.(Taisir Al-Karimir Rahman, hal.177)

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi permasalahan dengan istri-istrinya sampai beliau bersumpah tidak akan mencampuri mereka selama sebulan,
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan kepada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Jika sampai Nabi menceraikan kalian,7 mudah-mudahan Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian, muslimat, mukminat, qanitat, taibat, ‘abidat, saihat dari kalangan janda ataupun gadis. (At-Tahrim: 5)

Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan beberapa sifat istri yang shalihah yaitu:

a. Muslimat: wanita-wanita yang ikhlas (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala), tunduk kepada perintah Allah ta‘ala dan perintah Rasul-Nya.

b. Mukminat: wanita-wanita yang membenarkan perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala

c. Qanitat: wanita-wanita yang taat

d. Taibat: wanita-wanita yang selalu bertaubat dari dosa-dosa mereka, selalu kembali kepada perintah (perkara yang ditetapkan) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam walaupun harus meninggalkan apa yang disenangi oleh hawa nafsu mereka.

e. ‘Abidat: wanita-wanita yang banyak melakukan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (dengan mentauhidkannya karena semua yang dimaksud dengan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an adalah tauhid, kata Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma).

f. Saihat: wanita-wanita yang berpuasa. (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/126-127, Tafsir Ibnu Katsir, 8/132)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:

Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad 1/191, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no. 660, 661)

Dari dalil-dalil yang telah disebutkan di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa sifat istri yang shalihah adalah sebagai berikut:

1. Mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mempersembahkan ibadah hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.

2. Tunduk kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, terus menerus dalam ketaatan kepada-Nya dengan banyak melakukan ibadah seperti shalat, puasa, bersedekah, dan selainnya.
Membenarkan segala perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

3. Menjauhi segala perkara yang dilarang dan menjauhi sifat-sifat yang rendah.

4. Selalu kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya sehingga lisannya senantiasa dipenuhi istighfar dan dzikir kepada-Nya. Sebaliknya ia jauh dari perkataan yang laghwi, tidak bermanfaat dan membawa dosa seperti dusta, ghibah, namimah, dan lainnya.

5. Menaati suami dalam perkara kebaikan bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan melaksanakan hak-hak suami sebaik-baiknya.

6. Menjaga dirinya ketika suami tidak berada di sisinya. Ia menjaga kehormatannya dari tangan yang hendak menyentuh, dari mata yang hendak melihat, atau dari telinga yang hendak mendengar. Demikian juga menjaga anak-anak, rumah, dan harta suaminya.

Sifat istri shalihah lainnya bisa kita rinci berikut ini berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan setelahnya:

1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya.
Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.(HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)

2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.

3. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk.
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya:
Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?
Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab.
Aku (Asma) pun menjawab: Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya. (HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Adabuz Zafaf (hal. 63) menyatakan ada syawahid (pendukung) yang menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan)

4. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

5. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta‘ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

6. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.
Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:
Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 289)

7. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar‘i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436)

“Apabila seorang istri bermalam dalam keadaan meninggalkan tempat tidur suaminya, niscaya para malaikat melaknatnya sampai ia kembali (ke suaminya).” (HR. Al-Bukhari no. 5194 dan Muslim no. 1436)
Demikian yang dapat kami sebutkan dari keutamaan dan sifat-sifat istri shalihah, mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi taufik kepada kita agar dapat menjadi wanita yang shalihah, amin.

1 Atau ia belajar agama namun tidak mengamalkannya
2 Tempat untuk bersenang-senang (Syarah Sunan An-Nasai oleh Al-Imam As-Sindi rahimahullah, 6/69)
3 Karena keindahan dan kecantikannya secara dzahir atau karena bagusnya akhlaknya secara batin atau karena dia senantiasa menyibukkan dirinya untuk taat dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (Ta‘liq Sunan Ibnu Majah, Muhammad Fuad Abdul Baqi, Kitabun Nikah, bab Afdhalun Nisa, 1/596, ‘Aunul Ma‘bud, 5/56)
4 Dengan perkara syar‘i atau perkara biasa (‘Aunul Ma‘bud, 5/56)
5 Mengerjakan apa yang diperintahkan dan melayaninya (‘Aunul Ma‘bud, 5/56)
6 Bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq.
7 Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui bahwasanya Nabi-Nya tidak akan menceraikan istri-istrinya (ummahatul mukminin), akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan kepada ummahatul mukminin tentang kekuasaan-Nya, bila sampai Nabi menceraikan mereka, Dia akan menggantikan untuk beliau istri-istri yang lebih baik daripada mereka dalam rangka menakuti-nakuti mereka.

Ini merupakan pengabaran tentang qudrah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ancaman untuk menakut-nakuti istri-istri Nabi ?,
bukan berarti ada orang yang lebih baik daripada shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/126) dan bukan berarti istri-istri beliau tidak baik bahkan mereka adalah sebaik-baik wanita.

Al-Qurthubi rahimahullah berkata: Permasalahan ini dibawa kepada pendapat yang mengatakan bahwa penggantian istri dalam ayat ini merupakan janji dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seandainya beliau menceraikan mereka di dunia Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menikahkan beliau di akhirat dengan wanita-wanita yang lebih baik daripada mereka.” (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/127)

Minggu, 31 Juli 2011



Pertanyaan:
Apakah hukum orang yang membaca al-Qur’an sementara dia dalam kondisi tidak berwudhu, baik dibaca secara hafalan maupun dibaca dari mushaf?
Jawaban:
Seseorang boleh membaca al-Qur’an tanpa wudhu bila bacaan-nya secara hafalan sebab tidak ada yang mencegah Rasulullah –shollallaahu’alaihi wasallam- membaca al-Qur’an selain kondisi junub. Beliau pernah membaca al-Qur’an dalam kondisi berwudhu dan tidak berwudhu. Sedangkan terkait dengan Mushaf, maka tidak boleh bagi orang yang dalam kondisi berhadats untuk menyentuhnya, baik hadats kecil maupun hadats besar. Allah – subhanahu wata’ala- berfirman,
“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (Al-Wa-qi’ah: 79). Yakni orang-orang yang suci dari semua hadats, najis dan syirik. Di dalam hadits Nabi –shollallaahu’alaihi wasallam- yang dimuat di dalam surat beliau kepada pegawainya yang bernama Amru bin Hizam, beliau menyebutkan,
طَاهِرًا إِلاَّ الْقُرْآنَ يَمَسُّ لاَ
“Tidak boleh menyentuh al-Qur’an kecuali orang yang dalam kondisi suci.” (Muwaththa’ Imam Malik, kitab al-Qur’an, Hal. 199; Sunan ad-Darimi, kitab ath-Thalaq (2183)). Hal ini merupakan kesepakatan para Imam kaum Muslimin bahwa orang yang dalam kondisi berhadats kecil ataupun besar tidak boleh menyentuh Mushaf kecuali ditutup dengan pelapis, seperti mushaf tersebut berada di dalam kotak atau kantong, atau dia menyentuhnya dilapisi baju atau lengan baju.
Rujukan:
Kumpulan Fatwa-Fatwa Syaikh Shalih al-Fauzan, Dalam Kitab Tadabbur al-Qur’an, hal. 44.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, penerbit Darul Haq.

KAJIAN FIQIH ISLAM



Pertanyaan:
Apakah hukum orang yang membaca al-Qur’an sementara dia dalam kondisi tidak berwudhu, baik dibaca secara hafalan maupun dibaca dari mushaf?
Jawaban:
Seseorang boleh membaca al-Qur’an tanpa wudhu bila bacaan-nya secara hafalan sebab tidak ada yang mencegah Rasulullah –shollallaahu’alaihi wasallam- membaca al-Qur’an selain kondisi junub. Beliau pernah membaca al-Qur’an dalam kondisi berwudhu dan tidak berwudhu. Sedangkan terkait dengan Mushaf, maka tidak boleh bagi orang yang dalam kondisi berhadats untuk menyentuhnya, baik hadats kecil maupun hadats besar. Allah – subhanahu wata’ala- berfirman,
“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (Al-Wa-qi’ah: 79). Yakni orang-orang yang suci dari semua hadats, najis dan syirik. Di dalam hadits Nabi –shollallaahu’alaihi wasallam- yang dimuat di dalam surat beliau kepada pegawainya yang bernama Amru bin Hizam, beliau menyebutkan,
طَاهِرًا إِلاَّ الْقُرْآنَ يَمَسُّ لاَ
“Tidak boleh menyentuh al-Qur’an kecuali orang yang dalam kondisi suci.” (Muwaththa’ Imam Malik, kitab al-Qur’an, Hal. 199; Sunan ad-Darimi, kitab ath-Thalaq (2183)). Hal ini merupakan kesepakatan para Imam kaum Muslimin bahwa orang yang dalam kondisi berhadats kecil ataupun besar tidak boleh menyentuh Mushaf kecuali ditutup dengan pelapis, seperti mushaf tersebut berada di dalam kotak atau kantong, atau dia menyentuhnya dilapisi baju atau lengan baju.
Rujukan:
Kumpulan Fatwa-Fatwa Syaikh Shalih al-Fauzan, Dalam Kitab Tadabbur al-Qur’an, hal. 44.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, penerbit Darul Haq.

Jumat, 29 Juli 2011

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة و قنا عذاب النار

“Ya Allah berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan jauhkanlah kami dari azab neraka.” Kata hasanah memiliki arti banyak yang mencakup seluruh kebaikan termasuk pemberian materi dan maknawi. Dan dalam doa tadi, selain mengharapkan seluruh kebaikan, kita memohon kepada Allah agar seluruh pemberian-Nya menjadi mukaddimah perjalanan menuju kesempurnaan maknawi diri kita.

Kini saatnya kita membersihkan diri kita. Semoga kita tidak melewatkan kesempatan yang telah diberikan Allah kepada kita untuk meneguk lautan rahmat-Nya yang tak bertepi pada bulan Ramadhan ini. Marik kita sejukkan hati kita dengan hembusan rahmat ilahi pada bulan mulia ini.

Diriwayatkan dari Rasulullah saaw bahwa ketika seorang hamba melakukan shalat, sesungguhnya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tengah memperhatikan hambanya. Namun ketika hamba-Nya mengalihkan pandangannya kepada sesuatu selain-Nya, Allah swt berfirman, “Wahai hambaku Aku memperhatikanmu namun kau memikirkan selain-Ku? Apakah ada yang lebih bagimu selain-Ku? Alihkan perhatianmu kepada-Ku karena tak ada yang lebih baik bagimu selain-Ku.”


Berpuasa merupakan sebuah kenikmatan dan ibadah yang mendekatkan manusia dengan Sang Pencipta. Masalah terpenting dalam bulan Ramadhan adalah pemahaman benar tentang keutamaan dan kemuliaan bulan ini. Karena seorang mukmin yang mengetahui keutamaan bulan ini, sebenarnya ia tengah mempersiapkan dirinya untuk menerima siraman rahmat, nikmat, dan ampunan Allah swt. Artinya, luasnya pemahaman seseorang terhadap bulan Ramadhan akan mempengaruhi besarnya manfaat yang didapatkannya di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, seorang mukmin yang benar-benar memahami hal ini, akan selalu waspada untuk tak melewatkan sedetik pun pada bulan Ramadhan ini untuk melakukan hal yang sia-sia. Seperti yang disampaikan Rasulullah, jika seorang hamba mengetahui seluruh keutamaan bulan Ramadhan, maka ia akan berharap seluruh bulan dalam setahun adalah bulan Ramadhan.

Para psikolog berpendapat bahwa manusia era kini sesekali waktu memerlukan kesempatan untuk menyelami dirinya lebih dalam. Saat itulah, seseorang dapat terbebaskan dari rutinitas dan melihat kembali nilai-nilai dalam dirinya. Bukankah manusia adalah makhluk terbaik? Lalu apakan ia diciptakan hanya untuk menjalani kehidupan materi yang fana ini? Tentu tidak demikian. Pengalaman membuktikan bahwa sejauh apapun dunia ini sejalan dengan keinginan seseorang, maka ia takkan pernah merasakan kepuasan dalam hatinya. Karena ia masih akan terus berusaha mendapatkan lebih dari yang telah dimilikinya.

Salah satu tujuan puasa adalah melepaskan manusia dari jeratan kehidupan materi dan mengantarkannya pada hakikat. Berpuasa pada bulan Ramadhan mengajak manusia terbang mengarungi keindahan spiritual dan merasakan kenikmatan abadi. Ini merupakan fakta yang tak dapat dipungkiri, karena sesungguhnya manusia memiliki tuntutan spiritual di samping tuntutan materinya. Melupakan tuntutan spiritual akan mengakibatkan kerugian besar bagi manusia. Salah satu cara untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah dengan menunaikan shalat dan berpuasa. Shalat dan puasa adalah tahap persiapan bagi manusia untuk menggapai tujuan-tujuan mulia.

Puasa merupakan latihan agar manusia siap menempuh jalannya menuju penyempurnaan spiritual. Dalam berpuasa, seseorang harus berjuang melawan hawa nafsu dan keinginan yang justru akan menjerumuskannya ke jurang kesesatan. Berpuasa pada bulan Ramadhan merupakan kesempatan bagi manusia untuk mendekatkan diri dengan Allah swt dan menyirami jiwanya dengan rahmat-Nya. Saat itulah, seorang hamba tidak akan bersedia menukar kenikmatan ini dengan kenikmatan dunia apapun. Seperti yang telah dikatakan Rasulullah bahwa jika manusia mengetahui hakikat Ramadhan maka ia akan berharap seluruh bulan dalam setahun adalah bulan Ramadhan.

Kini kami akan mengutip sebuah cerita menarik untuk Anda. Pengalaman seorang gadis bernama Efleen asal Inggris. Efleen banyak menghabiskan masa kecilnya di Aljazair karena ayahnya bekerja di sana. Keberadaannya di Aljazair merupakan titik awal perubahan besar pada diri Efleen. Ia menceritakan kisahnya sebagai berikut, “Aku tak bisa melupakan masa-masa itu. Saat aku bermain dengan teman sebayaku yang beragama muslim dengan penuh keceriaan. Aku dapat melihat keakraban dan ketulusan dari mata mereka tanpa ada rasa canggung karena aku adalah keturunan asing. Tak jarang pula mereka mengajakku ke rumah mereka. Aku ingat mereka juga sering mengajakku pergi ke masjid. Bagiku masjid memiliki nuansa spiritual yang sangat khas. Terkadang masjid memberikan keheningan penuh makna. Ketika aku masuk masjid, aku merasa memasuki tempat kesucian.

“Meski usiaku masih kanak-kanak, namun aku dapat merasakan spiritualitas dalam masjid dan aku pun terpesona olehnya. Aku bahkan ingin duduk dalam masjid dan menyaksikan gerakan orang-orang yang sedang menunaikan shalat. Ketertiban dan keselarasan mereka dalam shalat sangat menarik bagiku. Aku juga menikmati ketika mereka duduk membuat lingkaran dan membaca AlQuran secara bergantian. Setelah aku dewasa, aku menyadari bahwa antara aku dan Islam ada ikatan yang tak dapat kujelaskan. Cahaya Islam yang aku saksikan pada masa kecilku menuntunku menuju dunia baru yang penuh keindahan. Namun pesona Islam tidak menghalangiku untuk menelaah lebih dalam tentang Islam. Kini aku menyadari bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang dapat memberikan penjelasan soal filsafat alam penciptaan dan bahwa Islam adalah agama yang mengantarkan manusia pada perdamaian dan ketentraman.

Hikmah Ramadhan (2)

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة و قنا عذاب النار

“Ya Allah berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan jauhkanlah kami dari azab neraka.” Kata hasanah memiliki arti banyak yang mencakup seluruh kebaikan termasuk pemberian materi dan maknawi. Dan dalam doa tadi, selain mengharapkan seluruh kebaikan, kita memohon kepada Allah agar seluruh pemberian-Nya menjadi mukaddimah perjalanan menuju kesempurnaan maknawi diri kita.

Kini saatnya kita membersihkan diri kita. Semoga kita tidak melewatkan kesempatan yang telah diberikan Allah kepada kita untuk meneguk lautan rahmat-Nya yang tak bertepi pada bulan Ramadhan ini. Marik kita sejukkan hati kita dengan hembusan rahmat ilahi pada bulan mulia ini.

Diriwayatkan dari Rasulullah saaw bahwa ketika seorang hamba melakukan shalat, sesungguhnya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tengah memperhatikan hambanya. Namun ketika hamba-Nya mengalihkan pandangannya kepada sesuatu selain-Nya, Allah swt berfirman, “Wahai hambaku Aku memperhatikanmu namun kau memikirkan selain-Ku? Apakah ada yang lebih bagimu selain-Ku? Alihkan perhatianmu kepada-Ku karena tak ada yang lebih baik bagimu selain-Ku.”


Berpuasa merupakan sebuah kenikmatan dan ibadah yang mendekatkan manusia dengan Sang Pencipta. Masalah terpenting dalam bulan Ramadhan adalah pemahaman benar tentang keutamaan dan kemuliaan bulan ini. Karena seorang mukmin yang mengetahui keutamaan bulan ini, sebenarnya ia tengah mempersiapkan dirinya untuk menerima siraman rahmat, nikmat, dan ampunan Allah swt. Artinya, luasnya pemahaman seseorang terhadap bulan Ramadhan akan mempengaruhi besarnya manfaat yang didapatkannya di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, seorang mukmin yang benar-benar memahami hal ini, akan selalu waspada untuk tak melewatkan sedetik pun pada bulan Ramadhan ini untuk melakukan hal yang sia-sia. Seperti yang disampaikan Rasulullah, jika seorang hamba mengetahui seluruh keutamaan bulan Ramadhan, maka ia akan berharap seluruh bulan dalam setahun adalah bulan Ramadhan.

Para psikolog berpendapat bahwa manusia era kini sesekali waktu memerlukan kesempatan untuk menyelami dirinya lebih dalam. Saat itulah, seseorang dapat terbebaskan dari rutinitas dan melihat kembali nilai-nilai dalam dirinya. Bukankah manusia adalah makhluk terbaik? Lalu apakan ia diciptakan hanya untuk menjalani kehidupan materi yang fana ini? Tentu tidak demikian. Pengalaman membuktikan bahwa sejauh apapun dunia ini sejalan dengan keinginan seseorang, maka ia takkan pernah merasakan kepuasan dalam hatinya. Karena ia masih akan terus berusaha mendapatkan lebih dari yang telah dimilikinya.

Salah satu tujuan puasa adalah melepaskan manusia dari jeratan kehidupan materi dan mengantarkannya pada hakikat. Berpuasa pada bulan Ramadhan mengajak manusia terbang mengarungi keindahan spiritual dan merasakan kenikmatan abadi. Ini merupakan fakta yang tak dapat dipungkiri, karena sesungguhnya manusia memiliki tuntutan spiritual di samping tuntutan materinya. Melupakan tuntutan spiritual akan mengakibatkan kerugian besar bagi manusia. Salah satu cara untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah dengan menunaikan shalat dan berpuasa. Shalat dan puasa adalah tahap persiapan bagi manusia untuk menggapai tujuan-tujuan mulia.

Puasa merupakan latihan agar manusia siap menempuh jalannya menuju penyempurnaan spiritual. Dalam berpuasa, seseorang harus berjuang melawan hawa nafsu dan keinginan yang justru akan menjerumuskannya ke jurang kesesatan. Berpuasa pada bulan Ramadhan merupakan kesempatan bagi manusia untuk mendekatkan diri dengan Allah swt dan menyirami jiwanya dengan rahmat-Nya. Saat itulah, seorang hamba tidak akan bersedia menukar kenikmatan ini dengan kenikmatan dunia apapun. Seperti yang telah dikatakan Rasulullah bahwa jika manusia mengetahui hakikat Ramadhan maka ia akan berharap seluruh bulan dalam setahun adalah bulan Ramadhan.

Kini kami akan mengutip sebuah cerita menarik untuk Anda. Pengalaman seorang gadis bernama Efleen asal Inggris. Efleen banyak menghabiskan masa kecilnya di Aljazair karena ayahnya bekerja di sana. Keberadaannya di Aljazair merupakan titik awal perubahan besar pada diri Efleen. Ia menceritakan kisahnya sebagai berikut, “Aku tak bisa melupakan masa-masa itu. Saat aku bermain dengan teman sebayaku yang beragama muslim dengan penuh keceriaan. Aku dapat melihat keakraban dan ketulusan dari mata mereka tanpa ada rasa canggung karena aku adalah keturunan asing. Tak jarang pula mereka mengajakku ke rumah mereka. Aku ingat mereka juga sering mengajakku pergi ke masjid. Bagiku masjid memiliki nuansa spiritual yang sangat khas. Terkadang masjid memberikan keheningan penuh makna. Ketika aku masuk masjid, aku merasa memasuki tempat kesucian.

“Meski usiaku masih kanak-kanak, namun aku dapat merasakan spiritualitas dalam masjid dan aku pun terpesona olehnya. Aku bahkan ingin duduk dalam masjid dan menyaksikan gerakan orang-orang yang sedang menunaikan shalat. Ketertiban dan keselarasan mereka dalam shalat sangat menarik bagiku. Aku juga menikmati ketika mereka duduk membuat lingkaran dan membaca AlQuran secara bergantian. Setelah aku dewasa, aku menyadari bahwa antara aku dan Islam ada ikatan yang tak dapat kujelaskan. Cahaya Islam yang aku saksikan pada masa kecilku menuntunku menuju dunia baru yang penuh keindahan. Namun pesona Islam tidak menghalangiku untuk menelaah lebih dalam tentang Islam. Kini aku menyadari bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang dapat memberikan penjelasan soal filsafat alam penciptaan dan bahwa Islam adalah agama yang mengantarkan manusia pada perdamaian dan ketentraman.

Hikmah Ramadhan (1)



Rasulullah pernah bersabda, “Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan yang meresap dalam hati manusia, setelah beberapa pagi menyambut hati para mukminin, bulan Ramadhan dengan keagungannya berlalu dan membawa mereka hingga satu tahun kemudian.”

Menurut para psikolog, kegelisahan normal dan tidak berlebihan, selain tidak berdampak buruk bahkan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab, keseriusan, kreativitas, dan keseimbangan mental. Sebaliknya jika kegelisahan tersebut terlalu berlebih-lebihan, akan mengakibatkan kegagalan dan keputusasaan. Beberapa abad pada masa lalu disebut sebagai abad kegelisahan. Pada abad ke 21 ini pun perhatian kepada nilai-nilai agama tergeser dengan persaingan ekstrim dan fenomena kecanggihan hidup modern. Hal itulah yang membuat kegelisahan umat manusia dalam menjalani hidup kian mengakar. Transformasi cepat sosial, peningkatan tuntutan hidup, serta terkikisnya nilai-nilai etika dan ideologi, termasuk di antara faktor yang kian meningkatkan kekhawatiran umat manusia.

Berbagai tes dan riset yang telah dilakukan menunjukkan bahwa seorang mukmin akan menghadapi tekanan mental dan kegelisahan lebih sedikit dalam hidupnya. Orang-orang yang memegang teguh agama memiliki perspektif lebih gamblang terhadap dunia, kehidupan, dan kematian. Mereka juga memiliki mental lebih kuat dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup. Selain itu, ibadah shalat, puasa, haji, dan lain-lainnya, berpengaruh sangat besar dalam menstabilkan mental masyarakat.

Seorang dokter muslim bernama Abu Malik dalam bukunya berjudul Puasa dalam Islam dan Fenomena Psikologis menyatakan, puasa mempercepat proses pemulihan mental. Hasil penelitian yang dilakukan Abu Malik menunjukkan bahwa tidur lebih cepat selama 3 hingga 5 jam untuk beberapa hari saja dapat mengurangi tekanan mental sesorang. Menurutnya, perubahan jadwal tidur dan bangun pagi untuk orang-orang yang berpuasa sangat efektif dalam mengantisipasi serangan mental. Dewasa ini, salah satu metode pemulihan mental dunia adalah dengan mengubah jadwal tidur pasien.

Riset membuktikan bahwa pengurangan masa tidur dapat memulihakan 30 hingga 50 persen depresi yang diderita seseorang. Oleh karena itu, penekanan bagi orang-orang yang berpuasa untuk bangun sebelum subuh tak lain bertujuan mengurangi waktu tidur mereka. Aktivitas tersebut jika dilakukan selama sebulan penuh, akan sangat berpengaruh dalam menjaga kestabilan mental seseorang.

Seorang pemuda Belanda bernama Jan Franko Van Bulbis yang baru saja memeluk agama Islam dan mengubah namanya menjadi Muhammad Syahid mengatakan, apa yang paling membuat saya sangat tertarik adalah bahwa dalam Islam Allah selalu ada dimana pun dan Ia tidak pernah melakukan kesalahan seperti yang yang dilakukan makhluk-Nya. Penjelasan Kristen tentang ketuhanan membuat saya tertarik untuk menelaah agama-agama lain. Kristen menyerupakan Tuhan seperti manusia dan saya tidak dapat menerima hal ini. Ketika saya berkenalan dengan Al Quran, saya menemukan dunia yang penuh keagungan. Saya memahami bahwa meski Al Quran tidak diturunkan dalam format ilmiah, namun didalamnya mengandung kajian ilmiah yang sangat luas. Bahkan ilmu pengetahun modern saat ini pun baru mengungkap sebagian kecil rahasia yang terkandung dalam Al Quran.

Sebagai contoh, 50 tahun lalu, Dr. Huble berpendapat bahwa alam semesta semakin membesar dan meluas karena pada awalnya alam semesta berbentuk gumpalan yang semakin lama seluruh galaksi dan bintang didalamnya semakin menjauh. Padahal Al Quran sudah menjelaskannya 1.400 tahun yang lalu melalui seorang nabi. Muslim Belanda itu lebih lanjut menjelaskan, dalam Al Quran, Allah berfirman, “Dan telah kami turunkan besi yang memiliki kekuatan dan manfaat bagi umat manusia. Dewasa ini, para ahli berpendapat bahwa besi dan berbagai jenis batu yang tersimpan di perut bumi adalah asteroid-asterroid yang jatuh ke bumi.

Muhammad Syahid menilai keistimewaan AlQuran adalah pembentukan dan pembersihan jiwa dan psikologi umat manusia. Diwajibkannya puasa merupakan bukti nyata penyempurnaan jiwa manusia. Bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran, bulan yang meningkatkan kesabaran manusia. Kesabaran yang disebutkan dalam Al Quran merupakan kriteria paling utama Rasulullah dalam menghadapi gangguan dari kaum musyrikin. Kesabaran inilah yang membuat kekuatan dan iman seseorang semakin meningkat.

Salah satu keindahan bulan Ramadhan adalah berkembangnya kebaikan dan keindahan kepribadian orang-orang yang menunaikan puasa. Bulan Ramadhan seakan mengakhiri perseteruan antara manusia dan kehidupan yang penuh dengan kebohongan dan ketidakpedulian. Ramadhan memberikan warna persahabatan dan kedamaian pada hati manusia. Pada bulan Ramadhan, setiap amal dilakukan hanya demi keridhoan Allah swt.

Kita akhiri pertemuan kita kali ini dengan mengutip munajat Khajeh Abdullah Ansari berikut ini:

“Ilahi, wahai pencipta yang Esa dan Maha pengampun, wahai yang mengetahui segala rahasia dan mendengar segala ucapan, wahai yang mengetahui segala hakikat dan pengasih makhluk, terimalah permohonan ampunan kami karena Kau Maha Kaya dan kami fakir, jangan Kau hancurkan kami atas segala cela yang kami miliki karena Kau Maha Kuat sementara kami sangat hina.”

HIKMAH RAMADHAN

Hikmah Ramadhan (1)



Rasulullah pernah bersabda, “Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan yang meresap dalam hati manusia, setelah beberapa pagi menyambut hati para mukminin, bulan Ramadhan dengan keagungannya berlalu dan membawa mereka hingga satu tahun kemudian.”

Menurut para psikolog, kegelisahan normal dan tidak berlebihan, selain tidak berdampak buruk bahkan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab, keseriusan, kreativitas, dan keseimbangan mental. Sebaliknya jika kegelisahan tersebut terlalu berlebih-lebihan, akan mengakibatkan kegagalan dan keputusasaan. Beberapa abad pada masa lalu disebut sebagai abad kegelisahan. Pada abad ke 21 ini pun perhatian kepada nilai-nilai agama tergeser dengan persaingan ekstrim dan fenomena kecanggihan hidup modern. Hal itulah yang membuat kegelisahan umat manusia dalam menjalani hidup kian mengakar. Transformasi cepat sosial, peningkatan tuntutan hidup, serta terkikisnya nilai-nilai etika dan ideologi, termasuk di antara faktor yang kian meningkatkan kekhawatiran umat manusia.

Berbagai tes dan riset yang telah dilakukan menunjukkan bahwa seorang mukmin akan menghadapi tekanan mental dan kegelisahan lebih sedikit dalam hidupnya. Orang-orang yang memegang teguh agama memiliki perspektif lebih gamblang terhadap dunia, kehidupan, dan kematian. Mereka juga memiliki mental lebih kuat dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup. Selain itu, ibadah shalat, puasa, haji, dan lain-lainnya, berpengaruh sangat besar dalam menstabilkan mental masyarakat.

Seorang dokter muslim bernama Abu Malik dalam bukunya berjudul Puasa dalam Islam dan Fenomena Psikologis menyatakan, puasa mempercepat proses pemulihan mental. Hasil penelitian yang dilakukan Abu Malik menunjukkan bahwa tidur lebih cepat selama 3 hingga 5 jam untuk beberapa hari saja dapat mengurangi tekanan mental sesorang. Menurutnya, perubahan jadwal tidur dan bangun pagi untuk orang-orang yang berpuasa sangat efektif dalam mengantisipasi serangan mental. Dewasa ini, salah satu metode pemulihan mental dunia adalah dengan mengubah jadwal tidur pasien.

Riset membuktikan bahwa pengurangan masa tidur dapat memulihakan 30 hingga 50 persen depresi yang diderita seseorang. Oleh karena itu, penekanan bagi orang-orang yang berpuasa untuk bangun sebelum subuh tak lain bertujuan mengurangi waktu tidur mereka. Aktivitas tersebut jika dilakukan selama sebulan penuh, akan sangat berpengaruh dalam menjaga kestabilan mental seseorang.

Seorang pemuda Belanda bernama Jan Franko Van Bulbis yang baru saja memeluk agama Islam dan mengubah namanya menjadi Muhammad Syahid mengatakan, apa yang paling membuat saya sangat tertarik adalah bahwa dalam Islam Allah selalu ada dimana pun dan Ia tidak pernah melakukan kesalahan seperti yang yang dilakukan makhluk-Nya. Penjelasan Kristen tentang ketuhanan membuat saya tertarik untuk menelaah agama-agama lain. Kristen menyerupakan Tuhan seperti manusia dan saya tidak dapat menerima hal ini. Ketika saya berkenalan dengan Al Quran, saya menemukan dunia yang penuh keagungan. Saya memahami bahwa meski Al Quran tidak diturunkan dalam format ilmiah, namun didalamnya mengandung kajian ilmiah yang sangat luas. Bahkan ilmu pengetahun modern saat ini pun baru mengungkap sebagian kecil rahasia yang terkandung dalam Al Quran.

Sebagai contoh, 50 tahun lalu, Dr. Huble berpendapat bahwa alam semesta semakin membesar dan meluas karena pada awalnya alam semesta berbentuk gumpalan yang semakin lama seluruh galaksi dan bintang didalamnya semakin menjauh. Padahal Al Quran sudah menjelaskannya 1.400 tahun yang lalu melalui seorang nabi. Muslim Belanda itu lebih lanjut menjelaskan, dalam Al Quran, Allah berfirman, “Dan telah kami turunkan besi yang memiliki kekuatan dan manfaat bagi umat manusia. Dewasa ini, para ahli berpendapat bahwa besi dan berbagai jenis batu yang tersimpan di perut bumi adalah asteroid-asterroid yang jatuh ke bumi.

Muhammad Syahid menilai keistimewaan AlQuran adalah pembentukan dan pembersihan jiwa dan psikologi umat manusia. Diwajibkannya puasa merupakan bukti nyata penyempurnaan jiwa manusia. Bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran, bulan yang meningkatkan kesabaran manusia. Kesabaran yang disebutkan dalam Al Quran merupakan kriteria paling utama Rasulullah dalam menghadapi gangguan dari kaum musyrikin. Kesabaran inilah yang membuat kekuatan dan iman seseorang semakin meningkat.

Salah satu keindahan bulan Ramadhan adalah berkembangnya kebaikan dan keindahan kepribadian orang-orang yang menunaikan puasa. Bulan Ramadhan seakan mengakhiri perseteruan antara manusia dan kehidupan yang penuh dengan kebohongan dan ketidakpedulian. Ramadhan memberikan warna persahabatan dan kedamaian pada hati manusia. Pada bulan Ramadhan, setiap amal dilakukan hanya demi keridhoan Allah swt.

Kita akhiri pertemuan kita kali ini dengan mengutip munajat Khajeh Abdullah Ansari berikut ini:

“Ilahi, wahai pencipta yang Esa dan Maha pengampun, wahai yang mengetahui segala rahasia dan mendengar segala ucapan, wahai yang mengetahui segala hakikat dan pengasih makhluk, terimalah permohonan ampunan kami karena Kau Maha Kaya dan kami fakir, jangan Kau hancurkan kami atas segala cela yang kami miliki karena Kau Maha Kuat sementara kami sangat hina.”

Syekh Saduq meriwayatkan dengan sanad mu’tabar, dari Imam Ridla as dari bapa-bapa beliau, dari Imam Ali bin Abitalib as, berkata, “Suatu hari Rasul Allah saaw berkhutbah di hadapan kami. Beliau berkata, “Wahai umat manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian bulan Allah dengan berkah, rahmat dan maghfiroh. Bulan yang di sisi Allah merupakan bulan paling mulia. Hari-harinya, paling mulia, malam-malamnya paling mulia, dan saat-saatnya paling utama. Di bulan ini kalian diundang untuk menjadi tamu-tamu Allah, dan kalian diajak untuk menerima karunia Allah. Di bulan ini tarikan dan desahan nafas kalian adalah tasbih, tidur kalian ibadah, amal kalian diterima, dan doa kalian dikabulkan. Maka dari itu, mohonlah kepada Allah dengan niat yang jujur dan hati yang bersih, agar Allah memberikan taufiq kepada kalian untuk dapat melakukan puasa dan membaca Kitab-Nya. Sesungguhnya celakalah orang yang tidak memperoleh ampunan Allah di bulan yang mulia ini.

Dengan lapar dan dahaga kalian di bulan ini, ingatlah lapar dan dahaga hari kiamat. Bersedekahlah untuk kaum miskin kalian, dan muliakanlah orang-orang tua kalian dan kasihilah anak-anak kecil kalian. Bersilaturahmilah kalian dan jagalah lidah kalian, dan pejamkanlah mata kalian dari hal-hal yang tidak halal kalian memandangnya, dan hindarilah mendengar hal-hal yang tidak halal kalian mendengarnya. Berikanlah kasih sayang kepada anak-anak yatim orang lain, maka Allah akan melimpahkan kasih sayang-Nya kepada anak-anak yatim kalian. Bertaubatlah kepada-Nya dari dosa-dosa kalian, dan angkatlah tangan-tangan kalian kepada-Nya dengan doa di waktu-waktu salat kalian. Karena ia adalah sebaik-baik waktu, dimana Allah memandang kepada hamba-hamba-Nya di saaat itu dengan pandangan rahmat. Allah akan menjawab permohonan mereka yang memohon, dan memenuhi panggilan mereka yang memanggil.

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya diri kalian terikat oleh amal perbuatan kalian, maka bebaskan diri kalian dengan istighfar. Pundak-pundak kalian berat terbebani oleh dosa-dosa, maka ringankanlah ia dengan sujud yang lama. Ketahuilah bahwa Allah swt telah bersumpah dengan kemuliaan-Nya untuk tidak mengadzab orang yang salat dan yang sujud, dan tidak pula akan menakut-nakuti mereka dengan api neraka pada hari ketika semua orang berdiri di hadapan Tuhan seru sekalian alam.

Wahai umat manusia, barang siapa diantara kalian menolong seorang mukmin yang berpusa untuk berbuka di bulan ini maka Allah akan membebaskannya dari api neraka dan mengampuninya dari dosa-dosa masa lalunya……”

Sampai di sini, seseorang bertanya kepada Rasul Allah, “Wahai Rasul Allah saaw, tidak semua kami mampu untuk bersedekah seperti itu.”

Rasul Allah saaw menjawab, “Hindarilah api neraka, meskipun dengan separuh kurma. Hindarilah api neraka walau dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah swt akan memberikan pahala tersebut kepada orang yang bersedekah sekecil itu, jika tidak mampu bersedekah dengan yang lebih besar.

Wahai manusia, barang siapa diantara kalian yang baik akhlaknya di bulan ini maka ia akan mendapat kemudahan melewati shirat (jembatan di akherat) ketika banyak kaki yang tergelincir. Barang siapa di bulan ini memberikan keringanan kepada budak atau pembantunya, maka Allah akan meringankan perhitungan amalnya. Barang siapa menghentikan kejahatannya, maka Allah akan mencegah kemarahan-Nya terhadap orang itu di hari pertemuan. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, maka Allah akan memuliakannya di hari pertemuan. Barang siapa menjalin hubungan kekeluargaan di bulan ini, maka Allah akan menjalinnya dengan rahmat-Nya di hari pertemuan. Barang siapa memutus hubungan kekeluargaan di bulan ini, maka Allah akan memutusnya dari rahmat-Nya di hari pertemuan. Barang siapa melakukan salat sunnah di bulan ini, maka Allah akan menetapkan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa melaksanakan kewajiban di bulan ini, maka baginya pahala pelaksanaan 70 kewajiban di bulan-bulan selainnya. Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, maka Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya di hari ringannya timbangan amal baik. Barang siapa membaca satu Ayat Al-Quran di bulan ini, maka baginya pahala orang yang mengkhatamkan seluruh Al-Quran di bulan lain.

Wahai manusia, sesungguhnya pintu-pintu surga di bulan ini terbuka lebar, maka mohonlah kepada Allah untuk tidak menutupnya bagi kalian. Sedangkan pintu-pintu neraka tertutup rapat, maka mohonlah kepada Allah untuk tidak membukanya bagi kalian. Setan-setan pun terbelenggu, maka mintalah kepada Allah untuk tidak membiarkannya berkuasa atas kalian.”

Khutbah Rasul Tentang Fadhilah dan Keagungan Bulan Ramadlan

Syekh Saduq meriwayatkan dengan sanad mu’tabar, dari Imam Ridla as dari bapa-bapa beliau, dari Imam Ali bin Abitalib as, berkata, “Suatu hari Rasul Allah saaw berkhutbah di hadapan kami. Beliau berkata, “Wahai umat manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian bulan Allah dengan berkah, rahmat dan maghfiroh. Bulan yang di sisi Allah merupakan bulan paling mulia. Hari-harinya, paling mulia, malam-malamnya paling mulia, dan saat-saatnya paling utama. Di bulan ini kalian diundang untuk menjadi tamu-tamu Allah, dan kalian diajak untuk menerima karunia Allah. Di bulan ini tarikan dan desahan nafas kalian adalah tasbih, tidur kalian ibadah, amal kalian diterima, dan doa kalian dikabulkan. Maka dari itu, mohonlah kepada Allah dengan niat yang jujur dan hati yang bersih, agar Allah memberikan taufiq kepada kalian untuk dapat melakukan puasa dan membaca Kitab-Nya. Sesungguhnya celakalah orang yang tidak memperoleh ampunan Allah di bulan yang mulia ini.

Dengan lapar dan dahaga kalian di bulan ini, ingatlah lapar dan dahaga hari kiamat. Bersedekahlah untuk kaum miskin kalian, dan muliakanlah orang-orang tua kalian dan kasihilah anak-anak kecil kalian. Bersilaturahmilah kalian dan jagalah lidah kalian, dan pejamkanlah mata kalian dari hal-hal yang tidak halal kalian memandangnya, dan hindarilah mendengar hal-hal yang tidak halal kalian mendengarnya. Berikanlah kasih sayang kepada anak-anak yatim orang lain, maka Allah akan melimpahkan kasih sayang-Nya kepada anak-anak yatim kalian. Bertaubatlah kepada-Nya dari dosa-dosa kalian, dan angkatlah tangan-tangan kalian kepada-Nya dengan doa di waktu-waktu salat kalian. Karena ia adalah sebaik-baik waktu, dimana Allah memandang kepada hamba-hamba-Nya di saaat itu dengan pandangan rahmat. Allah akan menjawab permohonan mereka yang memohon, dan memenuhi panggilan mereka yang memanggil.

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya diri kalian terikat oleh amal perbuatan kalian, maka bebaskan diri kalian dengan istighfar. Pundak-pundak kalian berat terbebani oleh dosa-dosa, maka ringankanlah ia dengan sujud yang lama. Ketahuilah bahwa Allah swt telah bersumpah dengan kemuliaan-Nya untuk tidak mengadzab orang yang salat dan yang sujud, dan tidak pula akan menakut-nakuti mereka dengan api neraka pada hari ketika semua orang berdiri di hadapan Tuhan seru sekalian alam.

Wahai umat manusia, barang siapa diantara kalian menolong seorang mukmin yang berpusa untuk berbuka di bulan ini maka Allah akan membebaskannya dari api neraka dan mengampuninya dari dosa-dosa masa lalunya……”

Sampai di sini, seseorang bertanya kepada Rasul Allah, “Wahai Rasul Allah saaw, tidak semua kami mampu untuk bersedekah seperti itu.”

Rasul Allah saaw menjawab, “Hindarilah api neraka, meskipun dengan separuh kurma. Hindarilah api neraka walau dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah swt akan memberikan pahala tersebut kepada orang yang bersedekah sekecil itu, jika tidak mampu bersedekah dengan yang lebih besar.

Wahai manusia, barang siapa diantara kalian yang baik akhlaknya di bulan ini maka ia akan mendapat kemudahan melewati shirat (jembatan di akherat) ketika banyak kaki yang tergelincir. Barang siapa di bulan ini memberikan keringanan kepada budak atau pembantunya, maka Allah akan meringankan perhitungan amalnya. Barang siapa menghentikan kejahatannya, maka Allah akan mencegah kemarahan-Nya terhadap orang itu di hari pertemuan. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, maka Allah akan memuliakannya di hari pertemuan. Barang siapa menjalin hubungan kekeluargaan di bulan ini, maka Allah akan menjalinnya dengan rahmat-Nya di hari pertemuan. Barang siapa memutus hubungan kekeluargaan di bulan ini, maka Allah akan memutusnya dari rahmat-Nya di hari pertemuan. Barang siapa melakukan salat sunnah di bulan ini, maka Allah akan menetapkan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa melaksanakan kewajiban di bulan ini, maka baginya pahala pelaksanaan 70 kewajiban di bulan-bulan selainnya. Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, maka Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya di hari ringannya timbangan amal baik. Barang siapa membaca satu Ayat Al-Quran di bulan ini, maka baginya pahala orang yang mengkhatamkan seluruh Al-Quran di bulan lain.

Wahai manusia, sesungguhnya pintu-pintu surga di bulan ini terbuka lebar, maka mohonlah kepada Allah untuk tidak menutupnya bagi kalian. Sedangkan pintu-pintu neraka tertutup rapat, maka mohonlah kepada Allah untuk tidak membukanya bagi kalian. Setan-setan pun terbelenggu, maka mintalah kepada Allah untuk tidak membiarkannya berkuasa atas kalian.”

Kamis, 28 Juli 2011



Jumat, 08 Juli 2011

24 April 2011 Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ 24 April 2011 Slideshow ★ to Solo. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

24 April 2011 Slideshow

24 April 2011 Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ 24 April 2011 Slideshow ★ to Solo. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

24 April 2011 Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ 24 April 2011 Slideshow ★ to Solo. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

24 April 2011 Slideshow

24 April 2011 Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ 24 April 2011 Slideshow ★ to Solo. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

24 April 2011 Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ 24 April 2011 Slideshow ★ to Solo. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

24 April 2011 Slideshow

24 April 2011 Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ 24 April 2011 Slideshow ★ to Solo. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

Perjuanganku Untukmu Anaku Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ Perjuanganku Untukmu Anaku Slideshow ★ to Kotamadya Salatiga (near Salatiga). Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

Perjuanganku Untukmu Anaku Slideshow

Perjuanganku Untukmu Anaku Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ Perjuanganku Untukmu Anaku Slideshow ★ to Kotamadya Salatiga (near Salatiga). Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

Selasa, 05 Juli 2011


MADDINKU TERCINTA

MADDIN DI LIHAT DARI MASJID 'IBADURROHMAN
ALMAMATER MADDIN SALAFIYAH KARANGPAKEL

MADDIN DI LANTAI II

MADDINKU TERCINTA BUTUH KEPEDULIAN ANDA


MADDINKU TERCINTA

MADDIN DI LIHAT DARI MASJID 'IBADURROHMAN
ALMAMATER MADDIN SALAFIYAH KARANGPAKEL

MADDIN DI LANTAI II

Kepada Yth:
Bapak/ibu/Saudar
Hadirilah Pengajian dalam rangka Wisuda dan Akhirussanah Madrasah Dininyah Salafiyah Assyafi,iyyah Karangpakel,sumberagung,Klego Boyolali.
Acara akan diselenggarakan besok sabtu malam ahad 9 juli 2011.
bertempat di Halaman Gedung Madrasah Diniyah salafiyah assyafi'iyyah karangpakel
Acara: Prosesi Wisuda dan pengajian Umum
Atas kehadiran saudara/ri semua di hatrukan banyak terimakasih



WISUDA 6 MADDIN SALAFIYAH KARANGPAKEL

Kepada Yth:
Bapak/ibu/Saudar
Hadirilah Pengajian dalam rangka Wisuda dan Akhirussanah Madrasah Dininyah Salafiyah Assyafi,iyyah Karangpakel,sumberagung,Klego Boyolali.
Acara akan diselenggarakan besok sabtu malam ahad 9 juli 2011.
bertempat di Halaman Gedung Madrasah Diniyah salafiyah assyafi'iyyah karangpakel
Acara: Prosesi Wisuda dan pengajian Umum
Atas kehadiran saudara/ri semua di hatrukan banyak terimakasih



Sabtu, 25 Juni 2011

TRADISI TAHUNAN BERSIH DUSUN

Minggu, 19 Juni 2011

Pertemuan Rutin IAPT boyolali Utara

Pada hari ahad tanggal 19 juni 2011, telah dibuka pertemuan Alumni Pondok Tremas pacitan boyolali Utara periode ke 2 yang bertempat di rumah Bapak,Nursalim,S.Pd,I.
Adapun acara kegiatan Rutin tersebut yaitu, Pembacaan Alquran masing-masing anggota membaca 1 juz,Bahtsul Masail dan Arisan,dengan semangat baru drencanakan dalam periode ke 2 tahun ini IAPT bisa lebih maju dan dapat berjalan lancar.Pada periode ke 1 tahun lalu dilaksankan pada malam hari namun untuk tahun ini dilaksanakan pada siang hari,



IKATAN ALUMNI PONDOK TREMAS PACITAN (IAPT)

Pertemuan Rutin IAPT boyolali Utara

Pada hari ahad tanggal 19 juni 2011, telah dibuka pertemuan Alumni Pondok Tremas pacitan boyolali Utara periode ke 2 yang bertempat di rumah Bapak,Nursalim,S.Pd,I.
Adapun acara kegiatan Rutin tersebut yaitu, Pembacaan Alquran masing-masing anggota membaca 1 juz,Bahtsul Masail dan Arisan,dengan semangat baru drencanakan dalam periode ke 2 tahun ini IAPT bisa lebih maju dan dapat berjalan lancar.Pada periode ke 1 tahun lalu dilaksankan pada malam hari namun untuk tahun ini dilaksanakan pada siang hari,



Jumat, 03 Juni 2011

Kiai Said: Amalkan Pancasila dengan Semangat Islam

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan rasa syukurnya, hari ini, 1 Juni 2011 rakyat Indonesia masih dapat memperingati hari lahir Pancasila, meskipun belakangan ini banyak tantangan yang dihadapi Pancasila sebagai ideologi negara yang terbukti berhasil mempersatukan seluruh bangsa Indonesia yang memiliki keragaman luar biasa.

NU, sejak lama telah menjadi pendukung Pancasila dan akan terus berusaha mempertahankan empat pilar negara Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam. “Mari kita amalkan Pancasila dengan semangat Islam,” katanya, Rabu.

Ditegaskannya, para pendiri bangsa telah sepakat Indonesia bukan negara agama dan bukan pula negara sekuler, tetapi negara kebangsaan yang berketuhanan. Rakyat Indonesia mampu menyatukan antara keimanan, yang merupakan urusan pribadi, dengan kebangsaan yang menjadi komitmen bersama. Kemampuan meramu sintesa seperti ini menjadikan sebuah keunikan yang dikagumi oleh bangsa-bangsa lain.

“Bangsa Indonesia mampu menyatukan antara kerakyatan dan kebangsaan dengan keimanan dan keislaman,” terangnya.

Mengutip pernyataan Gus Dur, Kang Said menyatakan bahwa muslim Indonesia merupakan muslim yang taat beribadah tetapi sekaligus seorang yang sangat nasionalis.

“Orang NU taat beribadah, tidak berzina, tidak minum khamr (arak) benar-benar lillahi taala, hanya karena Allah, bukan karena negara Islam atau pada polisi. Kita bangsa yang religius, tetapi disaat yang sama sangat cinta tanah air,” paparnya.

Kiai Said menggambarkan pengamalan Pancasila dalam sebuah ayat Qur’an Innalladhina amanuu (sesungguhnya orang-orang yang beriman) sebagai silah pertama dan waamilushoolihaati (dan beramal sholeh), merupakan perwujudkan dari empat sila selanjutnya yang semuanya harus diamalkan atas prinsip keimanan dan ketuhanan yang maha esa.

OPINI ISLAM

Kiai Said: Amalkan Pancasila dengan Semangat Islam

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan rasa syukurnya, hari ini, 1 Juni 2011 rakyat Indonesia masih dapat memperingati hari lahir Pancasila, meskipun belakangan ini banyak tantangan yang dihadapi Pancasila sebagai ideologi negara yang terbukti berhasil mempersatukan seluruh bangsa Indonesia yang memiliki keragaman luar biasa.

NU, sejak lama telah menjadi pendukung Pancasila dan akan terus berusaha mempertahankan empat pilar negara Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam. “Mari kita amalkan Pancasila dengan semangat Islam,” katanya, Rabu.

Ditegaskannya, para pendiri bangsa telah sepakat Indonesia bukan negara agama dan bukan pula negara sekuler, tetapi negara kebangsaan yang berketuhanan. Rakyat Indonesia mampu menyatukan antara keimanan, yang merupakan urusan pribadi, dengan kebangsaan yang menjadi komitmen bersama. Kemampuan meramu sintesa seperti ini menjadikan sebuah keunikan yang dikagumi oleh bangsa-bangsa lain.

“Bangsa Indonesia mampu menyatukan antara kerakyatan dan kebangsaan dengan keimanan dan keislaman,” terangnya.

Mengutip pernyataan Gus Dur, Kang Said menyatakan bahwa muslim Indonesia merupakan muslim yang taat beribadah tetapi sekaligus seorang yang sangat nasionalis.

“Orang NU taat beribadah, tidak berzina, tidak minum khamr (arak) benar-benar lillahi taala, hanya karena Allah, bukan karena negara Islam atau pada polisi. Kita bangsa yang religius, tetapi disaat yang sama sangat cinta tanah air,” paparnya.

Kiai Said menggambarkan pengamalan Pancasila dalam sebuah ayat Qur’an Innalladhina amanuu (sesungguhnya orang-orang yang beriman) sebagai silah pertama dan waamilushoolihaati (dan beramal sholeh), merupakan perwujudkan dari empat sila selanjutnya yang semuanya harus diamalkan atas prinsip keimanan dan ketuhanan yang maha esa.

Rabu, 25 Mei 2011


SUASANA NGECOR MASJID NU KEC.KLEGO





Kebersamaan akan meringkan sebuah pekerjaan sebarat apapun. Inilah yang terlihat para Masyarakat Warga NU Kecamatan Klego gotong royong mengecor Bangunan Masjid NU kecamatan Klego yang berlokasi di wilayah Pulosari desa Banyuurip,sabtu 21 Mei 2011, Mudah-mudahan berdirinya Masjid NU di kecamatan Klego akan menambah siar NU di kecamatan tersebut sekaligus masjid itu nanti akan berfungsi sebagai sentral dakwah NU dan sebagai cermin berkembangnya Islam di wilayah sumberagung,banyuurip dan umumnya di wilayah Klego.Tentunya bagi yang ingin beramal dan menyalurkan sumbangan bisa menghubungi panitia pemmbangunan masjid NU tersebut,masih butuh dukungan semua fihak yang peduli NU,agar NU di wilayah klegolebih maju baik dari segi syiar dakwah dan muamalah serta kebersamaan dalam membangun kehidupan beragama.

NGECOOOOOOOOOOR MASJID KEBANGGAAN KITA NANTI


SUASANA NGECOR MASJID NU KEC.KLEGO





Kebersamaan akan meringkan sebuah pekerjaan sebarat apapun. Inilah yang terlihat para Masyarakat Warga NU Kecamatan Klego gotong royong mengecor Bangunan Masjid NU kecamatan Klego yang berlokasi di wilayah Pulosari desa Banyuurip,sabtu 21 Mei 2011, Mudah-mudahan berdirinya Masjid NU di kecamatan Klego akan menambah siar NU di kecamatan tersebut sekaligus masjid itu nanti akan berfungsi sebagai sentral dakwah NU dan sebagai cermin berkembangnya Islam di wilayah sumberagung,banyuurip dan umumnya di wilayah Klego.Tentunya bagi yang ingin beramal dan menyalurkan sumbangan bisa menghubungi panitia pemmbangunan masjid NU tersebut,masih butuh dukungan semua fihak yang peduli NU,agar NU di wilayah klegolebih maju baik dari segi syiar dakwah dan muamalah serta kebersamaan dalam membangun kehidupan beragama.

Sabtu, 21 Mei 2011

Kebersamaan akan meringkan sebuah pekerjaan sebarat apapun. Inilah yang terlihat para Masyarakat Warga NU Kecamatan Klego gotong royong mengecor Bangunan Masjid NU kecamatan Klego yang berlokasi di wilayah Pulosari desa Banyuurip,sabtu 21 Mei 2011, Mudah-mudahan berdirinya Masjid NU di kecamatan Klego akan menambah siar NU di kecamatan tersebut sekaligus masjid itu nanti akan berfungsi sebagai sentral dakwah NU dan sebagai cermin berkembangnya Islam di wilayah sumberagung,banyuurip dan umumnya di wilayah Klego.Tentunya bagi yang ingin beramal dan menyalurkan sumbangan bisa menghubungi panitia pemmbangunan masjid NU tersebut,masih butuh dukungan semua fihak yang peduli NU,agar NU di wilayah klegolebih maju baik dari segi syiar dakwah dan muamalah serta kebersamaan dalam membangun kehidupan beragama.

SUASANA NGECOR MASJID NU KEC.KLEGO

Kebersamaan akan meringkan sebuah pekerjaan sebarat apapun. Inilah yang terlihat para Masyarakat Warga NU Kecamatan Klego gotong royong mengecor Bangunan Masjid NU kecamatan Klego yang berlokasi di wilayah Pulosari desa Banyuurip,sabtu 21 Mei 2011, Mudah-mudahan berdirinya Masjid NU di kecamatan Klego akan menambah siar NU di kecamatan tersebut sekaligus masjid itu nanti akan berfungsi sebagai sentral dakwah NU dan sebagai cermin berkembangnya Islam di wilayah sumberagung,banyuurip dan umumnya di wilayah Klego.Tentunya bagi yang ingin beramal dan menyalurkan sumbangan bisa menghubungi panitia pemmbangunan masjid NU tersebut,masih butuh dukungan semua fihak yang peduli NU,agar NU di wilayah klegolebih maju baik dari segi syiar dakwah dan muamalah serta kebersamaan dalam membangun kehidupan beragama.

Jumat, 20 Mei 2011




Negara Islam Indonesia telah diproklamirkan oleh As-Syahid Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pada tanggal 7 Agustus 1949. Dimana bunyi proklamasi Negara Islam Indonesia adalah sebagai berikut :
PROKLAMASI
Berdirinya
Negara Islam Indonesia
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih
Ashhadu alla ilaha illallah, wa ashhadu anna Muhammadarrasulullah
Kami, Ummat Islam Bangsa Indonesia
MENYATAKAN :
BERDIRINYA
NEGARA ISLAM INDONESIA
Maka Hukum yang berlaku atas Negara Islam Indonesia itu, ialah : HUKUM ISLAM.
Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !
Atas nama Ummat Islam Bangsa Indonesia
IMAM NEGARA ISLAM INDONESIA

ttd
S.M. KARTOSOEWIRJO
Madinah Indonesia, 12 Syawal 1368 / 7 Agustus 1949.
Tanggal 7 agustus 1949 adalah bertepatan dengan Bung Hatta pergi ke Belanda untuk mengadakan perundingan Meja Bundar, yang berakhir dengan kekecewaan. Dimana hasil perundingan tersebut adalah Irian Barat tidak dimasukkan kedalam penyerahan kedaulatan Indonesia, lapangan ekonomi masih dipegang oleh kapitalis barat. Gerakan ini bertujuan menjadikan Republik Indonesia yang saat itu baru saja diproklamasikan kemerdekaannya dan ada di masa perang dengan tentara Kerajaan Belanda sebagai negara teokrasi dengan agama Islam sebagai dasar negara. Dalam proklamasinya bahwa "Hukum yang berlaku dalam Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam", lebih jelas lagi dalam undang-undangnya dinyatakan bahwa "Negara berdasarkan Islam" dan "Hukum yang tertinggi adalah Al Quran dan Hadits". Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan tegas menyatakan kewajiban negara untuk membuat undang-undang yang berlandaskan syari'at Islam, dan penolakan yang keras terhadap ideologi selain Alqur'an dan Hadits Shahih, yang mereka sebut dengan "hukum kafir", sesuai dalam Qur'aan Surah 5. Al-Maidah, ayat 50
Negara Islam Indonesia diproklamirkan di daerah yang dikuasai oleh Tentara Belanda, yaitu daerah Jawa Barat yang ditinggalkan oleh TNI (Tentara Nasional Indonesia) ke Jogya. Sebab daerah de-facto R.I. pada saat itu hanya terdiri dari Yogyakarta dan kurang lebih 7 Kabupaten saja ( menurut fakta-fakta perundingan/kompromis dengan Kerajaan Belanda; perjanjian Linggarjati tahun 1947 hasilnya de-facto R.I. tinggal pulau Jawa dan Madura, sedang perjanjian Renville pada tahun 1948, de-facto R.I. adalah hanya terdiri dari Yogyakarta). Seluruh kepulauan Indonesia termasuk Jawa Barat kesemuanya masih dikuasai oleh Kerajaan Belanda. Jadi tidaklah benar kalau ada yang mengatakan bahwa Negara Islam Indonesia didirikan dan diproklamirkan didalam negara Republik Indonesia. Negara Islam Indonesia didirikan di daerah yang masih dikuasai oleh Kerajaan Belanda.
Negara Islam Indonesia dengan organisasinya Darul Islam dan tentaranya yang dikenal dengan nama Tentara Islam Indonesia dihantam habis-habisan oleh Regim Soekarno yang didukung oleh partai komunis Indonesia(PKI). Sedangkan Masyumi (Majelis syura muslimin Indonesia) tidak ikut menghantam, hanya tidak mendukung, walaupun organisasi Darul Islam yang pada mulanya bernama Majlis Islam adalah organisasi dibawah Masyumi yang kemudian memisahkan diri. Seorang tokoh besar dari Masyumi almarhum M Isa Anshary pada tahun 1951 menyatakan bahwa "Tidak ada seorang muslimpun, bangsa apa dan dimana juga dia berada yang tidak bercita-cita Darul Islam. Hanya orang yang sudah bejad moral, iman dan Islam-nya, yang tidak menyetujui berdirinya Negara Islam Indonesia. Hanya jalan dan cara memperjuangkan idiologi itu terdapat persimpangan dan perbedaan. Jalan bersimpang jauh. Yang satu berjuang dalam batas-batas hukum, secara legal dan parlementer, itulah Masyumi. Yang lain berjuang dengan alat senjata, mendirikan negara dalam negara, itulah Darul Islam" (majalah Hikmah, 1951).
Ketika Masyumi memegang pemerintahan, M Natsir mengirimkan surat kepada SM Kartosoewirjo untuk mengajak beliau dan kawan-kawan yang ada di gunung untuk kembali berjuang dalam batas-batas hukum negara yang ada. Namun M Natsir mendapat jawaban dari SM Kartosoewirjo "Barangkali saudara belum menerima proklamasi kami"(majalah Hikmah, 1951).
Proklamasi NII yang dicetuskan oleh DI menjadi bagian dari riwayat perjuangan rakyat Indonesia melawan imperialisme Barat beserta anteknya. Betapa berat perjuangan DI, sejak lahir selain dimusuhi oleh imperialisme Barat dan anteknya juga dimusuhi oleh gerakan kemerdekaan Republik. Ketika Revolusi 1945 berakhir, sadar tidak sadar justru Republik melanjutkan program imperialisme Barat menumpas DI dan gerakan Islamiyah lainnya hingga kini. Bahkan lebih buruk lagi, sedikit banyak tercipta kerja sama antara Republik dan imperialis Barat. Gerakan Islamiyah diberi berbagai istilah “seram” semisal “teroris”, “ekstrimis” dan “fundamentalis”.
Sejak Imam NII SM Kartosoewirjo tertangkap oleh musuh pada tanggal 4 Juni 1962 di Gunung Geber, Majalaya, Jawa Barat, dan sebagian besar staf NII pada menyerah kepada pihak Soekarno pada tanggal 1 Agustus 1962. Setelah Imam Negara Islam Indonesia S.M. Kartosoewirjo tertangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1962 regim Soekarno dengan dibantu oleh PKI yang diteruskan oleh rezim Soeharto dengan ABRI-nya telah membungkam Negara Islam Indonesia sampai sekarang dengan pola yang sama. Pola tersebut adalah dengan cara menugaskan bawahannya untuk melakukan pengrusakan, setelah melakukan pengrusakkan bawahan tersebut "bernyanyi" bahwa dia adalah anggota kelompok Islam tertentu. Atau melakukan pengrusakan dengan menggunakan atribut Islam. Menurut salah seorang kapten yang kini masih hidup, dan mungkin saksi hidup yang lainnya pun masih banyak, bahwa ada perbedaan antara DI pengrusak dan DI Kartosuwiryo yakni attribut yang dipergunakan oleh DI pengrusak (buatan Sukarno) berwarna merah sedangkan DI Kartosuwiryo adalah hijau. Sebenarnya Negara Islam Indonesia masih ada dan tetap ada, walaupun sebagian anggota-anggota Darul Islam sudah pada meninggal, namun ide Negara Islam Indonesia masih tetap bersinar di muka bumi Indonesia*.*
Setelah Imam NII SM Kartosoewirjo tertangkap 4 Juni 1962, perlu diangkat Imam NII baru. Karena Anggota Komandemen Tertinggi (AKT) dan Kepala Staf Umum (KSU) sudah gugur dan yang lainnya telah meninggalkan tugasnya atau menyerah, maka yang tinggal Kuasa Usaha Komandemen Tertinggi (KUKT). Dimana satu-satunya Kuasa Usaha Komandemen Tertinggi (KUKT), yaitu Abdul Fattah Wirananggapati.
Adapun Abdul Fattah Wirananggapati yaitu yang dibai'at langsung oleh Imam awal SM Kartosoewirjo. Sekembali Abdul Fattah Wirananggapati dari membai'at Teungku Muhammad Daud Beureueh pada tanggal 20 september 1953 sebagai Panglima TII Divisi V-Tjik Di Tiro, ketika pulang, di Jakarta, Abdul Fattah Wirananggapati tertawan TNI dan diasingkan ke Nusakambangan. Ketika Soekarno mengeluarkan amnesti abolisi tahun 1961, Abdul Fattah Wirananggapati dibebaskan pada tahun 1963.
Tetapi Pemerintah NKRI kembali menangkap Abdul Fatah Wirananggapati tahun 1975 kemudian dipenjarakan di Bandung. Abdul Fatah Wirananggapati dipenjara dari tahun 1975 sampai tahun 1983.

GERAKAN YANG HAMPIR SAMA DENGAN NII (BAGIAN DARI NII)
a.      Gerakan DI/TII Daud Beureueh
Pemberontakan DI/TII di Aceh dimulai dengan "Proklamasi" Daud Beureueh bahwa Aceh merupakan bagian "Negara Islam Indonesia" di bawah pimpinan Imam Kartosuwirjo pada tanggal 20 September 1953.
Daued Beureueh pernah memegang jabatan sebagai "Gubernur Militer Daerah Istimewa Aceh" sewaktu agresi militer pertama Belanda pada pertengahan tahun 1947. Sebagai Gubernur Militer ia berkuasa penuh atas pertahanan daerah Aceh dan menguasai seluruh aparat pemerintahan baik
b.      Gerakan DI/TII Ibnu Hadjar
Pada bulan Oktober 1950 DI/ TII juga tercatat melakukan pemberontakan di Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh Ibnu Hadjar. Para pemberontak melakukan pengacauan dengan menyerang pos-pos kesatuan ABRI (TNI-POLRI). Dalam menghadapi gerombolan DI/TII tersebut pemerintah pada mulanya melakukan pendekatan kepada Ibnu Hadjar dengan diberi kesempatan untuk menyerah, dan akan diterima menjadi anggota ABRI. Ibnu Hadjar sempat menyerah, akan tetapi setelah menyerah dia kembali melarikan diri dan melakukan pemberontakan lagi sehingga pemerintah akhirnya menugaskan pasukan ABRI (TNI-POLRI) untuk menangkap Ibnu Hadjar. Pada akhir tahun 1959 Ibnu Hadjar beserta seluruh anggota gerombolannya tertangkap dan dihukum mati.
c.       Gerakan DI/TII Amir fatah
Amir Fatah merupakan tokoh yang membidani lahirnya DI/TII Jawa Tengah. Semula ia bersikap setia pada RI, namun kemudian sikapnya berubah dengan mendukung Gerakan DI/TII. Perubahan sikap tersebut disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, terdapat persamaan ideologi antara Amir Fatah dengan S.M. Kartosuwirjo, yaitu keduanya menjadi pendukung setia Ideologi Islam. Kedua, Amir Fatah dan para pendukungnya menganggap bahwa aparatur Pemerintah RI dan TNI yang bertugas di daerah Tegal-Brebes telah terpengaruh oleh "orang-orang Kiri", dan mengganggu perjuangan umat Islam. Ketiga, adanya pengaruh "orang-orang Kiri" tersebut, Pemerintah RI dan TNI tidak menghargai perjuangan Amir Fatah dan para pendukungnya selama itu di daerah Tegal-Brebes. Bahkan kekuasaan yang telah dibinanya sebelum Agresi Militer II, harus diserahkan kepda TNI di bawah Wongsoatmojo. Keempat, adanya perintah penangkapan dirinya oleh Mayor Wongsoatmojo. Hingga kini Amir Fatah dinilai sebagai pembelot baik oleh negara RI maupun umat muslim Indonesia.
d.      Gerakan DI/TII Kahar Muzakkar
Pemerintah berencana membubarkan Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) dan anggotanya disalurkan ke masyarakat. Tenyata Kahar Muzakkar menuntut agar Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan dan kesatuan gerilya lainnya dimasukkan delam satu brigade yang disebut Brigade Hasanuddin di bawah pimpinanya. Tuntutan itu ditolak karena banyak di antara mereka yang tidak memenuhi syarat untuk dinas militer. Pemerintah mengambil kebijaksanaan menyalurkan bekas gerilyawan itu ke Corps Tjadangan Nasional (CTN). Pada saat dilantik sebagai Pejabat Wakil Panglima Tentara dan Tetorium VII, Kahar Muzakkar beserta para pengikutnya melarikan diri ke hutan dengan membawa persenjataan lengkap dan mengadakan pengacauan. Kahar Muzakkar mengubah nama pasukannya menjadi Tentara Islam Indonesia dan menyatakan sebagai bagian dari DI/TII Kartosuwiryo pada tanggal 7 Agustus 1953. Tanggal 3 Februari 1965, Kahar Muzakkar tertembak mati oleh pasukan ABRI (TNI-POLRI) dalam sebuah baku tembak.
By LutVy


Negara Islam Indonesia dan sejarahnya




Negara Islam Indonesia telah diproklamirkan oleh As-Syahid Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pada tanggal 7 Agustus 1949. Dimana bunyi proklamasi Negara Islam Indonesia adalah sebagai berikut :
PROKLAMASI
Berdirinya
Negara Islam Indonesia
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih
Ashhadu alla ilaha illallah, wa ashhadu anna Muhammadarrasulullah
Kami, Ummat Islam Bangsa Indonesia
MENYATAKAN :
BERDIRINYA
NEGARA ISLAM INDONESIA
Maka Hukum yang berlaku atas Negara Islam Indonesia itu, ialah : HUKUM ISLAM.
Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !
Atas nama Ummat Islam Bangsa Indonesia
IMAM NEGARA ISLAM INDONESIA

ttd
S.M. KARTOSOEWIRJO
Madinah Indonesia, 12 Syawal 1368 / 7 Agustus 1949.
Tanggal 7 agustus 1949 adalah bertepatan dengan Bung Hatta pergi ke Belanda untuk mengadakan perundingan Meja Bundar, yang berakhir dengan kekecewaan. Dimana hasil perundingan tersebut adalah Irian Barat tidak dimasukkan kedalam penyerahan kedaulatan Indonesia, lapangan ekonomi masih dipegang oleh kapitalis barat. Gerakan ini bertujuan menjadikan Republik Indonesia yang saat itu baru saja diproklamasikan kemerdekaannya dan ada di masa perang dengan tentara Kerajaan Belanda sebagai negara teokrasi dengan agama Islam sebagai dasar negara. Dalam proklamasinya bahwa "Hukum yang berlaku dalam Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam", lebih jelas lagi dalam undang-undangnya dinyatakan bahwa "Negara berdasarkan Islam" dan "Hukum yang tertinggi adalah Al Quran dan Hadits". Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan tegas menyatakan kewajiban negara untuk membuat undang-undang yang berlandaskan syari'at Islam, dan penolakan yang keras terhadap ideologi selain Alqur'an dan Hadits Shahih, yang mereka sebut dengan "hukum kafir", sesuai dalam Qur'aan Surah 5. Al-Maidah, ayat 50
Negara Islam Indonesia diproklamirkan di daerah yang dikuasai oleh Tentara Belanda, yaitu daerah Jawa Barat yang ditinggalkan oleh TNI (Tentara Nasional Indonesia) ke Jogya. Sebab daerah de-facto R.I. pada saat itu hanya terdiri dari Yogyakarta dan kurang lebih 7 Kabupaten saja ( menurut fakta-fakta perundingan/kompromis dengan Kerajaan Belanda; perjanjian Linggarjati tahun 1947 hasilnya de-facto R.I. tinggal pulau Jawa dan Madura, sedang perjanjian Renville pada tahun 1948, de-facto R.I. adalah hanya terdiri dari Yogyakarta). Seluruh kepulauan Indonesia termasuk Jawa Barat kesemuanya masih dikuasai oleh Kerajaan Belanda. Jadi tidaklah benar kalau ada yang mengatakan bahwa Negara Islam Indonesia didirikan dan diproklamirkan didalam negara Republik Indonesia. Negara Islam Indonesia didirikan di daerah yang masih dikuasai oleh Kerajaan Belanda.
Negara Islam Indonesia dengan organisasinya Darul Islam dan tentaranya yang dikenal dengan nama Tentara Islam Indonesia dihantam habis-habisan oleh Regim Soekarno yang didukung oleh partai komunis Indonesia(PKI). Sedangkan Masyumi (Majelis syura muslimin Indonesia) tidak ikut menghantam, hanya tidak mendukung, walaupun organisasi Darul Islam yang pada mulanya bernama Majlis Islam adalah organisasi dibawah Masyumi yang kemudian memisahkan diri. Seorang tokoh besar dari Masyumi almarhum M Isa Anshary pada tahun 1951 menyatakan bahwa "Tidak ada seorang muslimpun, bangsa apa dan dimana juga dia berada yang tidak bercita-cita Darul Islam. Hanya orang yang sudah bejad moral, iman dan Islam-nya, yang tidak menyetujui berdirinya Negara Islam Indonesia. Hanya jalan dan cara memperjuangkan idiologi itu terdapat persimpangan dan perbedaan. Jalan bersimpang jauh. Yang satu berjuang dalam batas-batas hukum, secara legal dan parlementer, itulah Masyumi. Yang lain berjuang dengan alat senjata, mendirikan negara dalam negara, itulah Darul Islam" (majalah Hikmah, 1951).
Ketika Masyumi memegang pemerintahan, M Natsir mengirimkan surat kepada SM Kartosoewirjo untuk mengajak beliau dan kawan-kawan yang ada di gunung untuk kembali berjuang dalam batas-batas hukum negara yang ada. Namun M Natsir mendapat jawaban dari SM Kartosoewirjo "Barangkali saudara belum menerima proklamasi kami"(majalah Hikmah, 1951).
Proklamasi NII yang dicetuskan oleh DI menjadi bagian dari riwayat perjuangan rakyat Indonesia melawan imperialisme Barat beserta anteknya. Betapa berat perjuangan DI, sejak lahir selain dimusuhi oleh imperialisme Barat dan anteknya juga dimusuhi oleh gerakan kemerdekaan Republik. Ketika Revolusi 1945 berakhir, sadar tidak sadar justru Republik melanjutkan program imperialisme Barat menumpas DI dan gerakan Islamiyah lainnya hingga kini. Bahkan lebih buruk lagi, sedikit banyak tercipta kerja sama antara Republik dan imperialis Barat. Gerakan Islamiyah diberi berbagai istilah “seram” semisal “teroris”, “ekstrimis” dan “fundamentalis”.
Sejak Imam NII SM Kartosoewirjo tertangkap oleh musuh pada tanggal 4 Juni 1962 di Gunung Geber, Majalaya, Jawa Barat, dan sebagian besar staf NII pada menyerah kepada pihak Soekarno pada tanggal 1 Agustus 1962. Setelah Imam Negara Islam Indonesia S.M. Kartosoewirjo tertangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1962 regim Soekarno dengan dibantu oleh PKI yang diteruskan oleh rezim Soeharto dengan ABRI-nya telah membungkam Negara Islam Indonesia sampai sekarang dengan pola yang sama. Pola tersebut adalah dengan cara menugaskan bawahannya untuk melakukan pengrusakan, setelah melakukan pengrusakkan bawahan tersebut "bernyanyi" bahwa dia adalah anggota kelompok Islam tertentu. Atau melakukan pengrusakan dengan menggunakan atribut Islam. Menurut salah seorang kapten yang kini masih hidup, dan mungkin saksi hidup yang lainnya pun masih banyak, bahwa ada perbedaan antara DI pengrusak dan DI Kartosuwiryo yakni attribut yang dipergunakan oleh DI pengrusak (buatan Sukarno) berwarna merah sedangkan DI Kartosuwiryo adalah hijau. Sebenarnya Negara Islam Indonesia masih ada dan tetap ada, walaupun sebagian anggota-anggota Darul Islam sudah pada meninggal, namun ide Negara Islam Indonesia masih tetap bersinar di muka bumi Indonesia*.*
Setelah Imam NII SM Kartosoewirjo tertangkap 4 Juni 1962, perlu diangkat Imam NII baru. Karena Anggota Komandemen Tertinggi (AKT) dan Kepala Staf Umum (KSU) sudah gugur dan yang lainnya telah meninggalkan tugasnya atau menyerah, maka yang tinggal Kuasa Usaha Komandemen Tertinggi (KUKT). Dimana satu-satunya Kuasa Usaha Komandemen Tertinggi (KUKT), yaitu Abdul Fattah Wirananggapati.
Adapun Abdul Fattah Wirananggapati yaitu yang dibai'at langsung oleh Imam awal SM Kartosoewirjo. Sekembali Abdul Fattah Wirananggapati dari membai'at Teungku Muhammad Daud Beureueh pada tanggal 20 september 1953 sebagai Panglima TII Divisi V-Tjik Di Tiro, ketika pulang, di Jakarta, Abdul Fattah Wirananggapati tertawan TNI dan diasingkan ke Nusakambangan. Ketika Soekarno mengeluarkan amnesti abolisi tahun 1961, Abdul Fattah Wirananggapati dibebaskan pada tahun 1963.
Tetapi Pemerintah NKRI kembali menangkap Abdul Fatah Wirananggapati tahun 1975 kemudian dipenjarakan di Bandung. Abdul Fatah Wirananggapati dipenjara dari tahun 1975 sampai tahun 1983.

GERAKAN YANG HAMPIR SAMA DENGAN NII (BAGIAN DARI NII)
a.      Gerakan DI/TII Daud Beureueh
Pemberontakan DI/TII di Aceh dimulai dengan "Proklamasi" Daud Beureueh bahwa Aceh merupakan bagian "Negara Islam Indonesia" di bawah pimpinan Imam Kartosuwirjo pada tanggal 20 September 1953.
Daued Beureueh pernah memegang jabatan sebagai "Gubernur Militer Daerah Istimewa Aceh" sewaktu agresi militer pertama Belanda pada pertengahan tahun 1947. Sebagai Gubernur Militer ia berkuasa penuh atas pertahanan daerah Aceh dan menguasai seluruh aparat pemerintahan baik
b.      Gerakan DI/TII Ibnu Hadjar
Pada bulan Oktober 1950 DI/ TII juga tercatat melakukan pemberontakan di Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh Ibnu Hadjar. Para pemberontak melakukan pengacauan dengan menyerang pos-pos kesatuan ABRI (TNI-POLRI). Dalam menghadapi gerombolan DI/TII tersebut pemerintah pada mulanya melakukan pendekatan kepada Ibnu Hadjar dengan diberi kesempatan untuk menyerah, dan akan diterima menjadi anggota ABRI. Ibnu Hadjar sempat menyerah, akan tetapi setelah menyerah dia kembali melarikan diri dan melakukan pemberontakan lagi sehingga pemerintah akhirnya menugaskan pasukan ABRI (TNI-POLRI) untuk menangkap Ibnu Hadjar. Pada akhir tahun 1959 Ibnu Hadjar beserta seluruh anggota gerombolannya tertangkap dan dihukum mati.
c.       Gerakan DI/TII Amir fatah
Amir Fatah merupakan tokoh yang membidani lahirnya DI/TII Jawa Tengah. Semula ia bersikap setia pada RI, namun kemudian sikapnya berubah dengan mendukung Gerakan DI/TII. Perubahan sikap tersebut disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, terdapat persamaan ideologi antara Amir Fatah dengan S.M. Kartosuwirjo, yaitu keduanya menjadi pendukung setia Ideologi Islam. Kedua, Amir Fatah dan para pendukungnya menganggap bahwa aparatur Pemerintah RI dan TNI yang bertugas di daerah Tegal-Brebes telah terpengaruh oleh "orang-orang Kiri", dan mengganggu perjuangan umat Islam. Ketiga, adanya pengaruh "orang-orang Kiri" tersebut, Pemerintah RI dan TNI tidak menghargai perjuangan Amir Fatah dan para pendukungnya selama itu di daerah Tegal-Brebes. Bahkan kekuasaan yang telah dibinanya sebelum Agresi Militer II, harus diserahkan kepda TNI di bawah Wongsoatmojo. Keempat, adanya perintah penangkapan dirinya oleh Mayor Wongsoatmojo. Hingga kini Amir Fatah dinilai sebagai pembelot baik oleh negara RI maupun umat muslim Indonesia.
d.      Gerakan DI/TII Kahar Muzakkar
Pemerintah berencana membubarkan Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) dan anggotanya disalurkan ke masyarakat. Tenyata Kahar Muzakkar menuntut agar Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan dan kesatuan gerilya lainnya dimasukkan delam satu brigade yang disebut Brigade Hasanuddin di bawah pimpinanya. Tuntutan itu ditolak karena banyak di antara mereka yang tidak memenuhi syarat untuk dinas militer. Pemerintah mengambil kebijaksanaan menyalurkan bekas gerilyawan itu ke Corps Tjadangan Nasional (CTN). Pada saat dilantik sebagai Pejabat Wakil Panglima Tentara dan Tetorium VII, Kahar Muzakkar beserta para pengikutnya melarikan diri ke hutan dengan membawa persenjataan lengkap dan mengadakan pengacauan. Kahar Muzakkar mengubah nama pasukannya menjadi Tentara Islam Indonesia dan menyatakan sebagai bagian dari DI/TII Kartosuwiryo pada tanggal 7 Agustus 1953. Tanggal 3 Februari 1965, Kahar Muzakkar tertembak mati oleh pasukan ABRI (TNI-POLRI) dalam sebuah baku tembak.
By LutVy


Jumat, 06 Mei 2011

 Suaranya memang merdu seperti suaranya Wali band "Allohumma Solli 'ala Sayyidina Muhammad"
 Mr.Sukron Thok,dan para Ustadz dan Remas tampak serius dan hikmat melantunkan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW
 Wah semangat bangeeeeeeet ya...... okelah kita budayakan pemuda cinta Sholawat
 Teh angeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet segeeeerrrr
 Mr.lare.alit ikut andil loooo.................................
Baca sholawat sambil salam pisss gak papa slam balik.................ya...kang rullllllllllllll....

TRADISI GEMA SHOLAWAT RESEPSI PERNIKAHAN

 Suaranya memang merdu seperti suaranya Wali band "Allohumma Solli 'ala Sayyidina Muhammad"
 Mr.Sukron Thok,dan para Ustadz dan Remas tampak serius dan hikmat melantunkan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW
 Wah semangat bangeeeeeeet ya...... okelah kita budayakan pemuda cinta Sholawat
 Teh angeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet segeeeerrrr
 Mr.lare.alit ikut andil loooo.................................
Baca sholawat sambil salam pisss gak papa slam balik.................ya...kang rullllllllllllll....

animasi-bergerak-bendera-indonesia-0010
">See all posts'); document.write('

?max-results=10">

'); document.write("?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts2\"><\/script>");
Diberdayakan oleh Blogger.
?">index'); document.write('

?max-results=10">Label 5

');
    ?max-results="+numposts2+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts2\"><\/script>");

Mengenai Saya

anak singkong yang tak berhenti bermimpi cinta damai dan selalu setia

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Translate

Popular Posts

MITRA

back to top