Latest Posts

Kamis, 04 Agustus 2011

ANGKA 19 DALAM AL QUR'AN dan Telapak Tangan
Label: Spiritual

Pada surat ke-74 (Al Mudatsir) ayat : 30-31, yang artinya sbb :
“Yang atasnya ada sembilanbelas. …….., dan tidaklah Kami jadikan bilangan mereka itu (angka 19) melainkan untuk menjadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya, dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir berkata: Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai perumpamaan?”.

Keajaiban angka 19 di dalam kitab AlQur'an ini pertama kali ditemukan seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa. Hasil penemuannya ini didemonstrasikan ketika diselenggarakan Pameran Islam Sedunia di London pada tahun 1976 . Berikut cuplikan dari sebagian penemuannya tersebut :

1. “Bismillaahirrahmaanirraahiim” (dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) sebagai pembuka setiap surat dalam Al Qur'an ternyata terdiri dari 19 huruf (atau 19 X 1 ).

2. Bacaan ‘Basmalah’ terdiri dari kelompok kata : Ismi – Allah – Arrahman – Arrahim. Jumlah dari masing-masing kata tersebut dalam Quran ternyata selalu merupakan kelipatan angka 19.

Kata dalam Al Qur'an Jumlah Kelipatan 19
Ismi 19 19 X 1
Allah 2.698 19 X 142
Arrahman 57 19 X 3
Arrahim 114 19 X 6

Apabila faktor pengalinya dijumlahkan hasilnya juga merupakan kelipatan angka 19 , yaitu 1 + 142 + 3 + 6 = 152 (atau 19 X 8).

3. Jumlah total keseluruhan surat-surat dalam Quran sebanyak 114 surat (atau 19 X 6 ).

4. Bacaan ‘Basmalah’ dalam Quran ditemukan sebanyak 114 buah (atau 19 X 6 ), dengan perincian sbb: Sebanyak 113 buah ditemukan sebagai pembuka surat-surat kecuali surat ke-9 (At Taubah), sedangkan sebuah lagi ditemukan di surat ke-27 ayat : 30.

5. Dari point 4 di atas, ditemukan hubungan yang menarik antara surat ke-9 dan ke-27. Surat ke-27 ternyata merupakan surat yang ke-19 jika dihitung dari surat ke-9.


============ surat ke : 9, 10, 11, 12, ………………., 25, 26, 27
======= urutan surat ke : 1, 2, 3, 4, ………………., 17, 18, 19.

6. Surat ke-27 ayat : 30 tempat ditemukannya bacaan ‘Basmalah’. Jika nomor surat (27) dan nomor ayatnya (30) dijumlahkan , yaitu 27 + 30 = 57. Hasilnya merupakan kelipatan angka 19(atau 19 X 3 ).

7. Dari point 6, apabila bilangan surat-surat dijumlahkan mulai dari surat ke-9 s/d ke-27, (9+10+11+12+…+24+25+26+27) maka hasilnya adalah 342 (atau 19 X 18 ).

8. Wahyu pertama (Surat ke-96 ayat : 1-5 ) terdiri dari 19 kata (atau 19 X 1 ) dan 76 huruf (atau 19 X 4 )

9. Wahyu kedua (Surat ke-68 ayat : 1-9 ) terdiri dari 38 kata (atau 19 X 2 ).

10. Wahyu ketiga (Surat ke-73 ayat : 1-10 ) terdiri dari 57 kata (atau 19 X 3 ).

11. Wahyu terakhir (Surat ke-110 ) terdiri dari 19 kata (atau 19 X 1 ), dan ayat pertama dari Surat ke-110 tersebut terdiri dari 19 huruf (19X1).

12. Wahyu yang pertamakali menyatakan ke-Esaan Allah adalah wahyu ke-19 (Surat ke-112, Al Ikhlas)

13. Surat ke-96 tempat terdapatnya wahyu pertama, terdiri dari 19 ayat (atau 19 X 1 ) dan 304 huruf (atau 19 X 16 ). Selain itu juga ternyata surat ke-96 tersebut merupakan surat yang ke-19 bila diurut/ dihitung mundur dari belakang Quran.

=========== surat ke : 114, 113, 112, 111, ………………., 98, 97, 96
======= urutan surat ke : 1, 2, 3, 4, ………………., 17, 18, 19.

Bukti-bukti di atas menunjukkan bahwa Quran tersusun dengan perhitungan sistim kunci (interlocking system), sesuai maksud dari surat ke-85 ayat : 20, yang artinya : “Allah telah mengepung/ mengunci mereka dari belakang”.

14. Dari point 13, apabila bilangan surat-surat dijumlahkan mulai dari surat ke-114 s/d ke-96, (114+113+112+111+…+98+97+96) maka hasilnya adalah 1995 (atau 19 X 105 ).

15. Bagian tengah-tengah Quran jatuh pada Surat ke-18 (Al Kahfi) ayat : 19 (atau 19 X 1 ).

16. Penulis juga menemukan bukti bahwa surat-surat yang memiliki 8 (delapan) ayat dan 11 (sebelas) ayat ditemukan yang paling banyak dalam Quran, yakni masing-masing terdiri dari 5 (lima) buah surat. Disusul kemudian surat-surat yang memiliki 3 (tiga), 19 (sembilan belas), 29 (dua puluh sembilan), 30 (tiga puluh), dan 52 (lima puluh dua) ayat, yang masing-masing terdiri dari 3 (tiga) buah surat. Apabila dijumlahkan ayat-ayat tersebut sesuai dengan kelompoknya maka hasilnya merupakan kelipatan angka 19, yaitu sbb :

= surat ke: 94, 95, 98, 99, 102 masing-masing terdiri dari: 8 ayat
= surat ke: 62, 63, 93, 100, 101 masing-masing terdiri dari: 11 ayat
Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan : 8+11=19, (atau 19 X 1 )

== surat ke : 103, 108, 110 masing-masing terdiri dari: 3 ayat
== surat ke : 82, 87, 96 masing-masing terdiri dari: 19 ayat
== surat ke : 48, 57, 81 masing-masing terdiri dari: 29 ayat
== surat ke : 32, 67, 89 masing-masing terdiri dari: 30 ayat
== surat ke : 14, 68, 69 masing-masing terdiri dari: 52 ayat
Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan : 3+19+29+30+52=133, (atau 19X7).

17. Quran merupakan satu-satunya kitab suci di dunia ini yang memiliki tanda-tanda khusus (initials) berupa huruf-huruf (code letters) atau sebagaimana disebut dalam bahasa Arab “Muqatta-‘aat” yang artinya “kata singkatan”. Di dalam Quran terdapat sebanyak 29 (dua puluh sembilan) surat-surat yang diawali dengan 14 (empat belas) macam kombinasi dari 14 (empat belas) huruf-huruf “Muqatta-‘aat”. 14 huruf-huruf itu adalah : alif, lam, mim, ra’, kaf, ha’, yaa’, ain, shad, tha’, shin, qaf, nun, dan kha’.

14 macam kombinasi huruf adalah :
1. Alif, lam, mim
2. Kha, mim
3. Alif, lam, ro’
4. Alif, lam, mim, ro’
5. Tho’, sin
6. Tho’, sin, mim
7. Ya’, sin
8. Nun
9. Kaf, kha’, ya’, ain, shod
10. Alif, lam, mim, shod
11. Shod
12. Qof
13. Ain, sin, qof
14. Tho’, ha’

Ke - 29 surat-surat itu adalah : surat ke : 2, 3, 7, 10 11, 12, 13, 14, 15, 19, 20, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 36, 38, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 50, dan 68. Jika bilangan dari banyaknya huruf (14), banyaknya kombinasi (14), dan jumlah surat (29), maka hasilnya: 14 + 14 + 29 = 57. (atau 19 X 3 ).

18. Surat ke-68 diawali huruf ‘Nun’. Setelah diteliti jumlah huruf ‘Nun’ yang terdapat pada surat tersebut merupakan kelipatan 19.

Surat ke Jumlah kata‘Nun’ kelipatan 19
68 133 19 X 7

19. Surat ke-42 dan surat ke-50 diawali huruf ‘Qof’. Setelah diteliti huruf ‘Qof’ yang terdapat pada kedua surat tersebut sebanyak 114 huruf (atau 19 X 6 ). Ada yang berpendapat bahwa huruf ‘Qof’ ini singkatan dari kata ‘Quran’ karena Quran terdiri dari 114 surat.

Surat ke Jumlah kata ‘Qof’ kelipatan 19
42 57 19 X 3
50 57 19 X 3
Jumlah 114 19 X 6

20. Surat ke-42 diawali huruf ‘Ain’, ’Sin’, dan ‘Qof’. Setelah diteliti jumlah total ketiga huruf tersebut pada surat ke-42 merupakan kelipatan 19.

Surat ke ‘Ain’ ‘Sin’ ‘Qof’ Total kelipatan 19
42 98 54 57 209 19 X 11

21. Surat ke-36 (Yasin) diawali huruf ‘Ya’, dan ‘Sin’. Setelah diteliti jumlah total kedua huruf tersebut pada surat ke-36 merupakan kelipatan 19.

Surat ke ‘Ya’ ‘Sin’ Total kelipatan 19
36 237 48 285 19 X 15

22. Surat ke-13 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, ‘Mim’, dan ‘Ro’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-13 merupakan kelipatan 19.

Surat ke Alif’ Lam Mim Ro total kelipatan 19
13 605 480 260 137 1482 19 X 78

23. Surat ke-7 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, ‘Mim’, dan ‘Shod’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-7 merupakan kelipatan 19.

Surat ke Alif’ Lam Mim Shod total kelipatan 19
7 2529 1530 1164 97 5320 19 X 280

24. Surat ke-19 diawali huruf ‘Kaf’, ‘Kha’, ‘Ya’, Ain, dan ‘Shod’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-19 merupakan kelipatan 19.

Surat ke Kaf Kha Ya Ain Shod total kelipatan 19
19 137 175 343 117 26 798 19 X 42

25. Surat ke-7, 19, dan 38 diawali huruf ‘Shod’. Total jumlah huruf ‘Shod’ dalam ketiga surat tersebut ternyata merupakan kelipatan 19.

Surat ke Jumlah kata Shod kelipatan 19
7 97 -
19 26 -
38 29 -
Jumlah total 152 19 X 8

Ada hal yang menarik, yakni pada surat ke-7 ayat 69 ditemukan kata ‘basthatan’ (jika dieja terdiri dari huruf ba’, shod, tho’, ta’). Padahal lazimnya kata tersebut haruslah dieja dengan huruf ba’, sin, tho’, ta’ (contohnya pada surat ke-2 ayat 247). Menurut riwayat, pada saat turunnya ayat 69 tersebut Jibril menyuruh Nabi Muhammad menuliskan kata ‘basthatan’ dengan huruf shod, namun unsur huruf ‘shod’ itu tetap harus dibaca sebagai huruf ‘sin’, dan hal ini ditandai dengan huruf sin tersebut ditempatkan sebagai huruf kecil di atas huruf ‘shod’. Tampak sekali bahwa Allah memberi tambahan huruf ‘shod’ agar jumlahnya dalam Quran menjadi berkelipatan 19, sebab jika tidak maka jumlahnya berkurang menjadi 151.

26. Surat ke-40 s/d ke-46 diawali huruf ‘Kha’ dan Mim. Setelah diteliti jumlah total kedua huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.

Surat ke Kha Mim Jumlah kelipatan 19
40 64 380 - -
41 48 276 - -
42 53 300 - -
43 44 324 - -
44 16 150 - -
45 31 200 - -
46 36 225 - -
Jumlah 292 1855 2147 19 X 113

27. Surat ke-10, 11, 12, 14, dan 15 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, dan ‘Ro’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.

Surat ke Alif Lam Ro total kelipatan 19
10 1319 913 257 2489 19 X 131
11 1370 794 325 2489 19 X 131
12 1306 812 257 2375 19 X 125
14 585 452 160 1197 19 X 63
15 493 323 96 912 19 X 48

28. Surat ke-2, 3, 29, 30, 31, dan 32 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, dan ‘Mim’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.

Surat ke Alif Lam Min total kelipatan 19
2 4502 3202 2195 9899 19 X 521
3 2521 1892 1249 5662 19 X 298
29 774 554 344 1672 19 X 88
30 544 393 317 1254 19 X 66
31 347 297 173 817 19 X 43
32 257 155 158 570 19 X 30

29. Surat ke-19 diawali huruf kaf, ha’, ya’, ain, dan shod.
Surat ke-20 diawali huruf tho’ dan ha’.
Surat ke-26 diawali huruf tho’, sin, dan mim.
Surat ke-27 diawali huruf tho’ dan sin
Surat ke-28 diawali huruf tho’, sin, dan mim. Perhatikanlah hubungan berikut ini :

Surat ke Awal-an tho ha sin mim Jumlah (kelipatan 19)
19 kaf,ha,ya,'ain,shod x 175 x x
20 tho, ha 28 251 x x
26 tho, sin, mim 33 x 94 484
27 tho, sin 27 x 94 x
28 tho, sin , mim 19 x 102 460
Jumlah 107 426 290 944 1767 (19X93)

Lebih jauh tentang keistimewaan Angka 19 :

* Keistimewaan angka 19 dalam ilmu matematik dikenal sebagai salah satu ‘Bilangan Prima’ yakni bilangan yang tak habis dibagi dengan bilangan manapun kecuali dengan dirinya sendiri. Keistimewaan tersebut melambangkan bahwa sifat-Nya yang serba MAHA tidak dibagikan kepada siapapun juga kecuali bagi diri-Nya sendiri (Surat ke-112 ayat 3).
* Angka 19 terdiri dari angka 1 dan 9, dimana angka 1 merupakan bilangan pokok pertama dan angka 9 merupakan bilangan pokok terakhir dalam sistem perhitungan kita. Keistimewaan tersebut menunjukkan sifat Allah yakni 'Maha Awal dan Maha Akhir' (Surat ke-57 ayat : 3).
* Angka 1 melambangkan sifat-Nya yang 'Maha Esa' (surat ke-112 ayat 1), sedangkan angka 9 sebagai bilangan pokok terbesar melambangkan salah satu sifatnya yang ke-38 yaitu 'Maha Besar'.
* Dalam Kalender Tahun Komariyah (Sistem Peredaran Bulan), terjadinya Tahun Kabisat terjadi pada setiap 19 tahun sekali.
* Kerangka manusia yaitu : - tulang leher ada 7 ruas, tulang punggung ada 12 ruas, jadi jumlahnya 19 ruas. (Referensi: "Atlas Anatomi", Prof. Dr. Chr. P. Raven).
* Jumlah jari jemari anda mengandung keajaiban angka 19 ? (catatan: dengan mengabaikan ruas-ruas tulang pergelangan). Silakan anda hitung sendiri maka akan anda dapati sbb:

jari kelingking ==> ada empat ruas
jari manis ==> ada empat ruas
jari tengah ==> ada empat ruas
jari telunjuk ==> ada empat ruas
jari jempol (ibu jari) ==> ada tiga ruas
----------------------- +
( 4 + 4 + 4 + 4 + 3 ) Total jumlah = 19 ruas

Wallahu a’lam bissawab.


“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al Quran dan Kami pulalah yang tetap menjaganya.” (15 ayat 9)

“Yang tidak datang kepadanya (Quran) kesalahan/kekeliruan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (41 ayat 42)

“Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman-Nya yang membedakan antara yang benar dengan yang salah.” (86 ayat 13 )

“Dan bacakanlah apa yang diwahtukan kepadamu yaitu Kitab Tuhanmu (Quran). Tidak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari pada-Nya.” (18 ayat 27)

TELAPAK TANGAN


Setiap orang pasti mempunyai garis sebagaimana yang ada pada gambar. Perhatikan tapak tangan anda, dengan ibu jari di sebelah atas, maka akan terlihat garis berbentuk I/\ & /\I (dalam angka arab, yang berarti: 18 & 81). Apa bila dijumlah 18 + 81 = 99. Kita tahu bahwa 99 adalah Asma ul Husna (Nama-nama Allah).
Jika tapak tangan kiri di atas tapak tangan kanan dibawah kemudian dikurangkan, maka menjadi: 81 - 18 = 63. Ini adalah umur Rasulullah Saw, dan juga umur manusia pada umumnya saat ini.
Bila 18 dan 81 ini dirangkaikan, maka terbentuk angka 1881. Angka ini adalah angka kelipatan 19 yang ke-99
( 19 x 99 = 1881 ). Seperti diketahui angka 19 adalah fenomena tersendiri dalam Al-Quran,
yang merupakan salah satu kemukjizatan al-Quran.

Perhatikan juga gambar di bawah ini :


(..)

ANGKA 19 DALAM AL QUR'AN dan Telapak Tangan

ANGKA 19 DALAM AL QUR'AN dan Telapak Tangan
Label: Spiritual

Pada surat ke-74 (Al Mudatsir) ayat : 30-31, yang artinya sbb :
“Yang atasnya ada sembilanbelas. …….., dan tidaklah Kami jadikan bilangan mereka itu (angka 19) melainkan untuk menjadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya, dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir berkata: Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai perumpamaan?”.

Keajaiban angka 19 di dalam kitab AlQur'an ini pertama kali ditemukan seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa. Hasil penemuannya ini didemonstrasikan ketika diselenggarakan Pameran Islam Sedunia di London pada tahun 1976 . Berikut cuplikan dari sebagian penemuannya tersebut :

1. “Bismillaahirrahmaanirraahiim” (dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) sebagai pembuka setiap surat dalam Al Qur'an ternyata terdiri dari 19 huruf (atau 19 X 1 ).

2. Bacaan ‘Basmalah’ terdiri dari kelompok kata : Ismi – Allah – Arrahman – Arrahim. Jumlah dari masing-masing kata tersebut dalam Quran ternyata selalu merupakan kelipatan angka 19.

Kata dalam Al Qur'an Jumlah Kelipatan 19
Ismi 19 19 X 1
Allah 2.698 19 X 142
Arrahman 57 19 X 3
Arrahim 114 19 X 6

Apabila faktor pengalinya dijumlahkan hasilnya juga merupakan kelipatan angka 19 , yaitu 1 + 142 + 3 + 6 = 152 (atau 19 X 8).

3. Jumlah total keseluruhan surat-surat dalam Quran sebanyak 114 surat (atau 19 X 6 ).

4. Bacaan ‘Basmalah’ dalam Quran ditemukan sebanyak 114 buah (atau 19 X 6 ), dengan perincian sbb: Sebanyak 113 buah ditemukan sebagai pembuka surat-surat kecuali surat ke-9 (At Taubah), sedangkan sebuah lagi ditemukan di surat ke-27 ayat : 30.

5. Dari point 4 di atas, ditemukan hubungan yang menarik antara surat ke-9 dan ke-27. Surat ke-27 ternyata merupakan surat yang ke-19 jika dihitung dari surat ke-9.


============ surat ke : 9, 10, 11, 12, ………………., 25, 26, 27
======= urutan surat ke : 1, 2, 3, 4, ………………., 17, 18, 19.

6. Surat ke-27 ayat : 30 tempat ditemukannya bacaan ‘Basmalah’. Jika nomor surat (27) dan nomor ayatnya (30) dijumlahkan , yaitu 27 + 30 = 57. Hasilnya merupakan kelipatan angka 19(atau 19 X 3 ).

7. Dari point 6, apabila bilangan surat-surat dijumlahkan mulai dari surat ke-9 s/d ke-27, (9+10+11+12+…+24+25+26+27) maka hasilnya adalah 342 (atau 19 X 18 ).

8. Wahyu pertama (Surat ke-96 ayat : 1-5 ) terdiri dari 19 kata (atau 19 X 1 ) dan 76 huruf (atau 19 X 4 )

9. Wahyu kedua (Surat ke-68 ayat : 1-9 ) terdiri dari 38 kata (atau 19 X 2 ).

10. Wahyu ketiga (Surat ke-73 ayat : 1-10 ) terdiri dari 57 kata (atau 19 X 3 ).

11. Wahyu terakhir (Surat ke-110 ) terdiri dari 19 kata (atau 19 X 1 ), dan ayat pertama dari Surat ke-110 tersebut terdiri dari 19 huruf (19X1).

12. Wahyu yang pertamakali menyatakan ke-Esaan Allah adalah wahyu ke-19 (Surat ke-112, Al Ikhlas)

13. Surat ke-96 tempat terdapatnya wahyu pertama, terdiri dari 19 ayat (atau 19 X 1 ) dan 304 huruf (atau 19 X 16 ). Selain itu juga ternyata surat ke-96 tersebut merupakan surat yang ke-19 bila diurut/ dihitung mundur dari belakang Quran.

=========== surat ke : 114, 113, 112, 111, ………………., 98, 97, 96
======= urutan surat ke : 1, 2, 3, 4, ………………., 17, 18, 19.

Bukti-bukti di atas menunjukkan bahwa Quran tersusun dengan perhitungan sistim kunci (interlocking system), sesuai maksud dari surat ke-85 ayat : 20, yang artinya : “Allah telah mengepung/ mengunci mereka dari belakang”.

14. Dari point 13, apabila bilangan surat-surat dijumlahkan mulai dari surat ke-114 s/d ke-96, (114+113+112+111+…+98+97+96) maka hasilnya adalah 1995 (atau 19 X 105 ).

15. Bagian tengah-tengah Quran jatuh pada Surat ke-18 (Al Kahfi) ayat : 19 (atau 19 X 1 ).

16. Penulis juga menemukan bukti bahwa surat-surat yang memiliki 8 (delapan) ayat dan 11 (sebelas) ayat ditemukan yang paling banyak dalam Quran, yakni masing-masing terdiri dari 5 (lima) buah surat. Disusul kemudian surat-surat yang memiliki 3 (tiga), 19 (sembilan belas), 29 (dua puluh sembilan), 30 (tiga puluh), dan 52 (lima puluh dua) ayat, yang masing-masing terdiri dari 3 (tiga) buah surat. Apabila dijumlahkan ayat-ayat tersebut sesuai dengan kelompoknya maka hasilnya merupakan kelipatan angka 19, yaitu sbb :

= surat ke: 94, 95, 98, 99, 102 masing-masing terdiri dari: 8 ayat
= surat ke: 62, 63, 93, 100, 101 masing-masing terdiri dari: 11 ayat
Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan : 8+11=19, (atau 19 X 1 )

== surat ke : 103, 108, 110 masing-masing terdiri dari: 3 ayat
== surat ke : 82, 87, 96 masing-masing terdiri dari: 19 ayat
== surat ke : 48, 57, 81 masing-masing terdiri dari: 29 ayat
== surat ke : 32, 67, 89 masing-masing terdiri dari: 30 ayat
== surat ke : 14, 68, 69 masing-masing terdiri dari: 52 ayat
Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan : 3+19+29+30+52=133, (atau 19X7).

17. Quran merupakan satu-satunya kitab suci di dunia ini yang memiliki tanda-tanda khusus (initials) berupa huruf-huruf (code letters) atau sebagaimana disebut dalam bahasa Arab “Muqatta-‘aat” yang artinya “kata singkatan”. Di dalam Quran terdapat sebanyak 29 (dua puluh sembilan) surat-surat yang diawali dengan 14 (empat belas) macam kombinasi dari 14 (empat belas) huruf-huruf “Muqatta-‘aat”. 14 huruf-huruf itu adalah : alif, lam, mim, ra’, kaf, ha’, yaa’, ain, shad, tha’, shin, qaf, nun, dan kha’.

14 macam kombinasi huruf adalah :
1. Alif, lam, mim
2. Kha, mim
3. Alif, lam, ro’
4. Alif, lam, mim, ro’
5. Tho’, sin
6. Tho’, sin, mim
7. Ya’, sin
8. Nun
9. Kaf, kha’, ya’, ain, shod
10. Alif, lam, mim, shod
11. Shod
12. Qof
13. Ain, sin, qof
14. Tho’, ha’

Ke - 29 surat-surat itu adalah : surat ke : 2, 3, 7, 10 11, 12, 13, 14, 15, 19, 20, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 36, 38, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 50, dan 68. Jika bilangan dari banyaknya huruf (14), banyaknya kombinasi (14), dan jumlah surat (29), maka hasilnya: 14 + 14 + 29 = 57. (atau 19 X 3 ).

18. Surat ke-68 diawali huruf ‘Nun’. Setelah diteliti jumlah huruf ‘Nun’ yang terdapat pada surat tersebut merupakan kelipatan 19.

Surat ke Jumlah kata‘Nun’ kelipatan 19
68 133 19 X 7

19. Surat ke-42 dan surat ke-50 diawali huruf ‘Qof’. Setelah diteliti huruf ‘Qof’ yang terdapat pada kedua surat tersebut sebanyak 114 huruf (atau 19 X 6 ). Ada yang berpendapat bahwa huruf ‘Qof’ ini singkatan dari kata ‘Quran’ karena Quran terdiri dari 114 surat.

Surat ke Jumlah kata ‘Qof’ kelipatan 19
42 57 19 X 3
50 57 19 X 3
Jumlah 114 19 X 6

20. Surat ke-42 diawali huruf ‘Ain’, ’Sin’, dan ‘Qof’. Setelah diteliti jumlah total ketiga huruf tersebut pada surat ke-42 merupakan kelipatan 19.

Surat ke ‘Ain’ ‘Sin’ ‘Qof’ Total kelipatan 19
42 98 54 57 209 19 X 11

21. Surat ke-36 (Yasin) diawali huruf ‘Ya’, dan ‘Sin’. Setelah diteliti jumlah total kedua huruf tersebut pada surat ke-36 merupakan kelipatan 19.

Surat ke ‘Ya’ ‘Sin’ Total kelipatan 19
36 237 48 285 19 X 15

22. Surat ke-13 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, ‘Mim’, dan ‘Ro’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-13 merupakan kelipatan 19.

Surat ke Alif’ Lam Mim Ro total kelipatan 19
13 605 480 260 137 1482 19 X 78

23. Surat ke-7 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, ‘Mim’, dan ‘Shod’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-7 merupakan kelipatan 19.

Surat ke Alif’ Lam Mim Shod total kelipatan 19
7 2529 1530 1164 97 5320 19 X 280

24. Surat ke-19 diawali huruf ‘Kaf’, ‘Kha’, ‘Ya’, Ain, dan ‘Shod’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-19 merupakan kelipatan 19.

Surat ke Kaf Kha Ya Ain Shod total kelipatan 19
19 137 175 343 117 26 798 19 X 42

25. Surat ke-7, 19, dan 38 diawali huruf ‘Shod’. Total jumlah huruf ‘Shod’ dalam ketiga surat tersebut ternyata merupakan kelipatan 19.

Surat ke Jumlah kata Shod kelipatan 19
7 97 -
19 26 -
38 29 -
Jumlah total 152 19 X 8

Ada hal yang menarik, yakni pada surat ke-7 ayat 69 ditemukan kata ‘basthatan’ (jika dieja terdiri dari huruf ba’, shod, tho’, ta’). Padahal lazimnya kata tersebut haruslah dieja dengan huruf ba’, sin, tho’, ta’ (contohnya pada surat ke-2 ayat 247). Menurut riwayat, pada saat turunnya ayat 69 tersebut Jibril menyuruh Nabi Muhammad menuliskan kata ‘basthatan’ dengan huruf shod, namun unsur huruf ‘shod’ itu tetap harus dibaca sebagai huruf ‘sin’, dan hal ini ditandai dengan huruf sin tersebut ditempatkan sebagai huruf kecil di atas huruf ‘shod’. Tampak sekali bahwa Allah memberi tambahan huruf ‘shod’ agar jumlahnya dalam Quran menjadi berkelipatan 19, sebab jika tidak maka jumlahnya berkurang menjadi 151.

26. Surat ke-40 s/d ke-46 diawali huruf ‘Kha’ dan Mim. Setelah diteliti jumlah total kedua huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.

Surat ke Kha Mim Jumlah kelipatan 19
40 64 380 - -
41 48 276 - -
42 53 300 - -
43 44 324 - -
44 16 150 - -
45 31 200 - -
46 36 225 - -
Jumlah 292 1855 2147 19 X 113

27. Surat ke-10, 11, 12, 14, dan 15 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, dan ‘Ro’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.

Surat ke Alif Lam Ro total kelipatan 19
10 1319 913 257 2489 19 X 131
11 1370 794 325 2489 19 X 131
12 1306 812 257 2375 19 X 125
14 585 452 160 1197 19 X 63
15 493 323 96 912 19 X 48

28. Surat ke-2, 3, 29, 30, 31, dan 32 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, dan ‘Mim’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.

Surat ke Alif Lam Min total kelipatan 19
2 4502 3202 2195 9899 19 X 521
3 2521 1892 1249 5662 19 X 298
29 774 554 344 1672 19 X 88
30 544 393 317 1254 19 X 66
31 347 297 173 817 19 X 43
32 257 155 158 570 19 X 30

29. Surat ke-19 diawali huruf kaf, ha’, ya’, ain, dan shod.
Surat ke-20 diawali huruf tho’ dan ha’.
Surat ke-26 diawali huruf tho’, sin, dan mim.
Surat ke-27 diawali huruf tho’ dan sin
Surat ke-28 diawali huruf tho’, sin, dan mim. Perhatikanlah hubungan berikut ini :

Surat ke Awal-an tho ha sin mim Jumlah (kelipatan 19)
19 kaf,ha,ya,'ain,shod x 175 x x
20 tho, ha 28 251 x x
26 tho, sin, mim 33 x 94 484
27 tho, sin 27 x 94 x
28 tho, sin , mim 19 x 102 460
Jumlah 107 426 290 944 1767 (19X93)

Lebih jauh tentang keistimewaan Angka 19 :

* Keistimewaan angka 19 dalam ilmu matematik dikenal sebagai salah satu ‘Bilangan Prima’ yakni bilangan yang tak habis dibagi dengan bilangan manapun kecuali dengan dirinya sendiri. Keistimewaan tersebut melambangkan bahwa sifat-Nya yang serba MAHA tidak dibagikan kepada siapapun juga kecuali bagi diri-Nya sendiri (Surat ke-112 ayat 3).
* Angka 19 terdiri dari angka 1 dan 9, dimana angka 1 merupakan bilangan pokok pertama dan angka 9 merupakan bilangan pokok terakhir dalam sistem perhitungan kita. Keistimewaan tersebut menunjukkan sifat Allah yakni 'Maha Awal dan Maha Akhir' (Surat ke-57 ayat : 3).
* Angka 1 melambangkan sifat-Nya yang 'Maha Esa' (surat ke-112 ayat 1), sedangkan angka 9 sebagai bilangan pokok terbesar melambangkan salah satu sifatnya yang ke-38 yaitu 'Maha Besar'.
* Dalam Kalender Tahun Komariyah (Sistem Peredaran Bulan), terjadinya Tahun Kabisat terjadi pada setiap 19 tahun sekali.
* Kerangka manusia yaitu : - tulang leher ada 7 ruas, tulang punggung ada 12 ruas, jadi jumlahnya 19 ruas. (Referensi: "Atlas Anatomi", Prof. Dr. Chr. P. Raven).
* Jumlah jari jemari anda mengandung keajaiban angka 19 ? (catatan: dengan mengabaikan ruas-ruas tulang pergelangan). Silakan anda hitung sendiri maka akan anda dapati sbb:

jari kelingking ==> ada empat ruas
jari manis ==> ada empat ruas
jari tengah ==> ada empat ruas
jari telunjuk ==> ada empat ruas
jari jempol (ibu jari) ==> ada tiga ruas
----------------------- +
( 4 + 4 + 4 + 4 + 3 ) Total jumlah = 19 ruas

Wallahu a’lam bissawab.


“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al Quran dan Kami pulalah yang tetap menjaganya.” (15 ayat 9)

“Yang tidak datang kepadanya (Quran) kesalahan/kekeliruan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (41 ayat 42)

“Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman-Nya yang membedakan antara yang benar dengan yang salah.” (86 ayat 13 )

“Dan bacakanlah apa yang diwahtukan kepadamu yaitu Kitab Tuhanmu (Quran). Tidak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari pada-Nya.” (18 ayat 27)

TELAPAK TANGAN


Setiap orang pasti mempunyai garis sebagaimana yang ada pada gambar. Perhatikan tapak tangan anda, dengan ibu jari di sebelah atas, maka akan terlihat garis berbentuk I/\ & /\I (dalam angka arab, yang berarti: 18 & 81). Apa bila dijumlah 18 + 81 = 99. Kita tahu bahwa 99 adalah Asma ul Husna (Nama-nama Allah).
Jika tapak tangan kiri di atas tapak tangan kanan dibawah kemudian dikurangkan, maka menjadi: 81 - 18 = 63. Ini adalah umur Rasulullah Saw, dan juga umur manusia pada umumnya saat ini.
Bila 18 dan 81 ini dirangkaikan, maka terbentuk angka 1881. Angka ini adalah angka kelipatan 19 yang ke-99
( 19 x 99 = 1881 ). Seperti diketahui angka 19 adalah fenomena tersendiri dalam Al-Quran,
yang merupakan salah satu kemukjizatan al-Quran.

Perhatikan juga gambar di bawah ini :


(..)

BAB III
GAMBARAN UMUM MADRASAH DINIYAH SALAFIYAH KARANG PAKEL
SUMBERAGUNG KLEGO KABUPATEN BOYOLALI

A.Gambaran Umum Madrasah Dinilah Salafiyah
1.Sejarah Singkat
Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel Sumberagung Kecamatan Klego Kabupaten Boyolali memiliki sejarah panjang. Pada awal berdirinya sekitar tahun 1990, Lembaga Pendidikan ini bermula dari sebuah halaqoh kecil disebuah surau atau mushola di dusun Karangpakel yang dipimpin oleh Bapak H.Mahali. Selama kurang lebih 3 tahun. Halaqoh ini terus berjalan dengan sistim pembelajaran Sorogan yang hanya mempelajari tata cara membaca Alqur’an.
Seiring dengan perjalanan waktu, anak-anak yang berusia 5-13 tahun dari Karangpakel dan sekitarnya dengan kesadarannya sendiri dan dengan dorongan orang tua berbondong-bondong bergabung pada halaqoh tersebut hingga Mushola yang kecil itupun setiap sore Ba’da Asyar dipenuhi anak-anak yang ingin belajar Alqur’an.
Dikarenakan sempitnya ruangan mushola dan terbatasnya tenaga pendidik akhirnya halaqoh tersebut di bagi kebeberapa kelompok dan tempat. Atas inisiatif para tokoh seperti H. Mahali, H. Muh.Nasir, Bapak Zubaidi,H. Thohir dan tokoh yang lain membentuk Tiem Tadarus untuk menampung banyaknya anak-anak yang ikut belajar Baca dan tulis Al-Qur’an, dengan metode Sorogan yang diterapkan selama 2 tahun anak-anak tersebut mampu membaca Alqur’an bahkan mampu menghatamkan bacaan Alqur’an 30 juz.
Pada Tahun 1994 atas inisiatif Bapak Abdul Karim, Drs. Sulaiman, H.Muhdi yang mana tokoh-tokoh tersebut adalah para Alumnus Pondok Pesantren Tremas Jawa Timur dan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dengan dukungan para sesepuh masyarakat mengubah sistim lama yang hanya sebatas Sorogan dan Tadarus dirubah kedalam sistim pendidikan klasikal keagamaan dalam forum Taman Pendidikan Alqur’an dengan tetap menggunakan sistim Sorogan. Mulai pada Tahun tersebut berdirilah Taman Pendidikan Al Qur’an Karangpakel yang berlokasi dimasjid dan mushola. Adapun materi-materi tambahan selain pelajaran pokok BTA adalah Ibadah, Akhlak, Sejarah Islam dan Tauhid.
Melihat perkembangan dan minat masyarakat Karangpakel dan sekitarnya akan pentingnya pendidikan agama seiring dengan tingkat kesadaran para praktisi pendidikan terutama warga Karangpakel yang merantau di Jakarta dan para dermawan, maka pada Tahun 1995 berkat tanah wakaf dari tanah atas nama milik Ibu Rowiyah seluas 450 MTs Negeri Klego dibangunlah sebuah gedung berlantai 2 yang megah untuk Lembaga pendidikan Agama. Setelah pembangunan selesai selama + 2 Tahun, dibentuklah sebuah kepengurusan Pendidikan Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel.
Sesuai dengan kondisi masyarakat yang senantiasa berkembang, pada tahun 1997 mulailah proses pembelajaran keagamaan pada Pendidikan Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel. Mulai berdirinya,Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel memiki jenjang pendidikan yang disesuaikan dengan kurikulum pendidikan Non Formal dan Pondok Pesantren yaitu TPA-A/Lanjutan, Madrasah Diniyah Tingkat Awwaliyah,dan al-Wustho.
Akhirnya pada perkembangan sampai saat ini Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel telah berstatus menjadi sebuah lembaga pendidikan Pesantren Salafiyah Assyafi’iyah.
Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel sampai saat ini adalah Madrasah Non formal yang tetap Eksis dalam program pembelajaran dan kurikulumnya dan merupakan Madrasah yang memiliki siswa terbanyak di Wilayah Kecamatan Klego bahkan Kabupaten Boyolali.
Pada awal tahun 2008 Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel dalam mengukuhkan status sebagai lembaga pendidikan Non formal telah memiliki Akta Notaris yang dapat dijadikan sebagai salah satu pegangan dalam pendidikan.

2.Letak Geografis
Secara geografis,letak Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel Sumberagung Klego Boyolali berada ditengah-tengah pedesaan yang asri dan sangat kondusif untuk proses pembelajaran agama.
Adapun letak Madrasah diniyah salafiyah karangpakel secara jelas dapat dikemukakan sebagai berikut:
a.Sebelah utara dibatasi persawahan milik warga (milik Hj.Aminah)
b.Sebelah selatan dibatasi dengan Jalan Raya Karangpakel-Ngegot
c.Sebelah Timur dibatasi Asrama Pengasuh Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel
d.Sebelah barat dibatasi Masjid ‘Ibadurrohman
Mengenahi kondisi iklim dilingkungan Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel ini tidak jauh berbeda dengan iklim diwilayah Kabupaten Boyolali pada umumnya,yaitu suhu udara yang sangat panas pada musim kemarau dan sangat dingin pada musim penghujan. Namun yang menjadi permasalahan sekolah bukan pada kondisi musim iklim,tetapi kondisi social ekonomi masyarakat setampat yang mayoritas tani dan perantau yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja sehingga perhatian terhadap pendidikan Agama anaknya relative kurang,maka dengan berdirinya Madrasah diniyah salafiyah karangpakel sedikit membantu para warga setempat untuk cendrung memasukkan anaknya kelembaga pendidikan agama tersebut.

3.Struktur Organisasi Madrasah

Struktur di atas satu sama lain saling berinteraksi (hubungan timbal balik) dalam melaksanakan tugas dan saling melengkapi. Mulai dari penasehat umum, kepala yayasan kepala madrasah merupakan salah satu figur yang memiliki potensial dalam meningkatkan kegiatan belajar mengejar. Proses pembelajaran sehari-hari merupakan tanggung jawab dari kepala sekolah, sehingga kepala secara maksimal berusaha untuk meningkatkan proses pembelajaran baik pelajaran umum maupun pelajaran agama.
Kepala madrasah tugas yang dilaksanakan memimpin seluruh pelaksanaan pendidikan dan pengajaran serta bertangung jawab seluruh kegiatan sekolah. Tugas utama Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel di antaranya :
a.Mengatur penyelanggaraan pendidikan.
b.Mengatur adminitrasi perkantoran .
c.Mengatur adminitrasi kepegawaian.
d.Mengatur adminitrasi keuwangan.
e.Mengatur adminitrasi sarana prasarana sekolah
f.Mengatur adminitrasi perpustakaan.
g.Mengatur adminitrasi rumah tangga sekolah.
h.Mengatur pembinaan kesiswaan.
i.Melakukan pengendalian seluruh kegiatan.
j.Melakukan tugas yang diberikan dari atasan.
Kepala madrasah di bantu oleh wakil kepala madrasah, wakil kepala madrasah tugas yang dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran di antaranya :
a.Mewakili kepala madrasah, baik kedalam maupun keluar apabila kepala sekolah berhalangan.
b.Membantu kepala madrasah khususnya dalam hal :
1)Pelaksanaan tata tertib sekolah dan disiplin Guru/karyawan dan siswa.
2)Urusan rumah tangga sekolah.
3)Kesejahteraan Guru/karyawan.
c.Membantu kepala madrasah dalam masalh mutasi murid.
d.Mengurusi B.P
e.Ikut serta mengurusi Ektra kurikiler.
Kemudian guru Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel memiliki tugas yang dilaksanakan, di antaranya :
a.Secara profesional, mendidik, mengajar, melatih, membina dan membimbing kearah kemajuan lahir batin.
b.Membantu program semester serta satuan pelajaran.
c.Melaksanakan jadwal pelajaran.
d.Mengavalusi kegiatan belajar mengajar.
e.Mengetahui kehadiran siswa.
f.Mengetahui jumlah dan nama serta identitas siswa.
g.Mengetahui masalah yang dihadapi siswa .
Wali kelas memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pembelajaran, diantaranya :
a.Bertugas mengelola kelas baik teknis adminidtrasi maupun edukatif, antara lain absent siswa, jurnal kelas, kebersihan kelas.
b.Membantu keberhasilan belajar anak.
c.Memberikan masukan pada guru BP dan petugas lain yang berkaitan.
Dengan demikian, susunan organisasi di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel satu dengan lainnya saling melengkapi dan saling melaksanakan tugas masing-masing sesuai profesi dan amanah yang di emban, sehingga kegiatan pembelajaran di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel betul-betul dapat dilaksanakan secara maksimal dan berusaha untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Susunan pengurus di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel merupakan ujung tombal dalam proses pembelajaran. Berhasil dan tidaknya kegiatan belajar mengajar salah satunya dipengaruhi oleh kinerja pengurus mulai dari penasihat sampai siswa.
Profesionalisme pengurus merupakan salah satu kunci utama di dalam melaksanakan tugas sehari-hari sesuai dengan bidang yang menjadikan amanat untuk dilaksanakan.

4.Denah Lokasi Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel
5.Sarana Dan Prasarana
Untuk menunjang pelaksanaan pendidikan,di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel memiliki 5 ruang kelas dan 1 ruang kantor guru dan dilengkapi kamar kecil yang berada di belakang gedung Madrasah Diniyah.
Khusus untuk memenuhi kebutuhan guru dalam pelaksanaan pembelajaran disediakan beberapa buku paket kitab-kitab salaf dan buku paket yang diterbitkan dari Departemen Agama gambar-gambar dan lain sebagainya..Karena keterbatasan dana,kebanyakan guru menbuat alat-alat peraga sendiri yang dibutuhkan untuk penunjang pembelajaran dikelas.
Sedangkan untuk mendukung keperluan keadminitrasian Madrsah Diniyah Salafiyah Karangpakel memiliki Sarana dan prasarana fisik sebagai berikut:

Tabel 1
Lokasi Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel
NoNama Keterangan
1Gedung 25 m2
2Halaman 15 m2
3Daya Listrik 900 Watt
4Pagar 15 m2

Tabel 2
Bangunan Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel
No Nama Jumlah Keterangan
1 Ruang Kepala Sekolah 1 Buah 6 m2
2 Ruang Guru dan Tata Usaha 1 Buah 20 m2
3 Aula 1 Buah 40 m2
4 Kamar kecil Guru 1 Buah 10 m2
5 Kamar Kecil Siswa 1 Buah 10 m2
6 Ruang Taman Bacaan 1 Buah 15 m2

Tabel 3
Inventaris Barang Madrasah Diniyah Salfiyah Karangpakel
No Nama Barang Jumlah Keterangan
1 Meja Guru Kelas 6 Buah Baik
2 Kursi Guru Kelas 6 Buah Baik
3 Meja Siswa 60 Buah Baik
4 Kursi - Siswa Lesehan
5 Meja dan Kursi tamu 1 Set Baik
6 Almari kantor 2 Buah Baik
7 Komputer 1 Unit Baik
8 Alat Musik Rebana 1 Set Cukup
9 Papan Tulis 6 Baik
10 Suond system 1 Unit Baik

Untuk menunjang kegiatan Ektra Kurikuler pada 2 ruang yang berada di lantai 2 di desain semi Aula yang mana disaat digunakan untuk kegiatan Ektra Kurikuler sekat pembatas ruangan di buka.
Secara umum sarana dan prasarana yang ada di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel masih belum memadai.Dan hal ini tugas para tokoh dan para warga masyarakat untuk membantu mewujudkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

6. Kondisi Guru, Karyawan dan Siswa
Secara keseluruhan jumlah guru dan karyawan yang ada di Madarasah Diniyah Salafiyah Karangpakel Sumberagung Klego Boyolali ini sebanyak 21 orang yang terdiri dari 1 Kepala Taman Pendidikan Alqur’an (TPA) 1 Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Tingkat Awwaliyah, dan 1 Kepala Madrasah Diniyah salafiyah Tingkat Al-Wustho. Sedangkan 18 oang guru lain bertugas sebagai pendidik dan sebagian merangkap sebagai Waka.Madrasah.Dari jumlah tenaga Pendidik (Educatif) tersebut hampir 70 % berlatar belakang pendidikan Pesantren dan Akademik,Sedangkan yang lainnya sebagian masih menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Dlam penyelenggaraan pendidikannya, Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel tidak beda dengan lembaga pendidikan Pesantren dan Pendidikan Non Formal lainnya yaitu sistem guru Mata Pelajaran.Meskipun tugas utama guru dalam melaksanakan pendidikan dan pembelajaran,namun untuk mewujudkan ketertiban dan kelancaran pendidikan Madrasah Diniyah salafiyah Karangpakel, mereka juga mendapat tugas tambahan sebagai Wali kelas yang bertugas melaksanakan pengelolaan kelas baik dari segi administrative maupun educatif.


B. Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel berjalan dengan baik di mulai jam pelajaran 07.00 hingga selesai yaitu jam 13.00 WIB, kecuali hari Jum’at pulang jam 11.00 WIB.. Terutama sebelum masuk wali kelas masing-masig mengordiner setiap kalas, dan sebelum pelajaran dimulai siswa disuruh membaca surat-surat penadek. ( Juz Ama ) yang dipimpin oleh ketua kelasanya dan kegiatan ini berjalan dengan lancar. Kemudian dalam pembelajaran pengembangan di isi dengan dengan kegiatan mengertikan kosa kata bahasa arab. Agara siswa dapat mengembangkan pikiranya dengan baik. Kalau untuk jamaah dhuhur setiap murid juga berjamah ada yang ke moshola.desa karena untuk mushola. di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel sendiri belum mencukupi untuk peralatan ibadah siswa membaca dari rumah sendiri karena fasilitas sekolahan belum memandai / mencukupi.
Proses pembelajaran pendidikan agama Islam di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel diprioritaskan, khususnya pelajaran Fiqih yang memberikan materi ibadah shalat, baik secara teori maupun praktik. Siswa setelah mendapatkan pelajaran Fiqih terutama dalam sub pembahasan ibadah shalat, guru memberikan secara maksimal supaya siswa mampu mengerjakan ibadah shalat secara baik dan benar. Proses pembelajaran ibadah shalat, terlebih dahulu siswa diberikan pelajaran secara teori dan di suruh menghafal khususnya tentang bacaan-bacaan shalat, setelah siswa hafal baik bacaan maupun gerakan shalat, kemudian dilakukan praktik shalat baik secara berjamaah maupun dengan sendiri-sendiri. Pada waktu praktik siswa di suruh membaca bacaan shalat secara keras. Hal ini dimaksudkan guru akan mudah mengontrol siswa apakah sudah mampu menghafal lafal-lafal shalat atau belum. Jika belum mampu atau masih banyak yang salah, siswa tersebut diberikan pembinaan sampai betul-betul dapat melafalkan bacaan-bacaan shalat.
Setelah siswa mampu mengerjakan shalat baik bacaan dan gerakan-gerakan shalat sempurna diharapkan siswa berusaha secara maksimal untuk menanggulangi perilaku yang menyimpang. Sebab tujuan melaksanakan ibadah shalat adalah untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar. Selama ini siswa Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel secara keseluruhan belum ada yang dinilai menyimpang perilaku yang menyimpang, karena setiap gerak-gerik siswa yang sekiranya mencurigakan selalu di awasi dan diberikan pembinaan secara maksimal, sehingga siswa akan terjaga dari hal-hal yang menyimpang. Guru agama dan guru yang lain di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel saling bekerja sama untuk memberikan pembinaan pada siswa untuk selalu berbuat kebajikan dan mencegah kemungkaran, hal itu mudah diterima oleh siswa karena dari rumah sudah mendapat bekal bimbingan dari orang tua.

C. Pengaruh Ibadah Shalat terhadap Pembentukan Akhlak Siswa
Pelaksanaan ibadah shalat bagi siswa Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel secara langsung dapat membentuk akhlak siswa. Hal ini mengandung pengertian, bahwa siswa Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel setelah diberikan bimbingan ibadah shalat, kemudian berusaha secara maksimal untuk melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari sesuai kemampuannya. Karena shalat memiliki tujuan untuk membentuk insan dalam ber amar makruf nahi mungkar, selanjutnya siswa berusaha secara maksimal setelah melaksanakan ibadah shalat untuk berakhlak yang baik. Misalnya dengan sesama siswa saling menghormati, sopan santun, berakhlak yang baik dengan sesama dan menunjukkan pada hal-hal yang positif dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel secara umum merupakan siswa yang taat melaksanakan ibadah shalat. Ketaatan siswa melaksanakan ibadah shalat merupakan salah satu modal awal dalam membentuk akhlak siswa yang lebih baik serta positif.

D.Penyajian Data
Penyajian data dalam penelitian di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel terbagi ke dalam dua variabel yaitu :

1.Ibadah shalat
Untuk mengetahui ibadah shalat siswa Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel kelas III dan kelas IV dilakukan penilaian dari praktik shalat yang dinilai sebagai berikut :
a.Gerakan shalat
b.Bacaan shalat
c.Tata tertib / urutan
Penilaian Ibadah shalat siswa kelas III dan kelas IV Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel dapat dilihat pada lampiran.

2.Pembentukan Akhlak Siswa
Pembentukan akhlak siswa yang di maksud dalam penelitian ini adalah pembentukan akhlak siswa Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel setelah melaksanakan ibadah shalat. Pengumpulan data mengenai pembentukan akhlak siswa Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel diperoleh dengan menyebar angket terhadap sampel yang sebelumnya telah ditentukan dalam penelitian. (nilai penyebaran angket dapat di lihat pada lampiran).

SKRIPSIKU 2

BAB III
GAMBARAN UMUM MADRASAH DINIYAH SALAFIYAH KARANG PAKEL
SUMBERAGUNG KLEGO KABUPATEN BOYOLALI

A.Gambaran Umum Madrasah Dinilah Salafiyah
1.Sejarah Singkat
Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel Sumberagung Kecamatan Klego Kabupaten Boyolali memiliki sejarah panjang. Pada awal berdirinya sekitar tahun 1990, Lembaga Pendidikan ini bermula dari sebuah halaqoh kecil disebuah surau atau mushola di dusun Karangpakel yang dipimpin oleh Bapak H.Mahali. Selama kurang lebih 3 tahun. Halaqoh ini terus berjalan dengan sistim pembelajaran Sorogan yang hanya mempelajari tata cara membaca Alqur’an.
Seiring dengan perjalanan waktu, anak-anak yang berusia 5-13 tahun dari Karangpakel dan sekitarnya dengan kesadarannya sendiri dan dengan dorongan orang tua berbondong-bondong bergabung pada halaqoh tersebut hingga Mushola yang kecil itupun setiap sore Ba’da Asyar dipenuhi anak-anak yang ingin belajar Alqur’an.
Dikarenakan sempitnya ruangan mushola dan terbatasnya tenaga pendidik akhirnya halaqoh tersebut di bagi kebeberapa kelompok dan tempat. Atas inisiatif para tokoh seperti H. Mahali, H. Muh.Nasir, Bapak Zubaidi,H. Thohir dan tokoh yang lain membentuk Tiem Tadarus untuk menampung banyaknya anak-anak yang ikut belajar Baca dan tulis Al-Qur’an, dengan metode Sorogan yang diterapkan selama 2 tahun anak-anak tersebut mampu membaca Alqur’an bahkan mampu menghatamkan bacaan Alqur’an 30 juz.
Pada Tahun 1994 atas inisiatif Bapak Abdul Karim, Drs. Sulaiman, H.Muhdi yang mana tokoh-tokoh tersebut adalah para Alumnus Pondok Pesantren Tremas Jawa Timur dan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dengan dukungan para sesepuh masyarakat mengubah sistim lama yang hanya sebatas Sorogan dan Tadarus dirubah kedalam sistim pendidikan klasikal keagamaan dalam forum Taman Pendidikan Alqur’an dengan tetap menggunakan sistim Sorogan. Mulai pada Tahun tersebut berdirilah Taman Pendidikan Al Qur’an Karangpakel yang berlokasi dimasjid dan mushola. Adapun materi-materi tambahan selain pelajaran pokok BTA adalah Ibadah, Akhlak, Sejarah Islam dan Tauhid.
Melihat perkembangan dan minat masyarakat Karangpakel dan sekitarnya akan pentingnya pendidikan agama seiring dengan tingkat kesadaran para praktisi pendidikan terutama warga Karangpakel yang merantau di Jakarta dan para dermawan, maka pada Tahun 1995 berkat tanah wakaf dari tanah atas nama milik Ibu Rowiyah seluas 450 MTs Negeri Klego dibangunlah sebuah gedung berlantai 2 yang megah untuk Lembaga pendidikan Agama. Setelah pembangunan selesai selama + 2 Tahun, dibentuklah sebuah kepengurusan Pendidikan Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel.
Sesuai dengan kondisi masyarakat yang senantiasa berkembang, pada tahun 1997 mulailah proses pembelajaran keagamaan pada Pendidikan Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel. Mulai berdirinya,Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel memiki jenjang pendidikan yang disesuaikan dengan kurikulum pendidikan Non Formal dan Pondok Pesantren yaitu TPA-A/Lanjutan, Madrasah Diniyah Tingkat Awwaliyah,dan al-Wustho.
Akhirnya pada perkembangan sampai saat ini Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel telah berstatus menjadi sebuah lembaga pendidikan Pesantren Salafiyah Assyafi’iyah.
Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel sampai saat ini adalah Madrasah Non formal yang tetap Eksis dalam program pembelajaran dan kurikulumnya dan merupakan Madrasah yang memiliki siswa terbanyak di Wilayah Kecamatan Klego bahkan Kabupaten Boyolali.
Pada awal tahun 2008 Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel dalam mengukuhkan status sebagai lembaga pendidikan Non formal telah memiliki Akta Notaris yang dapat dijadikan sebagai salah satu pegangan dalam pendidikan.

2.Letak Geografis
Secara geografis,letak Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel Sumberagung Klego Boyolali berada ditengah-tengah pedesaan yang asri dan sangat kondusif untuk proses pembelajaran agama.
Adapun letak Madrasah diniyah salafiyah karangpakel secara jelas dapat dikemukakan sebagai berikut:
a.Sebelah utara dibatasi persawahan milik warga (milik Hj.Aminah)
b.Sebelah selatan dibatasi dengan Jalan Raya Karangpakel-Ngegot
c.Sebelah Timur dibatasi Asrama Pengasuh Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel
d.Sebelah barat dibatasi Masjid ‘Ibadurrohman
Mengenahi kondisi iklim dilingkungan Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel ini tidak jauh berbeda dengan iklim diwilayah Kabupaten Boyolali pada umumnya,yaitu suhu udara yang sangat panas pada musim kemarau dan sangat dingin pada musim penghujan. Namun yang menjadi permasalahan sekolah bukan pada kondisi musim iklim,tetapi kondisi social ekonomi masyarakat setampat yang mayoritas tani dan perantau yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja sehingga perhatian terhadap pendidikan Agama anaknya relative kurang,maka dengan berdirinya Madrasah diniyah salafiyah karangpakel sedikit membantu para warga setempat untuk cendrung memasukkan anaknya kelembaga pendidikan agama tersebut.

3.Struktur Organisasi Madrasah

Struktur di atas satu sama lain saling berinteraksi (hubungan timbal balik) dalam melaksanakan tugas dan saling melengkapi. Mulai dari penasehat umum, kepala yayasan kepala madrasah merupakan salah satu figur yang memiliki potensial dalam meningkatkan kegiatan belajar mengejar. Proses pembelajaran sehari-hari merupakan tanggung jawab dari kepala sekolah, sehingga kepala secara maksimal berusaha untuk meningkatkan proses pembelajaran baik pelajaran umum maupun pelajaran agama.
Kepala madrasah tugas yang dilaksanakan memimpin seluruh pelaksanaan pendidikan dan pengajaran serta bertangung jawab seluruh kegiatan sekolah. Tugas utama Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel di antaranya :
a.Mengatur penyelanggaraan pendidikan.
b.Mengatur adminitrasi perkantoran .
c.Mengatur adminitrasi kepegawaian.
d.Mengatur adminitrasi keuwangan.
e.Mengatur adminitrasi sarana prasarana sekolah
f.Mengatur adminitrasi perpustakaan.
g.Mengatur adminitrasi rumah tangga sekolah.
h.Mengatur pembinaan kesiswaan.
i.Melakukan pengendalian seluruh kegiatan.
j.Melakukan tugas yang diberikan dari atasan.
Kepala madrasah di bantu oleh wakil kepala madrasah, wakil kepala madrasah tugas yang dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran di antaranya :
a.Mewakili kepala madrasah, baik kedalam maupun keluar apabila kepala sekolah berhalangan.
b.Membantu kepala madrasah khususnya dalam hal :
1)Pelaksanaan tata tertib sekolah dan disiplin Guru/karyawan dan siswa.
2)Urusan rumah tangga sekolah.
3)Kesejahteraan Guru/karyawan.
c.Membantu kepala madrasah dalam masalh mutasi murid.
d.Mengurusi B.P
e.Ikut serta mengurusi Ektra kurikiler.
Kemudian guru Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel memiliki tugas yang dilaksanakan, di antaranya :
a.Secara profesional, mendidik, mengajar, melatih, membina dan membimbing kearah kemajuan lahir batin.
b.Membantu program semester serta satuan pelajaran.
c.Melaksanakan jadwal pelajaran.
d.Mengavalusi kegiatan belajar mengajar.
e.Mengetahui kehadiran siswa.
f.Mengetahui jumlah dan nama serta identitas siswa.
g.Mengetahui masalah yang dihadapi siswa .
Wali kelas memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pembelajaran, diantaranya :
a.Bertugas mengelola kelas baik teknis adminidtrasi maupun edukatif, antara lain absent siswa, jurnal kelas, kebersihan kelas.
b.Membantu keberhasilan belajar anak.
c.Memberikan masukan pada guru BP dan petugas lain yang berkaitan.
Dengan demikian, susunan organisasi di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel satu dengan lainnya saling melengkapi dan saling melaksanakan tugas masing-masing sesuai profesi dan amanah yang di emban, sehingga kegiatan pembelajaran di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel betul-betul dapat dilaksanakan secara maksimal dan berusaha untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Susunan pengurus di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel merupakan ujung tombal dalam proses pembelajaran. Berhasil dan tidaknya kegiatan belajar mengajar salah satunya dipengaruhi oleh kinerja pengurus mulai dari penasihat sampai siswa.
Profesionalisme pengurus merupakan salah satu kunci utama di dalam melaksanakan tugas sehari-hari sesuai dengan bidang yang menjadikan amanat untuk dilaksanakan.

4.Denah Lokasi Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel
5.Sarana Dan Prasarana
Untuk menunjang pelaksanaan pendidikan,di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel memiliki 5 ruang kelas dan 1 ruang kantor guru dan dilengkapi kamar kecil yang berada di belakang gedung Madrasah Diniyah.
Khusus untuk memenuhi kebutuhan guru dalam pelaksanaan pembelajaran disediakan beberapa buku paket kitab-kitab salaf dan buku paket yang diterbitkan dari Departemen Agama gambar-gambar dan lain sebagainya..Karena keterbatasan dana,kebanyakan guru menbuat alat-alat peraga sendiri yang dibutuhkan untuk penunjang pembelajaran dikelas.
Sedangkan untuk mendukung keperluan keadminitrasian Madrsah Diniyah Salafiyah Karangpakel memiliki Sarana dan prasarana fisik sebagai berikut:

Tabel 1
Lokasi Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel
NoNama Keterangan
1Gedung 25 m2
2Halaman 15 m2
3Daya Listrik 900 Watt
4Pagar 15 m2

Tabel 2
Bangunan Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel
No Nama Jumlah Keterangan
1 Ruang Kepala Sekolah 1 Buah 6 m2
2 Ruang Guru dan Tata Usaha 1 Buah 20 m2
3 Aula 1 Buah 40 m2
4 Kamar kecil Guru 1 Buah 10 m2
5 Kamar Kecil Siswa 1 Buah 10 m2
6 Ruang Taman Bacaan 1 Buah 15 m2

Tabel 3
Inventaris Barang Madrasah Diniyah Salfiyah Karangpakel
No Nama Barang Jumlah Keterangan
1 Meja Guru Kelas 6 Buah Baik
2 Kursi Guru Kelas 6 Buah Baik
3 Meja Siswa 60 Buah Baik
4 Kursi - Siswa Lesehan
5 Meja dan Kursi tamu 1 Set Baik
6 Almari kantor 2 Buah Baik
7 Komputer 1 Unit Baik
8 Alat Musik Rebana 1 Set Cukup
9 Papan Tulis 6 Baik
10 Suond system 1 Unit Baik

Untuk menunjang kegiatan Ektra Kurikuler pada 2 ruang yang berada di lantai 2 di desain semi Aula yang mana disaat digunakan untuk kegiatan Ektra Kurikuler sekat pembatas ruangan di buka.
Secara umum sarana dan prasarana yang ada di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel masih belum memadai.Dan hal ini tugas para tokoh dan para warga masyarakat untuk membantu mewujudkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

6. Kondisi Guru, Karyawan dan Siswa
Secara keseluruhan jumlah guru dan karyawan yang ada di Madarasah Diniyah Salafiyah Karangpakel Sumberagung Klego Boyolali ini sebanyak 21 orang yang terdiri dari 1 Kepala Taman Pendidikan Alqur’an (TPA) 1 Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Tingkat Awwaliyah, dan 1 Kepala Madrasah Diniyah salafiyah Tingkat Al-Wustho. Sedangkan 18 oang guru lain bertugas sebagai pendidik dan sebagian merangkap sebagai Waka.Madrasah.Dari jumlah tenaga Pendidik (Educatif) tersebut hampir 70 % berlatar belakang pendidikan Pesantren dan Akademik,Sedangkan yang lainnya sebagian masih menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Dlam penyelenggaraan pendidikannya, Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel tidak beda dengan lembaga pendidikan Pesantren dan Pendidikan Non Formal lainnya yaitu sistem guru Mata Pelajaran.Meskipun tugas utama guru dalam melaksanakan pendidikan dan pembelajaran,namun untuk mewujudkan ketertiban dan kelancaran pendidikan Madrasah Diniyah salafiyah Karangpakel, mereka juga mendapat tugas tambahan sebagai Wali kelas yang bertugas melaksanakan pengelolaan kelas baik dari segi administrative maupun educatif.


B. Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel berjalan dengan baik di mulai jam pelajaran 07.00 hingga selesai yaitu jam 13.00 WIB, kecuali hari Jum’at pulang jam 11.00 WIB.. Terutama sebelum masuk wali kelas masing-masig mengordiner setiap kalas, dan sebelum pelajaran dimulai siswa disuruh membaca surat-surat penadek. ( Juz Ama ) yang dipimpin oleh ketua kelasanya dan kegiatan ini berjalan dengan lancar. Kemudian dalam pembelajaran pengembangan di isi dengan dengan kegiatan mengertikan kosa kata bahasa arab. Agara siswa dapat mengembangkan pikiranya dengan baik. Kalau untuk jamaah dhuhur setiap murid juga berjamah ada yang ke moshola.desa karena untuk mushola. di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel sendiri belum mencukupi untuk peralatan ibadah siswa membaca dari rumah sendiri karena fasilitas sekolahan belum memandai / mencukupi.
Proses pembelajaran pendidikan agama Islam di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel diprioritaskan, khususnya pelajaran Fiqih yang memberikan materi ibadah shalat, baik secara teori maupun praktik. Siswa setelah mendapatkan pelajaran Fiqih terutama dalam sub pembahasan ibadah shalat, guru memberikan secara maksimal supaya siswa mampu mengerjakan ibadah shalat secara baik dan benar. Proses pembelajaran ibadah shalat, terlebih dahulu siswa diberikan pelajaran secara teori dan di suruh menghafal khususnya tentang bacaan-bacaan shalat, setelah siswa hafal baik bacaan maupun gerakan shalat, kemudian dilakukan praktik shalat baik secara berjamaah maupun dengan sendiri-sendiri. Pada waktu praktik siswa di suruh membaca bacaan shalat secara keras. Hal ini dimaksudkan guru akan mudah mengontrol siswa apakah sudah mampu menghafal lafal-lafal shalat atau belum. Jika belum mampu atau masih banyak yang salah, siswa tersebut diberikan pembinaan sampai betul-betul dapat melafalkan bacaan-bacaan shalat.
Setelah siswa mampu mengerjakan shalat baik bacaan dan gerakan-gerakan shalat sempurna diharapkan siswa berusaha secara maksimal untuk menanggulangi perilaku yang menyimpang. Sebab tujuan melaksanakan ibadah shalat adalah untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar. Selama ini siswa Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel secara keseluruhan belum ada yang dinilai menyimpang perilaku yang menyimpang, karena setiap gerak-gerik siswa yang sekiranya mencurigakan selalu di awasi dan diberikan pembinaan secara maksimal, sehingga siswa akan terjaga dari hal-hal yang menyimpang. Guru agama dan guru yang lain di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel saling bekerja sama untuk memberikan pembinaan pada siswa untuk selalu berbuat kebajikan dan mencegah kemungkaran, hal itu mudah diterima oleh siswa karena dari rumah sudah mendapat bekal bimbingan dari orang tua.

C. Pengaruh Ibadah Shalat terhadap Pembentukan Akhlak Siswa
Pelaksanaan ibadah shalat bagi siswa Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel secara langsung dapat membentuk akhlak siswa. Hal ini mengandung pengertian, bahwa siswa Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel setelah diberikan bimbingan ibadah shalat, kemudian berusaha secara maksimal untuk melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari sesuai kemampuannya. Karena shalat memiliki tujuan untuk membentuk insan dalam ber amar makruf nahi mungkar, selanjutnya siswa berusaha secara maksimal setelah melaksanakan ibadah shalat untuk berakhlak yang baik. Misalnya dengan sesama siswa saling menghormati, sopan santun, berakhlak yang baik dengan sesama dan menunjukkan pada hal-hal yang positif dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel secara umum merupakan siswa yang taat melaksanakan ibadah shalat. Ketaatan siswa melaksanakan ibadah shalat merupakan salah satu modal awal dalam membentuk akhlak siswa yang lebih baik serta positif.

D.Penyajian Data
Penyajian data dalam penelitian di Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel terbagi ke dalam dua variabel yaitu :

1.Ibadah shalat
Untuk mengetahui ibadah shalat siswa Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel kelas III dan kelas IV dilakukan penilaian dari praktik shalat yang dinilai sebagai berikut :
a.Gerakan shalat
b.Bacaan shalat
c.Tata tertib / urutan
Penilaian Ibadah shalat siswa kelas III dan kelas IV Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel dapat dilihat pada lampiran.

2.Pembentukan Akhlak Siswa
Pembentukan akhlak siswa yang di maksud dalam penelitian ini adalah pembentukan akhlak siswa Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel setelah melaksanakan ibadah shalat. Pengumpulan data mengenai pembentukan akhlak siswa Madrasah Diniyah Salafiyah Karangpakel diperoleh dengan menyebar angket terhadap sampel yang sebelumnya telah ditentukan dalam penelitian. (nilai penyebaran angket dapat di lihat pada lampiran).

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
Sebagai seorang muslim salah satunya memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mendekatkan diri kepada Allah swt, salah satunya yaitu mengerjakan ibadah shalat baik shalat wajib sehari semalam 5 waktu maupun shalat sunat lainnya. Dinamakan ibadah shalat, karena ajaran-ajarannya telah syariatkan oleh Allah Swt, bagi yang melaksanakan ibadah shalat dengan iman pada akhirnya mendapatkan imbalan pahala dari Allah SWT yang berlipat ganda di akhirat kelak. Shalat ialah suatu perbuatan disertai ucapan-ucapan dengan cara-cara yang tertentu yang dimulai dengan takbir dan dihabisi dengan salam dengan niat untuk bersujud ke hadirat Allah SWT,. Takbir ialah membaca “Allahu Akbar”
Allah berfirman dalam QS. Al ‘Angkabut ayat 45 :
                        
Artinya : Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ibadah shalat merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki hubungan langsung di antara manusia dengan Allah Swt, artinya di dalam melaksanakan ibadah shalat telah ditentukan dan ditetapkan hukum-hukum syariat yang disesuaikan dengan kondisi umat. Dalam QS. Al ‘Angkabut ayat 45, secara tegas Allah menjelaskan bahwa ibadah shalat merupakan bentuk pengabdian untuk mengingat kebesaran Allah. Setelah mengingat kebesaran Allah, setelah melaksanakan ibadah shalat, diharapkan dalam kehidupan sehari-hari dapat merealisasikan ucapan shalat khususnya dalam amar ma’ruf nahi mungkar. Kedudukan shalat dalam agama adalah bahwa shalat itu maha penting bagi kehidupan manusia. Shalat yang dijalankan dengan sungguh-sungguh dapat mencegah manusia dari kemungkaran.
Anak merupakan tanggung jawab bersama baik orang tua, guru dan tokoh agama di dalam memberikan bimbingan shalat. Ketika anak berada di rumah, menjadikan tanggung jawab sepenuhnya orang tua dalam memberikan bimbingan ibadah shalat yang dapat dilakukan dengan memberikan bimbingan secara teori dan selanjutnya orang tua membiasakan diri untuk melaksanakan shalat berjamaah di rumah. Ketika anak berada di bangku sekolah, guru agama memiliki peranan yang penting dalam memberikan bimbingan tentang ibadah shalat yang disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku. Bimbingan secara teori dapat dilakukan dalam kelas yaitu guru menjelaskan dengan ceramah, sedangkan siswa mendengarkan dan memahami. Selain metode ceramah, metode demonstrasi dapat dilakukan dengan cara guru memberikan bimbingan bagaimana tata cara melaksanakan shalat wajib secara baik dan benar serta tertib yang dapat dilakukan di masjid atau di aula yang disediakan oleh sekolah.
Pemberian bimbingan shalat merupakan salah satu penjabaran dari surat al-Nisa’ ayat 58 yang menekankan pada penyampaian amanah kepada yang berhak menerima.
 •           ••     •      •     

Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.
Membentuk akhlak siswa bukan pekerjaan yang mudah dilaksanakan, sehingga di dalam membentuk akhlak siswa harus diadakan kerjasama yang baik di antara orang tua siswa, guru, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Dari berbagai unsur memiliki keterlibatan yang sama dalam memberikan bimbingan siswa pada akhirnya memiliki dampak yang positif bagi perkembangan dan pemahaman siswa di dalam mempelajari, memahami dan melaksanakan ajaran agama Islam khususnya dalam pelaksanaan ibadah shalat. Ketika siswa berada di sekolah, menjadi tugas dan tanggung jawab guru dalam memberikan pengajaran. Mengajar pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar atau mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan terjadinya proses belajar. Keberadaan guru pendidikan agama Islam bagi suatu bangsa amatlah penting, apalagi bagi suatu bangsa yang sedang membangun, terlebih-lebih lagi bagi keberlangsungan hidup bangsa di tengah-tengah lintasan perjalanan zaman dengan teknologi yang kian canggih dan moderen serta segala perubahan, pergeseran nilai yang cenderung memberi nuansa kepada kehidupan yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar dinamik untuk dapat mengadaptasikan diri. Guru pendidikan agama Islam dalam dunia pendidikan dituntut untuk pro aktif dalam melaksanakan tugasnya, supaya bimbingan yang diberikan kepada siswa dapat mencapai sasaran yang diharapkan.
Membimbing merupakan pekerjaan yang memerlukan kesabaran dan ketulusan serta kasih sayang. Guru Pendidikan Agama dalam memberikan pelajaran kepada siswa terutama dalam hal pembelajaran ibadah shalat harus ditekankan dan diutamakan, sebab ibadah shalat merupakan salah satu ibadah yang wajib dilaksanakan baik laki-laki maupun perempuan yang sudah baliq. Sebagai guru pendidikan agama Islam memiliki potensi yang kuat di dalam mempengaruhi siswa untuk berakhlak yang baik, artinya setiap siswa memiliki tingkat akhlak yang berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh latar belakang pendidikan orang tua yang berbeda-beda dan tingkat pemahaman dan pelaksanaan agama yang memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Sebagai suri tauladan yang baik dalam agama Islam yaitu Rasulullah Saw, yang telah memberikan contoh untuk diteladani bagi pengikutnya. Hal ini senada dengan firman Allah SWT, dalam QS. al-Qalam ayat 4 :
    
Artinya : Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
    • 
Artinya : (agama kami) Ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu.

Sesuai dengan ayat Al Qur’an tersebut di atas, pada prinsipnya kamu dalam QS. al-Qalam ayat 4 ditujukan kepada Nabi Muhammad Saw, yang dapat dijadikan sebagai sosok yang mampu memberikan suri tauladan yang baik bagi pemeluknya. Hal ini mengandung maksud, bahwa pelaksanaan ibadah shalat yang dilakukan secara iman dan taqwa dengan mengharap ridha Allah SWT, yang selanjutnya dalam kehidupan sehari-hari ucapan-ucapan shalat diupayakan untuk dilaksanakan secara maksimal, memiliki dampak yang positif terutama akan terbentuk akhlak yang baik.
Jika di tengah ke lembaga pendidikan formal baik umum maupun Islam, sudah memiliki kurikulum tersendiri pada pelajaran pendidikan agama Islam sub pembahasan ibadah shalat baik secara teori maupun praktik. Guru pendidikan agama Islam salah satu guru yang memiliki tugas dan tanggung jawab memberikan pelajaran teori dan praktik shalat, sehingga diharapkan siswa setelah selesai mengikuti pendidikan dalam kurun waktu tertentu siswa mampu melaksanakan ibadah shalat secara baik dan benar. Selain siswa sudah melaksanakan shalat secara baik dan benar, siswa akan berupaya secara maksimal untuk melaksanakan ajaran agama Islam baik yang tergolong suruhan untuk dilaksanakan maupun larangan untuk ditinggalkan.
Jadi pelaksanaan ibadah shalat dapat membentuk akhlak siswa. Hal ini disebabkan setelah siswa mengikuti pelajaran baik teori maupun praktik shalat, selanjutnya di dukung oleh keberadaan orang tua yang taat melaksanakan shalat secara berjamaah baik di rumah maupun di masjid, begitu juga teman sejawat siswa rajin taat ke masjid pada sore dan malam hari untuk melaksanakan ibadah shalat berjamaah. Hal ini secara langsung dapat mempengaruhi siswa untuk taat dalam beribadah shalat.
Siswa yang taat melaksanakan shalat secara langsung mempengaruhi dirinya untuk berakhlak yang baik. Misalnya berusaha untuk berbicara yang baik, sopan santun, taat terhadap perintah agama dan orang tua. Terbentuknya akhlak siswa dapat dilihat dari perilaku yang baik atau ketekunan siswa melaksanakan ibadah shalat. Hal ini merupakan kebanggaan bagi setiap orang tua yang memiliki anak, karena anak taat dan patuh terhadap ajaran agama terutama rajin melaksanakan shalat walaupun tidak di suruh. Jika anak sudah terbiasa melaksanakan ibadah shalat, hal ini merupakan salah satu kebanggaan tersendiri bagi orang tua, sehingga orang tua tinggal memberikan bimbingan dan motivasi secara terus menerus dan berkesinambungan sampai anak dewasa.
Pada akhirnya penulis tertarik dan akan meneliti secara dekat yang di tuangkan dalam penulisan proposal skripsi dengan judul : Pengaruh Ibadah Shalat Terhadap Pemembentukan Akhlak Siswa Kelas III Dan IV Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumberagung Klego Tahun 2009/2010

B.Penegasan Istilah
1.Pengaruh
Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu, orang, beda dan sebagainya yang berkuasa atau yang berkekuatan gaib dan sebagainya. Pengaruh dalam penelitian ini adalah pengaruh ibadah shalat terhadap pembentukan akhlak siswa kelas III dan IV Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel.


2.Ibadah Shalat
Ibadah merupakan segala sesuatu apabila dikerjakan mendapatkan imbalan pahala. Shalat ialah : “suatu perbuatan disertai ucapan-ucapan dengan cara-cara tertentu, yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam dengan niat untuk bersujud ke hadirat Allah Swt. Takbir ialah membaca Allahu Akbar”. Ibadah shalat merupakan rukun Islam yang ke 2. Shalat adalah kewajiban dari Allah Ta’ala kepada setiap orang mukmin, sebab Allah Ta’ala memerintahkannya dalam banyak sekali firman-firmannya.

3.Pembentukan
Pembentukan berasal dari kata dasar bentuk mendapat awalan pe dan akhiran an. Bentuk : “lengkung, keluk, lentur, wujud, rupa”. Pembentukan dalam penelitian ini yang dimaksudkan adalah wujud nyata siswa dalam berakhlak.

4.Akhlak Siswa
Akhlak : “budi pekerti; kelakuan”. Siswa : “pelajar pada akdemik atau perguruan tinggi”. Jadi akhlak siswa merupakan budi pekerti atau tingkah laku siswa yang dilakukan setiap hari dalam pergaulan sehari-hari.

5.Kelas III dan IV Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Klego
Kelas III dan IV merupakan salah satu kelas dalam lembaga pendidikan formal yang ada di Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Klego.Tahun 2010
Tahun pelajaran 2009/2010 merupakan tahun berjalan proses belajar pada lembaga pendidikan formal.
Pengaruh ibadah shalat terhadap pembentukan akhlak siswa kelas III dan IV Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumberagung Klego tahun 2009/2010 dalam penelitian ini dimaksudkan, setelah siswa kelas III dan IV melaksanakan ibadah shalat akan berakhlak baik, baik hubungannya antara manusia dengan Allah, manusia dengan sesama manusia maupun manusia dengan lingkungan.

C.Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, pada akhirnya akan muncul masalah-masalah yang dapat dituangkan dalam identifikasi masalah sebagai berikut :
1.Bagaimana siswa kelas III dan IV Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Agung Klego sudah melaksanakan ibadah shalat ?
2.Bagaimana pelaksanaan shalat siswa Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Agung Klego terdapat faktor pendorong dan penghambat ? Bagaimanakah solusinya ?
3.Apakah ada pengaruh ibadah shalat siswa Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Agung Klego dapat membentuk akhlak siswa ?

D.Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut di atas, dapat dirumuskan sebagai berikut : “Apakah ibadah shalat berpengaruh yang positif dalam membentuk akhlak siswa Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Agung Klego”

E.Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :“ibadah shalat memiliki pengaruh yang positif dalam membentuk akhlak siswa kelas III dan IV Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Agung Klego”
F.Manfaat Penelitian
1.Teoritis
a.Menambah hasanah ke ilmuwan berkenaan tentang ibadah shalat dalam membentuk akhlak siswa.
b.Sebagai dasar dan pijakan penelitian sejenis yang akan datang, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu landasan dasar untuk melakukan penelitian yang akan datang.
2.Praktis
a.Guru pendidikan agama Islam memiliki andil yang cukup besar di dalam membimbing siswa melaksanakan ibadah shalat. Kesungguhan guru mengajar, salah satu faktor yang dapat menghantarkan keberhasilan pembelajaran dalam kurun waktu tertentu.
b.Bagi orang tua siswa dapat menilai keberadaan anak mampu atau belum dalam melaksanakan ibadah shalat, sehingga orang tua selain menitipkan anak di lembaga pendidikan formal, juga di rumah secara maksimal orang tua membimbing dan memberikan tauladan yang baik terutama dalam hal ibadah shalat.
c.Departemen Agama RI, memiliki kewenangan cukup besar di dalam membuat kebijakan-kebijakan yang positif terutama pada pelajaran pendidikan agama Islam khususnya tata cara praktik shalat, sehingga guru pendidikan agama selalu sosok yang melaksanakan kurikulum diharapkan dapat melaksanakan tugas secara maksimal.

G.Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini adalah : Ada pengaruh yang positif ibadah shalat terhadap pembentukan akhlak siswa kelas III dan IV Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumberagung Klego tahun 2009/2010.

H.Metodologi Penelitian
1.Populasi, Sampel dan Teknik Sampling
a.Populasi
Populasi adalah : “pengambilan data secara keseluruhan dan lengkap”. Pengambilan data secara keseluruhan dalam suatu wilayah atau tempat, lembaga pendidikan dan lain sebagainya dinamakan sebagai populasi.
Populasi dalam penelitian ini adalah 45 siswa kelas III dan IV Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel tahun pelajaran 2009/2010.

b.Sampel
Sampel adalah : “merupakan pengambilan data sebagian dari populasi tapi dapat mewakili data tersebut untuk dapat diambil suatu kesimpulan”. Sampel juga dapat diartikan : “sebagian atau wakil populasi yang diteliti”.
Karena populasi relatif sedikit hanya 45 siswa, maka seluruh populasi dijadikan sebagai sampel (100%) atau penelitian sensus yang melibatkan seluruh populasi memiliki kesempatan sebagai sampel penelitian.

c.Teknik Sampling
Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling populasi atau sensus. Suharsimi Arikunto mengatakan : “Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel. Menggeneralisasikan adalah mengangkat kesimpulan penelitian sebagai suatu yang berlaku bagi populasi”. Karena seluruh populasi dijadikan sebagai sampel tanpa kecuali, sehingga memiliki derajat yang sama serta tidak membeda-bedakan di antara siswa yang satu dengan lainnya. Penelitian populasi juga dapat diartikan sebagai penelitian sensus yang melibatkan seluruh siswa untuk memberikan data yang nantinya dibutuhkan dalam penelitian.

2.Variabel dan Indikator
a.Variabel
1)VariaBel X : Ibadah Shalat
2)Variabel Y : Akhlak
b.Indikator
1)Ibadah Shalat
a)Hukum ibadah shalat
b)Rukun dan syarat shalat
c)Macam-macam shalat
d)Tujuan shalat
2)Akhlak
a)Pengertian akhlak
b)Dasar hukum akhlak
c)Macam-macam Akhlak
d)Tujuan Akhlak
3.Teknik Pengumpulan Data
a.Dokumentasi
Metode dokumentasi ialah : “mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, trankrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan lain-lain”.
Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi sangat penting diperlukan untuk memperoleh data di lapangan, misalnya : Jumlah guru, jumlah siswa, proses pembelajaran pelajaran Akhlak, kegiatan keagamaan.

b.Observasi
Pengamatan secara langsung di lapangan sangat penting dilakukan, karena dapat dijadikan sebagai salah satu bahan yang kongkrit tentang keberadaan di lapangan.
Observasi merupakan : “suatu metode penelitian yang dijalankan secara sistematis dan dengan sengaja (jadi tidak asal atau sembarangan dan secara kebetulan) diadakan dengan menggunakan alat indera (terutama mata) sebagai alat untuk menangkap secara langsung kejadian-kejadian pada waktu kejadian itu terjadi.

Pengamatan atau observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung tentang pelaksanaan shalat siswa Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Agung Klego Tahun 2009.2010.

c.Intervieu
Disamping memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan data, dengan metode interviu peneliti harus memikirkan tentang pelaksanaannya.
Intervieu atau wawancara dilakukan untuk memperoleh data sesuai tujuan yang diharapkan. Wawancara ditujukan kepada beberapa responden, diantaranya : guru pendidikan agama Islam dan kepala Madrasah.
d.Angket
Suharsimi Arikunto mengatakan : ”Sebagian besar penelitian umumnya menggunakan kuesioner sebagai metode yang dipilih untuk mengumpulkan data. Kuesioner atau angket memang mempunyai banyak kebaikan sebagai instrumen pengumpulan data”.
Angket merupakan pengumpulan data yang dilakukan untuk memperoleh data secara langsung di lapangan. Pengumpulan data melalui angket di tujukan kepada siswa kelas III dan IV Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Agung Klego tahun pelajaran 2009/2010. Pertanyaan angket dibuat sebanyak 30 soal dan setiap soal diberikan jawaban a, b, c dan d. Untuk memudahkan dalam penilaian maka setiap jawaban diberikan skor sebagai berikut :

1)Alternatif jawaban a di beri skor : 4
2)Alternatif jawaban b di beri skor : 3
3)Alternatif jawaban c di beri skor : 2
4)Alternatif jawaban d di beri skor : 1

4.Teknik Analisis Data
Setelah data diperoleh melalui penyebaran angket, selanjutnya dikoreksi satu persatu dan diselesaikan dengan menggunakan rumus korelasi produk moment angka kasar sebagai berikut :

Keterangan :
N :Jumlah sampel
: Jumlah
X : Variabel terikat yaitu ibadah shalat
Y : Variabel bebas yaitu akhlak siswa

B.Sistematika Penulisan Skripsi
Sistematika penulisan Proposal skripsi ini di bagi ke dalam lima bab dan setiap bab di bagi lagi ke dalam sub-sub bab sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pendahuluan meliputi latar belakang masalah, pengertian istilah, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat, hipotesis, metode penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II IBADAH SHALAT DAN AKHLAK
Bab ini meliputi : Ibadah Shalat (Hukum ibadah shalat, Rukun dan syarat Shalat, Macam-macam ibadah Shalat dan Tujuan Shalat).
Akhlak (Pengertian akhlak, dasar hukum akhlak, macam-macam akhlak, tujuan akhlak)
BAB III GAMBARAN UMUM MADRASAH DINIYAH AWALIYAH KARANG PAKEL
Bab ini meliputi : Gambaran Umum (Sejarah berdirinya Madrasah, Struktur Organisasi, Denah Lokasi, Sarana dan Prasarana) Proses pembelajaran pelajaran akhlak.
BAB IV ANALISIS PENGARUH IBADAH SHALAT DAPAT MEMBENTUK AKHLAK SISWA DI MADRASAH DINIYAH AWALIYAH KARANG PAKEL SUMBER AGUNG KELGO
Bab ini menjelaskan tentang analisis pendahuluan, analisis lanjut dan analisis hipotesis.
BAB V PENUTUP
Bab ini meliputi Kesimpulan, saran dan kata penutup.

SKRIPSIKU

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
Sebagai seorang muslim salah satunya memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mendekatkan diri kepada Allah swt, salah satunya yaitu mengerjakan ibadah shalat baik shalat wajib sehari semalam 5 waktu maupun shalat sunat lainnya. Dinamakan ibadah shalat, karena ajaran-ajarannya telah syariatkan oleh Allah Swt, bagi yang melaksanakan ibadah shalat dengan iman pada akhirnya mendapatkan imbalan pahala dari Allah SWT yang berlipat ganda di akhirat kelak. Shalat ialah suatu perbuatan disertai ucapan-ucapan dengan cara-cara yang tertentu yang dimulai dengan takbir dan dihabisi dengan salam dengan niat untuk bersujud ke hadirat Allah SWT,. Takbir ialah membaca “Allahu Akbar”
Allah berfirman dalam QS. Al ‘Angkabut ayat 45 :
                        
Artinya : Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ibadah shalat merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki hubungan langsung di antara manusia dengan Allah Swt, artinya di dalam melaksanakan ibadah shalat telah ditentukan dan ditetapkan hukum-hukum syariat yang disesuaikan dengan kondisi umat. Dalam QS. Al ‘Angkabut ayat 45, secara tegas Allah menjelaskan bahwa ibadah shalat merupakan bentuk pengabdian untuk mengingat kebesaran Allah. Setelah mengingat kebesaran Allah, setelah melaksanakan ibadah shalat, diharapkan dalam kehidupan sehari-hari dapat merealisasikan ucapan shalat khususnya dalam amar ma’ruf nahi mungkar. Kedudukan shalat dalam agama adalah bahwa shalat itu maha penting bagi kehidupan manusia. Shalat yang dijalankan dengan sungguh-sungguh dapat mencegah manusia dari kemungkaran.
Anak merupakan tanggung jawab bersama baik orang tua, guru dan tokoh agama di dalam memberikan bimbingan shalat. Ketika anak berada di rumah, menjadikan tanggung jawab sepenuhnya orang tua dalam memberikan bimbingan ibadah shalat yang dapat dilakukan dengan memberikan bimbingan secara teori dan selanjutnya orang tua membiasakan diri untuk melaksanakan shalat berjamaah di rumah. Ketika anak berada di bangku sekolah, guru agama memiliki peranan yang penting dalam memberikan bimbingan tentang ibadah shalat yang disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku. Bimbingan secara teori dapat dilakukan dalam kelas yaitu guru menjelaskan dengan ceramah, sedangkan siswa mendengarkan dan memahami. Selain metode ceramah, metode demonstrasi dapat dilakukan dengan cara guru memberikan bimbingan bagaimana tata cara melaksanakan shalat wajib secara baik dan benar serta tertib yang dapat dilakukan di masjid atau di aula yang disediakan oleh sekolah.
Pemberian bimbingan shalat merupakan salah satu penjabaran dari surat al-Nisa’ ayat 58 yang menekankan pada penyampaian amanah kepada yang berhak menerima.
 •           ••     •      •     

Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.
Membentuk akhlak siswa bukan pekerjaan yang mudah dilaksanakan, sehingga di dalam membentuk akhlak siswa harus diadakan kerjasama yang baik di antara orang tua siswa, guru, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Dari berbagai unsur memiliki keterlibatan yang sama dalam memberikan bimbingan siswa pada akhirnya memiliki dampak yang positif bagi perkembangan dan pemahaman siswa di dalam mempelajari, memahami dan melaksanakan ajaran agama Islam khususnya dalam pelaksanaan ibadah shalat. Ketika siswa berada di sekolah, menjadi tugas dan tanggung jawab guru dalam memberikan pengajaran. Mengajar pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar atau mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan terjadinya proses belajar. Keberadaan guru pendidikan agama Islam bagi suatu bangsa amatlah penting, apalagi bagi suatu bangsa yang sedang membangun, terlebih-lebih lagi bagi keberlangsungan hidup bangsa di tengah-tengah lintasan perjalanan zaman dengan teknologi yang kian canggih dan moderen serta segala perubahan, pergeseran nilai yang cenderung memberi nuansa kepada kehidupan yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar dinamik untuk dapat mengadaptasikan diri. Guru pendidikan agama Islam dalam dunia pendidikan dituntut untuk pro aktif dalam melaksanakan tugasnya, supaya bimbingan yang diberikan kepada siswa dapat mencapai sasaran yang diharapkan.
Membimbing merupakan pekerjaan yang memerlukan kesabaran dan ketulusan serta kasih sayang. Guru Pendidikan Agama dalam memberikan pelajaran kepada siswa terutama dalam hal pembelajaran ibadah shalat harus ditekankan dan diutamakan, sebab ibadah shalat merupakan salah satu ibadah yang wajib dilaksanakan baik laki-laki maupun perempuan yang sudah baliq. Sebagai guru pendidikan agama Islam memiliki potensi yang kuat di dalam mempengaruhi siswa untuk berakhlak yang baik, artinya setiap siswa memiliki tingkat akhlak yang berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh latar belakang pendidikan orang tua yang berbeda-beda dan tingkat pemahaman dan pelaksanaan agama yang memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Sebagai suri tauladan yang baik dalam agama Islam yaitu Rasulullah Saw, yang telah memberikan contoh untuk diteladani bagi pengikutnya. Hal ini senada dengan firman Allah SWT, dalam QS. al-Qalam ayat 4 :
    
Artinya : Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
    • 
Artinya : (agama kami) Ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu.

Sesuai dengan ayat Al Qur’an tersebut di atas, pada prinsipnya kamu dalam QS. al-Qalam ayat 4 ditujukan kepada Nabi Muhammad Saw, yang dapat dijadikan sebagai sosok yang mampu memberikan suri tauladan yang baik bagi pemeluknya. Hal ini mengandung maksud, bahwa pelaksanaan ibadah shalat yang dilakukan secara iman dan taqwa dengan mengharap ridha Allah SWT, yang selanjutnya dalam kehidupan sehari-hari ucapan-ucapan shalat diupayakan untuk dilaksanakan secara maksimal, memiliki dampak yang positif terutama akan terbentuk akhlak yang baik.
Jika di tengah ke lembaga pendidikan formal baik umum maupun Islam, sudah memiliki kurikulum tersendiri pada pelajaran pendidikan agama Islam sub pembahasan ibadah shalat baik secara teori maupun praktik. Guru pendidikan agama Islam salah satu guru yang memiliki tugas dan tanggung jawab memberikan pelajaran teori dan praktik shalat, sehingga diharapkan siswa setelah selesai mengikuti pendidikan dalam kurun waktu tertentu siswa mampu melaksanakan ibadah shalat secara baik dan benar. Selain siswa sudah melaksanakan shalat secara baik dan benar, siswa akan berupaya secara maksimal untuk melaksanakan ajaran agama Islam baik yang tergolong suruhan untuk dilaksanakan maupun larangan untuk ditinggalkan.
Jadi pelaksanaan ibadah shalat dapat membentuk akhlak siswa. Hal ini disebabkan setelah siswa mengikuti pelajaran baik teori maupun praktik shalat, selanjutnya di dukung oleh keberadaan orang tua yang taat melaksanakan shalat secara berjamaah baik di rumah maupun di masjid, begitu juga teman sejawat siswa rajin taat ke masjid pada sore dan malam hari untuk melaksanakan ibadah shalat berjamaah. Hal ini secara langsung dapat mempengaruhi siswa untuk taat dalam beribadah shalat.
Siswa yang taat melaksanakan shalat secara langsung mempengaruhi dirinya untuk berakhlak yang baik. Misalnya berusaha untuk berbicara yang baik, sopan santun, taat terhadap perintah agama dan orang tua. Terbentuknya akhlak siswa dapat dilihat dari perilaku yang baik atau ketekunan siswa melaksanakan ibadah shalat. Hal ini merupakan kebanggaan bagi setiap orang tua yang memiliki anak, karena anak taat dan patuh terhadap ajaran agama terutama rajin melaksanakan shalat walaupun tidak di suruh. Jika anak sudah terbiasa melaksanakan ibadah shalat, hal ini merupakan salah satu kebanggaan tersendiri bagi orang tua, sehingga orang tua tinggal memberikan bimbingan dan motivasi secara terus menerus dan berkesinambungan sampai anak dewasa.
Pada akhirnya penulis tertarik dan akan meneliti secara dekat yang di tuangkan dalam penulisan proposal skripsi dengan judul : Pengaruh Ibadah Shalat Terhadap Pemembentukan Akhlak Siswa Kelas III Dan IV Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumberagung Klego Tahun 2009/2010

B.Penegasan Istilah
1.Pengaruh
Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu, orang, beda dan sebagainya yang berkuasa atau yang berkekuatan gaib dan sebagainya. Pengaruh dalam penelitian ini adalah pengaruh ibadah shalat terhadap pembentukan akhlak siswa kelas III dan IV Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel.


2.Ibadah Shalat
Ibadah merupakan segala sesuatu apabila dikerjakan mendapatkan imbalan pahala. Shalat ialah : “suatu perbuatan disertai ucapan-ucapan dengan cara-cara tertentu, yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam dengan niat untuk bersujud ke hadirat Allah Swt. Takbir ialah membaca Allahu Akbar”. Ibadah shalat merupakan rukun Islam yang ke 2. Shalat adalah kewajiban dari Allah Ta’ala kepada setiap orang mukmin, sebab Allah Ta’ala memerintahkannya dalam banyak sekali firman-firmannya.

3.Pembentukan
Pembentukan berasal dari kata dasar bentuk mendapat awalan pe dan akhiran an. Bentuk : “lengkung, keluk, lentur, wujud, rupa”. Pembentukan dalam penelitian ini yang dimaksudkan adalah wujud nyata siswa dalam berakhlak.

4.Akhlak Siswa
Akhlak : “budi pekerti; kelakuan”. Siswa : “pelajar pada akdemik atau perguruan tinggi”. Jadi akhlak siswa merupakan budi pekerti atau tingkah laku siswa yang dilakukan setiap hari dalam pergaulan sehari-hari.

5.Kelas III dan IV Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Klego
Kelas III dan IV merupakan salah satu kelas dalam lembaga pendidikan formal yang ada di Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Klego.Tahun 2010
Tahun pelajaran 2009/2010 merupakan tahun berjalan proses belajar pada lembaga pendidikan formal.
Pengaruh ibadah shalat terhadap pembentukan akhlak siswa kelas III dan IV Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumberagung Klego tahun 2009/2010 dalam penelitian ini dimaksudkan, setelah siswa kelas III dan IV melaksanakan ibadah shalat akan berakhlak baik, baik hubungannya antara manusia dengan Allah, manusia dengan sesama manusia maupun manusia dengan lingkungan.

C.Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, pada akhirnya akan muncul masalah-masalah yang dapat dituangkan dalam identifikasi masalah sebagai berikut :
1.Bagaimana siswa kelas III dan IV Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Agung Klego sudah melaksanakan ibadah shalat ?
2.Bagaimana pelaksanaan shalat siswa Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Agung Klego terdapat faktor pendorong dan penghambat ? Bagaimanakah solusinya ?
3.Apakah ada pengaruh ibadah shalat siswa Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Agung Klego dapat membentuk akhlak siswa ?

D.Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut di atas, dapat dirumuskan sebagai berikut : “Apakah ibadah shalat berpengaruh yang positif dalam membentuk akhlak siswa Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Agung Klego”

E.Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :“ibadah shalat memiliki pengaruh yang positif dalam membentuk akhlak siswa kelas III dan IV Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Agung Klego”
F.Manfaat Penelitian
1.Teoritis
a.Menambah hasanah ke ilmuwan berkenaan tentang ibadah shalat dalam membentuk akhlak siswa.
b.Sebagai dasar dan pijakan penelitian sejenis yang akan datang, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu landasan dasar untuk melakukan penelitian yang akan datang.
2.Praktis
a.Guru pendidikan agama Islam memiliki andil yang cukup besar di dalam membimbing siswa melaksanakan ibadah shalat. Kesungguhan guru mengajar, salah satu faktor yang dapat menghantarkan keberhasilan pembelajaran dalam kurun waktu tertentu.
b.Bagi orang tua siswa dapat menilai keberadaan anak mampu atau belum dalam melaksanakan ibadah shalat, sehingga orang tua selain menitipkan anak di lembaga pendidikan formal, juga di rumah secara maksimal orang tua membimbing dan memberikan tauladan yang baik terutama dalam hal ibadah shalat.
c.Departemen Agama RI, memiliki kewenangan cukup besar di dalam membuat kebijakan-kebijakan yang positif terutama pada pelajaran pendidikan agama Islam khususnya tata cara praktik shalat, sehingga guru pendidikan agama selalu sosok yang melaksanakan kurikulum diharapkan dapat melaksanakan tugas secara maksimal.

G.Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini adalah : Ada pengaruh yang positif ibadah shalat terhadap pembentukan akhlak siswa kelas III dan IV Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumberagung Klego tahun 2009/2010.

H.Metodologi Penelitian
1.Populasi, Sampel dan Teknik Sampling
a.Populasi
Populasi adalah : “pengambilan data secara keseluruhan dan lengkap”. Pengambilan data secara keseluruhan dalam suatu wilayah atau tempat, lembaga pendidikan dan lain sebagainya dinamakan sebagai populasi.
Populasi dalam penelitian ini adalah 45 siswa kelas III dan IV Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel tahun pelajaran 2009/2010.

b.Sampel
Sampel adalah : “merupakan pengambilan data sebagian dari populasi tapi dapat mewakili data tersebut untuk dapat diambil suatu kesimpulan”. Sampel juga dapat diartikan : “sebagian atau wakil populasi yang diteliti”.
Karena populasi relatif sedikit hanya 45 siswa, maka seluruh populasi dijadikan sebagai sampel (100%) atau penelitian sensus yang melibatkan seluruh populasi memiliki kesempatan sebagai sampel penelitian.

c.Teknik Sampling
Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling populasi atau sensus. Suharsimi Arikunto mengatakan : “Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel. Menggeneralisasikan adalah mengangkat kesimpulan penelitian sebagai suatu yang berlaku bagi populasi”. Karena seluruh populasi dijadikan sebagai sampel tanpa kecuali, sehingga memiliki derajat yang sama serta tidak membeda-bedakan di antara siswa yang satu dengan lainnya. Penelitian populasi juga dapat diartikan sebagai penelitian sensus yang melibatkan seluruh siswa untuk memberikan data yang nantinya dibutuhkan dalam penelitian.

2.Variabel dan Indikator
a.Variabel
1)VariaBel X : Ibadah Shalat
2)Variabel Y : Akhlak
b.Indikator
1)Ibadah Shalat
a)Hukum ibadah shalat
b)Rukun dan syarat shalat
c)Macam-macam shalat
d)Tujuan shalat
2)Akhlak
a)Pengertian akhlak
b)Dasar hukum akhlak
c)Macam-macam Akhlak
d)Tujuan Akhlak
3.Teknik Pengumpulan Data
a.Dokumentasi
Metode dokumentasi ialah : “mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, trankrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan lain-lain”.
Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi sangat penting diperlukan untuk memperoleh data di lapangan, misalnya : Jumlah guru, jumlah siswa, proses pembelajaran pelajaran Akhlak, kegiatan keagamaan.

b.Observasi
Pengamatan secara langsung di lapangan sangat penting dilakukan, karena dapat dijadikan sebagai salah satu bahan yang kongkrit tentang keberadaan di lapangan.
Observasi merupakan : “suatu metode penelitian yang dijalankan secara sistematis dan dengan sengaja (jadi tidak asal atau sembarangan dan secara kebetulan) diadakan dengan menggunakan alat indera (terutama mata) sebagai alat untuk menangkap secara langsung kejadian-kejadian pada waktu kejadian itu terjadi.

Pengamatan atau observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung tentang pelaksanaan shalat siswa Madrasah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Agung Klego Tahun 2009.2010.

c.Intervieu
Disamping memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan data, dengan metode interviu peneliti harus memikirkan tentang pelaksanaannya.
Intervieu atau wawancara dilakukan untuk memperoleh data sesuai tujuan yang diharapkan. Wawancara ditujukan kepada beberapa responden, diantaranya : guru pendidikan agama Islam dan kepala Madrasah.
d.Angket
Suharsimi Arikunto mengatakan : ”Sebagian besar penelitian umumnya menggunakan kuesioner sebagai metode yang dipilih untuk mengumpulkan data. Kuesioner atau angket memang mempunyai banyak kebaikan sebagai instrumen pengumpulan data”.
Angket merupakan pengumpulan data yang dilakukan untuk memperoleh data secara langsung di lapangan. Pengumpulan data melalui angket di tujukan kepada siswa kelas III dan IV Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Awaliyah Karang Pakel Sumber Agung Klego tahun pelajaran 2009/2010. Pertanyaan angket dibuat sebanyak 30 soal dan setiap soal diberikan jawaban a, b, c dan d. Untuk memudahkan dalam penilaian maka setiap jawaban diberikan skor sebagai berikut :

1)Alternatif jawaban a di beri skor : 4
2)Alternatif jawaban b di beri skor : 3
3)Alternatif jawaban c di beri skor : 2
4)Alternatif jawaban d di beri skor : 1

4.Teknik Analisis Data
Setelah data diperoleh melalui penyebaran angket, selanjutnya dikoreksi satu persatu dan diselesaikan dengan menggunakan rumus korelasi produk moment angka kasar sebagai berikut :

Keterangan :
N :Jumlah sampel
: Jumlah
X : Variabel terikat yaitu ibadah shalat
Y : Variabel bebas yaitu akhlak siswa

B.Sistematika Penulisan Skripsi
Sistematika penulisan Proposal skripsi ini di bagi ke dalam lima bab dan setiap bab di bagi lagi ke dalam sub-sub bab sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pendahuluan meliputi latar belakang masalah, pengertian istilah, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat, hipotesis, metode penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II IBADAH SHALAT DAN AKHLAK
Bab ini meliputi : Ibadah Shalat (Hukum ibadah shalat, Rukun dan syarat Shalat, Macam-macam ibadah Shalat dan Tujuan Shalat).
Akhlak (Pengertian akhlak, dasar hukum akhlak, macam-macam akhlak, tujuan akhlak)
BAB III GAMBARAN UMUM MADRASAH DINIYAH AWALIYAH KARANG PAKEL
Bab ini meliputi : Gambaran Umum (Sejarah berdirinya Madrasah, Struktur Organisasi, Denah Lokasi, Sarana dan Prasarana) Proses pembelajaran pelajaran akhlak.
BAB IV ANALISIS PENGARUH IBADAH SHALAT DAPAT MEMBENTUK AKHLAK SISWA DI MADRASAH DINIYAH AWALIYAH KARANG PAKEL SUMBER AGUNG KELGO
Bab ini menjelaskan tentang analisis pendahuluan, analisis lanjut dan analisis hipotesis.
BAB V PENUTUP
Bab ini meliputi Kesimpulan, saran dan kata penutup.

Istri Shalihah, Keutamaan dan Sifat-Sifatnya
Label: Spiritual

Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah
Apa yang sering diangankan oleh kebanyakan laki-laki tentang wanita yang bakal menjadi pendamping hidupnya?
Cantik, kaya, punya kedudukan, karir bagus, dan baik pada suami.
Inilah keinginan yang banyak muncul.
Sebuah keinginan yang lebih tepat disebut angan-angan, karena jarang ada wanita yang memiliki sifat demikian.
Kebanyakan laki-laki lebih memperhatikan penampilan dzahir, sementara unsur akhlak dari wanita tersebut kurang diperhatikan.
Padahal akhlak dari pasangan hidupnya itulah yang akan banyak berpengaruh terhadap kebahagiaan rumah tangganya.

Seorang muslim yang shalih, ketika membangun mahligai rumah tangga maka yang menjadi dambaan dan cita-citanya adalah
agar kehidupan rumah tangganya kelak berjalan dengan baik, dipenuhi mawaddah wa rahmah, sarat dengan kebahagiaan,
adanya saling ta‘awun (tolong menolong), saling memahami dan saling mengerti.
Dia juga mendamba memiliki istri yang pandai memposisikan diri untuk menjadi naungan ketenangan bagi suami dan tempat beristirahat dari ruwetnya kehidupan di luar.
Ia berharap dari rumah tangga itu kelak akan lahir anak turunannya yang shalih yang menjadi qurratu a‘yun (penyejuk mata) baginya.

Demikian harapan demi harapan dirajutnya sambil meminta kepada Ar-Rabbul A‘la (Allah Yang Maha Tinggi) agar dimudahkan segala urusannya.
Namun tentunya apa yang menjadi dambaan seorang muslim ini tidak akan terwujud dengan baik terkecuali bila wanita yang dipilihnya untuk menemani hidupnya adalah wanita shalihah.
Karena hanya wanita shalihah yang dapat menjadi teman hidup yang sebenarnya dalam suka maupun lara, yang akan membantu dan mendorong suaminya untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Hanya dalam diri wanita shalihah tertanam aqidah tauhid, akhlak yang mulia dan budi pekerti yang luhur.

Dia akan berupaya ta‘awun dengan suaminya untuk menjadikan rumah tangganya bangunan yang kuat lagi kokoh guna menyiapkan generasi Islam yang diridhai Ar-Rahman.
Sebaliknya, bila yang dipilih sebagai pendamping hidup adalah wanita yang tidak terdidik dalam agama1 dan tidak berpegang dengan agama,
maka dia akan menjadi duri dalam daging dan musuh dalam selimut bagi sang suami.
Akibatnya rumah tangga selalu sarat dengan keruwetan, keributan, dan perselisihan.
Istri seperti inilah yang sering dikeluhkan oleh para suami, sampai-sampai ada di antara mereka yang berkata:

Aku telah berbuat baik kepadanya dan memenuhi semua haknya namun ia selalu menyakitiku.

Duhai kiranya wanita itu tahu betapa besar hak suaminya, duhai kiranya dia tahu akibat yang akan diperoleh dengan menyakiti dan melukai hati suaminya….
Namun dari mana pengetahuan dan kesadaran itu akan didapatkan bila dia jauh dari pengajaran dan bimbingan agamanya yang haq? Wallahu Al-Musta‘an.
Keutamaan wanita shalihah
Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu:
Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya3, bila diperintah4 akan mentaatinya5, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)
Berkata Al-Qadhi ‘Iyyadh rahimahullah:
Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan kepada para sahabatnya bahwa tidak berdosa mereka mengumpulkan harta selama mereka menunaikan zakatnya, beliau memandang perlunya memberi kabar gembira kepada mereka dengan menganjurkan mereka kepada apa yang lebih baik dan lebih kekal yaitu istri yang shalihah yang cantik (lahir batinnya) karena ia akan selalu bersamamu menemanimu.
Bila engkau pandang menyenangkanmu, ia tunaikan kebutuhanmu bila engkau membutuhkannya.

Engkau dapat bermusyawarah dengannya dalam perkara yang dapat membantumu dan ia akan menjaga rahasiamu.
Engkau dapat meminta bantuannya dalam keperluan-keperluanmu, ia mentaati perintahmu dan bila engkau meninggalkannya ia akan menjaga hartamu dan memelihara/mengasuh anak-anakmu.” (‘Aunul Ma‘bud, 5/57)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pula bersabda:

Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/ lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban dalam Al-Mawarid hal. 302, dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ush Shahih, 3/57 dan Asy-Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 282)

Ketika Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 1856, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505)

Cukuplah kemuliaan dan keutamaan bagi wanita shalihah dengan anjuran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi lelaki yang ingin menikah untuk mengutamakannya dari yang selainnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya.
Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)
Empat hal tersebut merupakan faktor penyebab dipersuntingnya seorang wanita dan ini merupakan pengabaran berdasarkan kenyataan yang biasa terjadi di tengah manusia,
bukan suatu perintah untuk mengumpulkan perkara-perkara tersebut, demikian kata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah.
Namun dzahir hadits ini menunjukkan boleh menikahi wanita karena salah satu dari empat perkara tersebut, akan tetapi memilih wanita karena agamanya lebih utama. (Fathul Bari, 9/164)
Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata:
maknanya: yang sepatutnya bagi seorang yang beragama dan memiliki muruah (adab) untuk menjadikan agama sebagai petunjuk pandangannya dalam segala sesuatu terlebih lagi dalam suatu perkara yang akan tinggal lama bersamanya (istri).
Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mendapatkan seorang wanita yang memiliki agama di mana hal ini merupakan puncak keinginannya.” (Fathul Bari, 9/164)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:
Dalam hadits ini ada anjuran untuk berteman/ bersahabat dengan orang yang memiliki agama dalam segala sesuatu karena ia akan mengambil manfaat dari akhlak mereka (teman yang baik tersebut),
berkah mereka, baiknya jalan mereka, dan aman dari mendapatkan kerusakan mereka. (Syarah Shahih Muslim, 10/52)
Sifat-sifat Istri Shalihah
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (An-Nisa: 34)
Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan di antara sifat wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan kepada suaminya dalam perkara yang ma‘ruf6 lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya.
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa‘di rahimahullah berkata: Tugas seorang istri adalah menunaikan ketaatan kepada Rabbnya dan taat kepada suaminya,
karena itulah Allah berfirman: Wanita shalihah adalah yang taat, yakni taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.
Yakni taat kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada (sedang bepergian,), dia menjaga suaminya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya.(Taisir Al-Karimir Rahman, hal.177)

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi permasalahan dengan istri-istrinya sampai beliau bersumpah tidak akan mencampuri mereka selama sebulan,
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan kepada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Jika sampai Nabi menceraikan kalian,7 mudah-mudahan Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian, muslimat, mukminat, qanitat, taibat, ‘abidat, saihat dari kalangan janda ataupun gadis. (At-Tahrim: 5)

Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan beberapa sifat istri yang shalihah yaitu:

a. Muslimat: wanita-wanita yang ikhlas (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala), tunduk kepada perintah Allah ta‘ala dan perintah Rasul-Nya.

b. Mukminat: wanita-wanita yang membenarkan perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala

c. Qanitat: wanita-wanita yang taat

d. Taibat: wanita-wanita yang selalu bertaubat dari dosa-dosa mereka, selalu kembali kepada perintah (perkara yang ditetapkan) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam walaupun harus meninggalkan apa yang disenangi oleh hawa nafsu mereka.

e. ‘Abidat: wanita-wanita yang banyak melakukan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (dengan mentauhidkannya karena semua yang dimaksud dengan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an adalah tauhid, kata Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma).

f. Saihat: wanita-wanita yang berpuasa. (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/126-127, Tafsir Ibnu Katsir, 8/132)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:

Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad 1/191, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no. 660, 661)

Dari dalil-dalil yang telah disebutkan di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa sifat istri yang shalihah adalah sebagai berikut:

1. Mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mempersembahkan ibadah hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.

2. Tunduk kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, terus menerus dalam ketaatan kepada-Nya dengan banyak melakukan ibadah seperti shalat, puasa, bersedekah, dan selainnya.
Membenarkan segala perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

3. Menjauhi segala perkara yang dilarang dan menjauhi sifat-sifat yang rendah.

4. Selalu kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya sehingga lisannya senantiasa dipenuhi istighfar dan dzikir kepada-Nya. Sebaliknya ia jauh dari perkataan yang laghwi, tidak bermanfaat dan membawa dosa seperti dusta, ghibah, namimah, dan lainnya.

5. Menaati suami dalam perkara kebaikan bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan melaksanakan hak-hak suami sebaik-baiknya.

6. Menjaga dirinya ketika suami tidak berada di sisinya. Ia menjaga kehormatannya dari tangan yang hendak menyentuh, dari mata yang hendak melihat, atau dari telinga yang hendak mendengar. Demikian juga menjaga anak-anak, rumah, dan harta suaminya.

Sifat istri shalihah lainnya bisa kita rinci berikut ini berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan setelahnya:

1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya.
Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.(HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)

2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.

3. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk.
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya:
Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?
Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab.
Aku (Asma) pun menjawab: Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya. (HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Adabuz Zafaf (hal. 63) menyatakan ada syawahid (pendukung) yang menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan)

4. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

5. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta‘ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

6. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.
Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:
Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 289)

7. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar‘i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436)

“Apabila seorang istri bermalam dalam keadaan meninggalkan tempat tidur suaminya, niscaya para malaikat melaknatnya sampai ia kembali (ke suaminya).” (HR. Al-Bukhari no. 5194 dan Muslim no. 1436)
Demikian yang dapat kami sebutkan dari keutamaan dan sifat-sifat istri shalihah, mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi taufik kepada kita agar dapat menjadi wanita yang shalihah, amin.

1 Atau ia belajar agama namun tidak mengamalkannya
2 Tempat untuk bersenang-senang (Syarah Sunan An-Nasai oleh Al-Imam As-Sindi rahimahullah, 6/69)
3 Karena keindahan dan kecantikannya secara dzahir atau karena bagusnya akhlaknya secara batin atau karena dia senantiasa menyibukkan dirinya untuk taat dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (Ta‘liq Sunan Ibnu Majah, Muhammad Fuad Abdul Baqi, Kitabun Nikah, bab Afdhalun Nisa, 1/596, ‘Aunul Ma‘bud, 5/56)
4 Dengan perkara syar‘i atau perkara biasa (‘Aunul Ma‘bud, 5/56)
5 Mengerjakan apa yang diperintahkan dan melayaninya (‘Aunul Ma‘bud, 5/56)
6 Bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq.
7 Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui bahwasanya Nabi-Nya tidak akan menceraikan istri-istrinya (ummahatul mukminin), akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan kepada ummahatul mukminin tentang kekuasaan-Nya, bila sampai Nabi menceraikan mereka, Dia akan menggantikan untuk beliau istri-istri yang lebih baik daripada mereka dalam rangka menakuti-nakuti mereka.

Ini merupakan pengabaran tentang qudrah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ancaman untuk menakut-nakuti istri-istri Nabi ?,
bukan berarti ada orang yang lebih baik daripada shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/126) dan bukan berarti istri-istri beliau tidak baik bahkan mereka adalah sebaik-baik wanita.

Al-Qurthubi rahimahullah berkata: Permasalahan ini dibawa kepada pendapat yang mengatakan bahwa penggantian istri dalam ayat ini merupakan janji dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seandainya beliau menceraikan mereka di dunia Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menikahkan beliau di akhirat dengan wanita-wanita yang lebih baik daripada mereka.” (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/127)

catatan ku disela-sela hari ramadhan

Istri Shalihah, Keutamaan dan Sifat-Sifatnya
Label: Spiritual

Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah
Apa yang sering diangankan oleh kebanyakan laki-laki tentang wanita yang bakal menjadi pendamping hidupnya?
Cantik, kaya, punya kedudukan, karir bagus, dan baik pada suami.
Inilah keinginan yang banyak muncul.
Sebuah keinginan yang lebih tepat disebut angan-angan, karena jarang ada wanita yang memiliki sifat demikian.
Kebanyakan laki-laki lebih memperhatikan penampilan dzahir, sementara unsur akhlak dari wanita tersebut kurang diperhatikan.
Padahal akhlak dari pasangan hidupnya itulah yang akan banyak berpengaruh terhadap kebahagiaan rumah tangganya.

Seorang muslim yang shalih, ketika membangun mahligai rumah tangga maka yang menjadi dambaan dan cita-citanya adalah
agar kehidupan rumah tangganya kelak berjalan dengan baik, dipenuhi mawaddah wa rahmah, sarat dengan kebahagiaan,
adanya saling ta‘awun (tolong menolong), saling memahami dan saling mengerti.
Dia juga mendamba memiliki istri yang pandai memposisikan diri untuk menjadi naungan ketenangan bagi suami dan tempat beristirahat dari ruwetnya kehidupan di luar.
Ia berharap dari rumah tangga itu kelak akan lahir anak turunannya yang shalih yang menjadi qurratu a‘yun (penyejuk mata) baginya.

Demikian harapan demi harapan dirajutnya sambil meminta kepada Ar-Rabbul A‘la (Allah Yang Maha Tinggi) agar dimudahkan segala urusannya.
Namun tentunya apa yang menjadi dambaan seorang muslim ini tidak akan terwujud dengan baik terkecuali bila wanita yang dipilihnya untuk menemani hidupnya adalah wanita shalihah.
Karena hanya wanita shalihah yang dapat menjadi teman hidup yang sebenarnya dalam suka maupun lara, yang akan membantu dan mendorong suaminya untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Hanya dalam diri wanita shalihah tertanam aqidah tauhid, akhlak yang mulia dan budi pekerti yang luhur.

Dia akan berupaya ta‘awun dengan suaminya untuk menjadikan rumah tangganya bangunan yang kuat lagi kokoh guna menyiapkan generasi Islam yang diridhai Ar-Rahman.
Sebaliknya, bila yang dipilih sebagai pendamping hidup adalah wanita yang tidak terdidik dalam agama1 dan tidak berpegang dengan agama,
maka dia akan menjadi duri dalam daging dan musuh dalam selimut bagi sang suami.
Akibatnya rumah tangga selalu sarat dengan keruwetan, keributan, dan perselisihan.
Istri seperti inilah yang sering dikeluhkan oleh para suami, sampai-sampai ada di antara mereka yang berkata:

Aku telah berbuat baik kepadanya dan memenuhi semua haknya namun ia selalu menyakitiku.

Duhai kiranya wanita itu tahu betapa besar hak suaminya, duhai kiranya dia tahu akibat yang akan diperoleh dengan menyakiti dan melukai hati suaminya….
Namun dari mana pengetahuan dan kesadaran itu akan didapatkan bila dia jauh dari pengajaran dan bimbingan agamanya yang haq? Wallahu Al-Musta‘an.
Keutamaan wanita shalihah
Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu:
Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya3, bila diperintah4 akan mentaatinya5, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)
Berkata Al-Qadhi ‘Iyyadh rahimahullah:
Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan kepada para sahabatnya bahwa tidak berdosa mereka mengumpulkan harta selama mereka menunaikan zakatnya, beliau memandang perlunya memberi kabar gembira kepada mereka dengan menganjurkan mereka kepada apa yang lebih baik dan lebih kekal yaitu istri yang shalihah yang cantik (lahir batinnya) karena ia akan selalu bersamamu menemanimu.
Bila engkau pandang menyenangkanmu, ia tunaikan kebutuhanmu bila engkau membutuhkannya.

Engkau dapat bermusyawarah dengannya dalam perkara yang dapat membantumu dan ia akan menjaga rahasiamu.
Engkau dapat meminta bantuannya dalam keperluan-keperluanmu, ia mentaati perintahmu dan bila engkau meninggalkannya ia akan menjaga hartamu dan memelihara/mengasuh anak-anakmu.” (‘Aunul Ma‘bud, 5/57)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pula bersabda:

Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/ lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban dalam Al-Mawarid hal. 302, dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ush Shahih, 3/57 dan Asy-Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 282)

Ketika Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 1856, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505)

Cukuplah kemuliaan dan keutamaan bagi wanita shalihah dengan anjuran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi lelaki yang ingin menikah untuk mengutamakannya dari yang selainnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya.
Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)
Empat hal tersebut merupakan faktor penyebab dipersuntingnya seorang wanita dan ini merupakan pengabaran berdasarkan kenyataan yang biasa terjadi di tengah manusia,
bukan suatu perintah untuk mengumpulkan perkara-perkara tersebut, demikian kata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah.
Namun dzahir hadits ini menunjukkan boleh menikahi wanita karena salah satu dari empat perkara tersebut, akan tetapi memilih wanita karena agamanya lebih utama. (Fathul Bari, 9/164)
Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata:
maknanya: yang sepatutnya bagi seorang yang beragama dan memiliki muruah (adab) untuk menjadikan agama sebagai petunjuk pandangannya dalam segala sesuatu terlebih lagi dalam suatu perkara yang akan tinggal lama bersamanya (istri).
Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mendapatkan seorang wanita yang memiliki agama di mana hal ini merupakan puncak keinginannya.” (Fathul Bari, 9/164)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:
Dalam hadits ini ada anjuran untuk berteman/ bersahabat dengan orang yang memiliki agama dalam segala sesuatu karena ia akan mengambil manfaat dari akhlak mereka (teman yang baik tersebut),
berkah mereka, baiknya jalan mereka, dan aman dari mendapatkan kerusakan mereka. (Syarah Shahih Muslim, 10/52)
Sifat-sifat Istri Shalihah
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (An-Nisa: 34)
Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan di antara sifat wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan kepada suaminya dalam perkara yang ma‘ruf6 lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya.
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa‘di rahimahullah berkata: Tugas seorang istri adalah menunaikan ketaatan kepada Rabbnya dan taat kepada suaminya,
karena itulah Allah berfirman: Wanita shalihah adalah yang taat, yakni taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.
Yakni taat kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada (sedang bepergian,), dia menjaga suaminya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya.(Taisir Al-Karimir Rahman, hal.177)

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi permasalahan dengan istri-istrinya sampai beliau bersumpah tidak akan mencampuri mereka selama sebulan,
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan kepada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Jika sampai Nabi menceraikan kalian,7 mudah-mudahan Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian, muslimat, mukminat, qanitat, taibat, ‘abidat, saihat dari kalangan janda ataupun gadis. (At-Tahrim: 5)

Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan beberapa sifat istri yang shalihah yaitu:

a. Muslimat: wanita-wanita yang ikhlas (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala), tunduk kepada perintah Allah ta‘ala dan perintah Rasul-Nya.

b. Mukminat: wanita-wanita yang membenarkan perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala

c. Qanitat: wanita-wanita yang taat

d. Taibat: wanita-wanita yang selalu bertaubat dari dosa-dosa mereka, selalu kembali kepada perintah (perkara yang ditetapkan) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam walaupun harus meninggalkan apa yang disenangi oleh hawa nafsu mereka.

e. ‘Abidat: wanita-wanita yang banyak melakukan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (dengan mentauhidkannya karena semua yang dimaksud dengan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an adalah tauhid, kata Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma).

f. Saihat: wanita-wanita yang berpuasa. (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/126-127, Tafsir Ibnu Katsir, 8/132)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:

Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad 1/191, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no. 660, 661)

Dari dalil-dalil yang telah disebutkan di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa sifat istri yang shalihah adalah sebagai berikut:

1. Mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mempersembahkan ibadah hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.

2. Tunduk kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, terus menerus dalam ketaatan kepada-Nya dengan banyak melakukan ibadah seperti shalat, puasa, bersedekah, dan selainnya.
Membenarkan segala perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

3. Menjauhi segala perkara yang dilarang dan menjauhi sifat-sifat yang rendah.

4. Selalu kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya sehingga lisannya senantiasa dipenuhi istighfar dan dzikir kepada-Nya. Sebaliknya ia jauh dari perkataan yang laghwi, tidak bermanfaat dan membawa dosa seperti dusta, ghibah, namimah, dan lainnya.

5. Menaati suami dalam perkara kebaikan bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan melaksanakan hak-hak suami sebaik-baiknya.

6. Menjaga dirinya ketika suami tidak berada di sisinya. Ia menjaga kehormatannya dari tangan yang hendak menyentuh, dari mata yang hendak melihat, atau dari telinga yang hendak mendengar. Demikian juga menjaga anak-anak, rumah, dan harta suaminya.

Sifat istri shalihah lainnya bisa kita rinci berikut ini berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan setelahnya:

1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya.
Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.(HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)

2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.

3. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk.
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya:
Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?
Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab.
Aku (Asma) pun menjawab: Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya. (HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Adabuz Zafaf (hal. 63) menyatakan ada syawahid (pendukung) yang menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan)

4. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

5. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta‘ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

6. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.
Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:
Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 289)

7. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar‘i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436)

“Apabila seorang istri bermalam dalam keadaan meninggalkan tempat tidur suaminya, niscaya para malaikat melaknatnya sampai ia kembali (ke suaminya).” (HR. Al-Bukhari no. 5194 dan Muslim no. 1436)
Demikian yang dapat kami sebutkan dari keutamaan dan sifat-sifat istri shalihah, mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi taufik kepada kita agar dapat menjadi wanita yang shalihah, amin.

1 Atau ia belajar agama namun tidak mengamalkannya
2 Tempat untuk bersenang-senang (Syarah Sunan An-Nasai oleh Al-Imam As-Sindi rahimahullah, 6/69)
3 Karena keindahan dan kecantikannya secara dzahir atau karena bagusnya akhlaknya secara batin atau karena dia senantiasa menyibukkan dirinya untuk taat dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (Ta‘liq Sunan Ibnu Majah, Muhammad Fuad Abdul Baqi, Kitabun Nikah, bab Afdhalun Nisa, 1/596, ‘Aunul Ma‘bud, 5/56)
4 Dengan perkara syar‘i atau perkara biasa (‘Aunul Ma‘bud, 5/56)
5 Mengerjakan apa yang diperintahkan dan melayaninya (‘Aunul Ma‘bud, 5/56)
6 Bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq.
7 Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui bahwasanya Nabi-Nya tidak akan menceraikan istri-istrinya (ummahatul mukminin), akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan kepada ummahatul mukminin tentang kekuasaan-Nya, bila sampai Nabi menceraikan mereka, Dia akan menggantikan untuk beliau istri-istri yang lebih baik daripada mereka dalam rangka menakuti-nakuti mereka.

Ini merupakan pengabaran tentang qudrah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ancaman untuk menakut-nakuti istri-istri Nabi ?,
bukan berarti ada orang yang lebih baik daripada shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/126) dan bukan berarti istri-istri beliau tidak baik bahkan mereka adalah sebaik-baik wanita.

Al-Qurthubi rahimahullah berkata: Permasalahan ini dibawa kepada pendapat yang mengatakan bahwa penggantian istri dalam ayat ini merupakan janji dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seandainya beliau menceraikan mereka di dunia Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menikahkan beliau di akhirat dengan wanita-wanita yang lebih baik daripada mereka.” (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/127)

Minggu, 31 Juli 2011



Pertanyaan:
Apakah hukum orang yang membaca al-Qur’an sementara dia dalam kondisi tidak berwudhu, baik dibaca secara hafalan maupun dibaca dari mushaf?
Jawaban:
Seseorang boleh membaca al-Qur’an tanpa wudhu bila bacaan-nya secara hafalan sebab tidak ada yang mencegah Rasulullah –shollallaahu’alaihi wasallam- membaca al-Qur’an selain kondisi junub. Beliau pernah membaca al-Qur’an dalam kondisi berwudhu dan tidak berwudhu. Sedangkan terkait dengan Mushaf, maka tidak boleh bagi orang yang dalam kondisi berhadats untuk menyentuhnya, baik hadats kecil maupun hadats besar. Allah – subhanahu wata’ala- berfirman,
“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (Al-Wa-qi’ah: 79). Yakni orang-orang yang suci dari semua hadats, najis dan syirik. Di dalam hadits Nabi –shollallaahu’alaihi wasallam- yang dimuat di dalam surat beliau kepada pegawainya yang bernama Amru bin Hizam, beliau menyebutkan,
طَاهِرًا إِلاَّ الْقُرْآنَ يَمَسُّ لاَ
“Tidak boleh menyentuh al-Qur’an kecuali orang yang dalam kondisi suci.” (Muwaththa’ Imam Malik, kitab al-Qur’an, Hal. 199; Sunan ad-Darimi, kitab ath-Thalaq (2183)). Hal ini merupakan kesepakatan para Imam kaum Muslimin bahwa orang yang dalam kondisi berhadats kecil ataupun besar tidak boleh menyentuh Mushaf kecuali ditutup dengan pelapis, seperti mushaf tersebut berada di dalam kotak atau kantong, atau dia menyentuhnya dilapisi baju atau lengan baju.
Rujukan:
Kumpulan Fatwa-Fatwa Syaikh Shalih al-Fauzan, Dalam Kitab Tadabbur al-Qur’an, hal. 44.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, penerbit Darul Haq.

KAJIAN FIQIH ISLAM



Pertanyaan:
Apakah hukum orang yang membaca al-Qur’an sementara dia dalam kondisi tidak berwudhu, baik dibaca secara hafalan maupun dibaca dari mushaf?
Jawaban:
Seseorang boleh membaca al-Qur’an tanpa wudhu bila bacaan-nya secara hafalan sebab tidak ada yang mencegah Rasulullah –shollallaahu’alaihi wasallam- membaca al-Qur’an selain kondisi junub. Beliau pernah membaca al-Qur’an dalam kondisi berwudhu dan tidak berwudhu. Sedangkan terkait dengan Mushaf, maka tidak boleh bagi orang yang dalam kondisi berhadats untuk menyentuhnya, baik hadats kecil maupun hadats besar. Allah – subhanahu wata’ala- berfirman,
“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (Al-Wa-qi’ah: 79). Yakni orang-orang yang suci dari semua hadats, najis dan syirik. Di dalam hadits Nabi –shollallaahu’alaihi wasallam- yang dimuat di dalam surat beliau kepada pegawainya yang bernama Amru bin Hizam, beliau menyebutkan,
طَاهِرًا إِلاَّ الْقُرْآنَ يَمَسُّ لاَ
“Tidak boleh menyentuh al-Qur’an kecuali orang yang dalam kondisi suci.” (Muwaththa’ Imam Malik, kitab al-Qur’an, Hal. 199; Sunan ad-Darimi, kitab ath-Thalaq (2183)). Hal ini merupakan kesepakatan para Imam kaum Muslimin bahwa orang yang dalam kondisi berhadats kecil ataupun besar tidak boleh menyentuh Mushaf kecuali ditutup dengan pelapis, seperti mushaf tersebut berada di dalam kotak atau kantong, atau dia menyentuhnya dilapisi baju atau lengan baju.
Rujukan:
Kumpulan Fatwa-Fatwa Syaikh Shalih al-Fauzan, Dalam Kitab Tadabbur al-Qur’an, hal. 44.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, penerbit Darul Haq.

Jumat, 29 Juli 2011

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة و قنا عذاب النار

“Ya Allah berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan jauhkanlah kami dari azab neraka.” Kata hasanah memiliki arti banyak yang mencakup seluruh kebaikan termasuk pemberian materi dan maknawi. Dan dalam doa tadi, selain mengharapkan seluruh kebaikan, kita memohon kepada Allah agar seluruh pemberian-Nya menjadi mukaddimah perjalanan menuju kesempurnaan maknawi diri kita.

Kini saatnya kita membersihkan diri kita. Semoga kita tidak melewatkan kesempatan yang telah diberikan Allah kepada kita untuk meneguk lautan rahmat-Nya yang tak bertepi pada bulan Ramadhan ini. Marik kita sejukkan hati kita dengan hembusan rahmat ilahi pada bulan mulia ini.

Diriwayatkan dari Rasulullah saaw bahwa ketika seorang hamba melakukan shalat, sesungguhnya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tengah memperhatikan hambanya. Namun ketika hamba-Nya mengalihkan pandangannya kepada sesuatu selain-Nya, Allah swt berfirman, “Wahai hambaku Aku memperhatikanmu namun kau memikirkan selain-Ku? Apakah ada yang lebih bagimu selain-Ku? Alihkan perhatianmu kepada-Ku karena tak ada yang lebih baik bagimu selain-Ku.”


Berpuasa merupakan sebuah kenikmatan dan ibadah yang mendekatkan manusia dengan Sang Pencipta. Masalah terpenting dalam bulan Ramadhan adalah pemahaman benar tentang keutamaan dan kemuliaan bulan ini. Karena seorang mukmin yang mengetahui keutamaan bulan ini, sebenarnya ia tengah mempersiapkan dirinya untuk menerima siraman rahmat, nikmat, dan ampunan Allah swt. Artinya, luasnya pemahaman seseorang terhadap bulan Ramadhan akan mempengaruhi besarnya manfaat yang didapatkannya di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, seorang mukmin yang benar-benar memahami hal ini, akan selalu waspada untuk tak melewatkan sedetik pun pada bulan Ramadhan ini untuk melakukan hal yang sia-sia. Seperti yang disampaikan Rasulullah, jika seorang hamba mengetahui seluruh keutamaan bulan Ramadhan, maka ia akan berharap seluruh bulan dalam setahun adalah bulan Ramadhan.

Para psikolog berpendapat bahwa manusia era kini sesekali waktu memerlukan kesempatan untuk menyelami dirinya lebih dalam. Saat itulah, seseorang dapat terbebaskan dari rutinitas dan melihat kembali nilai-nilai dalam dirinya. Bukankah manusia adalah makhluk terbaik? Lalu apakan ia diciptakan hanya untuk menjalani kehidupan materi yang fana ini? Tentu tidak demikian. Pengalaman membuktikan bahwa sejauh apapun dunia ini sejalan dengan keinginan seseorang, maka ia takkan pernah merasakan kepuasan dalam hatinya. Karena ia masih akan terus berusaha mendapatkan lebih dari yang telah dimilikinya.

Salah satu tujuan puasa adalah melepaskan manusia dari jeratan kehidupan materi dan mengantarkannya pada hakikat. Berpuasa pada bulan Ramadhan mengajak manusia terbang mengarungi keindahan spiritual dan merasakan kenikmatan abadi. Ini merupakan fakta yang tak dapat dipungkiri, karena sesungguhnya manusia memiliki tuntutan spiritual di samping tuntutan materinya. Melupakan tuntutan spiritual akan mengakibatkan kerugian besar bagi manusia. Salah satu cara untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah dengan menunaikan shalat dan berpuasa. Shalat dan puasa adalah tahap persiapan bagi manusia untuk menggapai tujuan-tujuan mulia.

Puasa merupakan latihan agar manusia siap menempuh jalannya menuju penyempurnaan spiritual. Dalam berpuasa, seseorang harus berjuang melawan hawa nafsu dan keinginan yang justru akan menjerumuskannya ke jurang kesesatan. Berpuasa pada bulan Ramadhan merupakan kesempatan bagi manusia untuk mendekatkan diri dengan Allah swt dan menyirami jiwanya dengan rahmat-Nya. Saat itulah, seorang hamba tidak akan bersedia menukar kenikmatan ini dengan kenikmatan dunia apapun. Seperti yang telah dikatakan Rasulullah bahwa jika manusia mengetahui hakikat Ramadhan maka ia akan berharap seluruh bulan dalam setahun adalah bulan Ramadhan.

Kini kami akan mengutip sebuah cerita menarik untuk Anda. Pengalaman seorang gadis bernama Efleen asal Inggris. Efleen banyak menghabiskan masa kecilnya di Aljazair karena ayahnya bekerja di sana. Keberadaannya di Aljazair merupakan titik awal perubahan besar pada diri Efleen. Ia menceritakan kisahnya sebagai berikut, “Aku tak bisa melupakan masa-masa itu. Saat aku bermain dengan teman sebayaku yang beragama muslim dengan penuh keceriaan. Aku dapat melihat keakraban dan ketulusan dari mata mereka tanpa ada rasa canggung karena aku adalah keturunan asing. Tak jarang pula mereka mengajakku ke rumah mereka. Aku ingat mereka juga sering mengajakku pergi ke masjid. Bagiku masjid memiliki nuansa spiritual yang sangat khas. Terkadang masjid memberikan keheningan penuh makna. Ketika aku masuk masjid, aku merasa memasuki tempat kesucian.

“Meski usiaku masih kanak-kanak, namun aku dapat merasakan spiritualitas dalam masjid dan aku pun terpesona olehnya. Aku bahkan ingin duduk dalam masjid dan menyaksikan gerakan orang-orang yang sedang menunaikan shalat. Ketertiban dan keselarasan mereka dalam shalat sangat menarik bagiku. Aku juga menikmati ketika mereka duduk membuat lingkaran dan membaca AlQuran secara bergantian. Setelah aku dewasa, aku menyadari bahwa antara aku dan Islam ada ikatan yang tak dapat kujelaskan. Cahaya Islam yang aku saksikan pada masa kecilku menuntunku menuju dunia baru yang penuh keindahan. Namun pesona Islam tidak menghalangiku untuk menelaah lebih dalam tentang Islam. Kini aku menyadari bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang dapat memberikan penjelasan soal filsafat alam penciptaan dan bahwa Islam adalah agama yang mengantarkan manusia pada perdamaian dan ketentraman.

Hikmah Ramadhan (2)

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة و قنا عذاب النار

“Ya Allah berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan jauhkanlah kami dari azab neraka.” Kata hasanah memiliki arti banyak yang mencakup seluruh kebaikan termasuk pemberian materi dan maknawi. Dan dalam doa tadi, selain mengharapkan seluruh kebaikan, kita memohon kepada Allah agar seluruh pemberian-Nya menjadi mukaddimah perjalanan menuju kesempurnaan maknawi diri kita.

Kini saatnya kita membersihkan diri kita. Semoga kita tidak melewatkan kesempatan yang telah diberikan Allah kepada kita untuk meneguk lautan rahmat-Nya yang tak bertepi pada bulan Ramadhan ini. Marik kita sejukkan hati kita dengan hembusan rahmat ilahi pada bulan mulia ini.

Diriwayatkan dari Rasulullah saaw bahwa ketika seorang hamba melakukan shalat, sesungguhnya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tengah memperhatikan hambanya. Namun ketika hamba-Nya mengalihkan pandangannya kepada sesuatu selain-Nya, Allah swt berfirman, “Wahai hambaku Aku memperhatikanmu namun kau memikirkan selain-Ku? Apakah ada yang lebih bagimu selain-Ku? Alihkan perhatianmu kepada-Ku karena tak ada yang lebih baik bagimu selain-Ku.”


Berpuasa merupakan sebuah kenikmatan dan ibadah yang mendekatkan manusia dengan Sang Pencipta. Masalah terpenting dalam bulan Ramadhan adalah pemahaman benar tentang keutamaan dan kemuliaan bulan ini. Karena seorang mukmin yang mengetahui keutamaan bulan ini, sebenarnya ia tengah mempersiapkan dirinya untuk menerima siraman rahmat, nikmat, dan ampunan Allah swt. Artinya, luasnya pemahaman seseorang terhadap bulan Ramadhan akan mempengaruhi besarnya manfaat yang didapatkannya di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, seorang mukmin yang benar-benar memahami hal ini, akan selalu waspada untuk tak melewatkan sedetik pun pada bulan Ramadhan ini untuk melakukan hal yang sia-sia. Seperti yang disampaikan Rasulullah, jika seorang hamba mengetahui seluruh keutamaan bulan Ramadhan, maka ia akan berharap seluruh bulan dalam setahun adalah bulan Ramadhan.

Para psikolog berpendapat bahwa manusia era kini sesekali waktu memerlukan kesempatan untuk menyelami dirinya lebih dalam. Saat itulah, seseorang dapat terbebaskan dari rutinitas dan melihat kembali nilai-nilai dalam dirinya. Bukankah manusia adalah makhluk terbaik? Lalu apakan ia diciptakan hanya untuk menjalani kehidupan materi yang fana ini? Tentu tidak demikian. Pengalaman membuktikan bahwa sejauh apapun dunia ini sejalan dengan keinginan seseorang, maka ia takkan pernah merasakan kepuasan dalam hatinya. Karena ia masih akan terus berusaha mendapatkan lebih dari yang telah dimilikinya.

Salah satu tujuan puasa adalah melepaskan manusia dari jeratan kehidupan materi dan mengantarkannya pada hakikat. Berpuasa pada bulan Ramadhan mengajak manusia terbang mengarungi keindahan spiritual dan merasakan kenikmatan abadi. Ini merupakan fakta yang tak dapat dipungkiri, karena sesungguhnya manusia memiliki tuntutan spiritual di samping tuntutan materinya. Melupakan tuntutan spiritual akan mengakibatkan kerugian besar bagi manusia. Salah satu cara untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah dengan menunaikan shalat dan berpuasa. Shalat dan puasa adalah tahap persiapan bagi manusia untuk menggapai tujuan-tujuan mulia.

Puasa merupakan latihan agar manusia siap menempuh jalannya menuju penyempurnaan spiritual. Dalam berpuasa, seseorang harus berjuang melawan hawa nafsu dan keinginan yang justru akan menjerumuskannya ke jurang kesesatan. Berpuasa pada bulan Ramadhan merupakan kesempatan bagi manusia untuk mendekatkan diri dengan Allah swt dan menyirami jiwanya dengan rahmat-Nya. Saat itulah, seorang hamba tidak akan bersedia menukar kenikmatan ini dengan kenikmatan dunia apapun. Seperti yang telah dikatakan Rasulullah bahwa jika manusia mengetahui hakikat Ramadhan maka ia akan berharap seluruh bulan dalam setahun adalah bulan Ramadhan.

Kini kami akan mengutip sebuah cerita menarik untuk Anda. Pengalaman seorang gadis bernama Efleen asal Inggris. Efleen banyak menghabiskan masa kecilnya di Aljazair karena ayahnya bekerja di sana. Keberadaannya di Aljazair merupakan titik awal perubahan besar pada diri Efleen. Ia menceritakan kisahnya sebagai berikut, “Aku tak bisa melupakan masa-masa itu. Saat aku bermain dengan teman sebayaku yang beragama muslim dengan penuh keceriaan. Aku dapat melihat keakraban dan ketulusan dari mata mereka tanpa ada rasa canggung karena aku adalah keturunan asing. Tak jarang pula mereka mengajakku ke rumah mereka. Aku ingat mereka juga sering mengajakku pergi ke masjid. Bagiku masjid memiliki nuansa spiritual yang sangat khas. Terkadang masjid memberikan keheningan penuh makna. Ketika aku masuk masjid, aku merasa memasuki tempat kesucian.

“Meski usiaku masih kanak-kanak, namun aku dapat merasakan spiritualitas dalam masjid dan aku pun terpesona olehnya. Aku bahkan ingin duduk dalam masjid dan menyaksikan gerakan orang-orang yang sedang menunaikan shalat. Ketertiban dan keselarasan mereka dalam shalat sangat menarik bagiku. Aku juga menikmati ketika mereka duduk membuat lingkaran dan membaca AlQuran secara bergantian. Setelah aku dewasa, aku menyadari bahwa antara aku dan Islam ada ikatan yang tak dapat kujelaskan. Cahaya Islam yang aku saksikan pada masa kecilku menuntunku menuju dunia baru yang penuh keindahan. Namun pesona Islam tidak menghalangiku untuk menelaah lebih dalam tentang Islam. Kini aku menyadari bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang dapat memberikan penjelasan soal filsafat alam penciptaan dan bahwa Islam adalah agama yang mengantarkan manusia pada perdamaian dan ketentraman.

Hikmah Ramadhan (1)



Rasulullah pernah bersabda, “Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan yang meresap dalam hati manusia, setelah beberapa pagi menyambut hati para mukminin, bulan Ramadhan dengan keagungannya berlalu dan membawa mereka hingga satu tahun kemudian.”

Menurut para psikolog, kegelisahan normal dan tidak berlebihan, selain tidak berdampak buruk bahkan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab, keseriusan, kreativitas, dan keseimbangan mental. Sebaliknya jika kegelisahan tersebut terlalu berlebih-lebihan, akan mengakibatkan kegagalan dan keputusasaan. Beberapa abad pada masa lalu disebut sebagai abad kegelisahan. Pada abad ke 21 ini pun perhatian kepada nilai-nilai agama tergeser dengan persaingan ekstrim dan fenomena kecanggihan hidup modern. Hal itulah yang membuat kegelisahan umat manusia dalam menjalani hidup kian mengakar. Transformasi cepat sosial, peningkatan tuntutan hidup, serta terkikisnya nilai-nilai etika dan ideologi, termasuk di antara faktor yang kian meningkatkan kekhawatiran umat manusia.

Berbagai tes dan riset yang telah dilakukan menunjukkan bahwa seorang mukmin akan menghadapi tekanan mental dan kegelisahan lebih sedikit dalam hidupnya. Orang-orang yang memegang teguh agama memiliki perspektif lebih gamblang terhadap dunia, kehidupan, dan kematian. Mereka juga memiliki mental lebih kuat dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup. Selain itu, ibadah shalat, puasa, haji, dan lain-lainnya, berpengaruh sangat besar dalam menstabilkan mental masyarakat.

Seorang dokter muslim bernama Abu Malik dalam bukunya berjudul Puasa dalam Islam dan Fenomena Psikologis menyatakan, puasa mempercepat proses pemulihan mental. Hasil penelitian yang dilakukan Abu Malik menunjukkan bahwa tidur lebih cepat selama 3 hingga 5 jam untuk beberapa hari saja dapat mengurangi tekanan mental sesorang. Menurutnya, perubahan jadwal tidur dan bangun pagi untuk orang-orang yang berpuasa sangat efektif dalam mengantisipasi serangan mental. Dewasa ini, salah satu metode pemulihan mental dunia adalah dengan mengubah jadwal tidur pasien.

Riset membuktikan bahwa pengurangan masa tidur dapat memulihakan 30 hingga 50 persen depresi yang diderita seseorang. Oleh karena itu, penekanan bagi orang-orang yang berpuasa untuk bangun sebelum subuh tak lain bertujuan mengurangi waktu tidur mereka. Aktivitas tersebut jika dilakukan selama sebulan penuh, akan sangat berpengaruh dalam menjaga kestabilan mental seseorang.

Seorang pemuda Belanda bernama Jan Franko Van Bulbis yang baru saja memeluk agama Islam dan mengubah namanya menjadi Muhammad Syahid mengatakan, apa yang paling membuat saya sangat tertarik adalah bahwa dalam Islam Allah selalu ada dimana pun dan Ia tidak pernah melakukan kesalahan seperti yang yang dilakukan makhluk-Nya. Penjelasan Kristen tentang ketuhanan membuat saya tertarik untuk menelaah agama-agama lain. Kristen menyerupakan Tuhan seperti manusia dan saya tidak dapat menerima hal ini. Ketika saya berkenalan dengan Al Quran, saya menemukan dunia yang penuh keagungan. Saya memahami bahwa meski Al Quran tidak diturunkan dalam format ilmiah, namun didalamnya mengandung kajian ilmiah yang sangat luas. Bahkan ilmu pengetahun modern saat ini pun baru mengungkap sebagian kecil rahasia yang terkandung dalam Al Quran.

Sebagai contoh, 50 tahun lalu, Dr. Huble berpendapat bahwa alam semesta semakin membesar dan meluas karena pada awalnya alam semesta berbentuk gumpalan yang semakin lama seluruh galaksi dan bintang didalamnya semakin menjauh. Padahal Al Quran sudah menjelaskannya 1.400 tahun yang lalu melalui seorang nabi. Muslim Belanda itu lebih lanjut menjelaskan, dalam Al Quran, Allah berfirman, “Dan telah kami turunkan besi yang memiliki kekuatan dan manfaat bagi umat manusia. Dewasa ini, para ahli berpendapat bahwa besi dan berbagai jenis batu yang tersimpan di perut bumi adalah asteroid-asterroid yang jatuh ke bumi.

Muhammad Syahid menilai keistimewaan AlQuran adalah pembentukan dan pembersihan jiwa dan psikologi umat manusia. Diwajibkannya puasa merupakan bukti nyata penyempurnaan jiwa manusia. Bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran, bulan yang meningkatkan kesabaran manusia. Kesabaran yang disebutkan dalam Al Quran merupakan kriteria paling utama Rasulullah dalam menghadapi gangguan dari kaum musyrikin. Kesabaran inilah yang membuat kekuatan dan iman seseorang semakin meningkat.

Salah satu keindahan bulan Ramadhan adalah berkembangnya kebaikan dan keindahan kepribadian orang-orang yang menunaikan puasa. Bulan Ramadhan seakan mengakhiri perseteruan antara manusia dan kehidupan yang penuh dengan kebohongan dan ketidakpedulian. Ramadhan memberikan warna persahabatan dan kedamaian pada hati manusia. Pada bulan Ramadhan, setiap amal dilakukan hanya demi keridhoan Allah swt.

Kita akhiri pertemuan kita kali ini dengan mengutip munajat Khajeh Abdullah Ansari berikut ini:

“Ilahi, wahai pencipta yang Esa dan Maha pengampun, wahai yang mengetahui segala rahasia dan mendengar segala ucapan, wahai yang mengetahui segala hakikat dan pengasih makhluk, terimalah permohonan ampunan kami karena Kau Maha Kaya dan kami fakir, jangan Kau hancurkan kami atas segala cela yang kami miliki karena Kau Maha Kuat sementara kami sangat hina.”

HIKMAH RAMADHAN

Hikmah Ramadhan (1)



Rasulullah pernah bersabda, “Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan yang meresap dalam hati manusia, setelah beberapa pagi menyambut hati para mukminin, bulan Ramadhan dengan keagungannya berlalu dan membawa mereka hingga satu tahun kemudian.”

Menurut para psikolog, kegelisahan normal dan tidak berlebihan, selain tidak berdampak buruk bahkan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab, keseriusan, kreativitas, dan keseimbangan mental. Sebaliknya jika kegelisahan tersebut terlalu berlebih-lebihan, akan mengakibatkan kegagalan dan keputusasaan. Beberapa abad pada masa lalu disebut sebagai abad kegelisahan. Pada abad ke 21 ini pun perhatian kepada nilai-nilai agama tergeser dengan persaingan ekstrim dan fenomena kecanggihan hidup modern. Hal itulah yang membuat kegelisahan umat manusia dalam menjalani hidup kian mengakar. Transformasi cepat sosial, peningkatan tuntutan hidup, serta terkikisnya nilai-nilai etika dan ideologi, termasuk di antara faktor yang kian meningkatkan kekhawatiran umat manusia.

Berbagai tes dan riset yang telah dilakukan menunjukkan bahwa seorang mukmin akan menghadapi tekanan mental dan kegelisahan lebih sedikit dalam hidupnya. Orang-orang yang memegang teguh agama memiliki perspektif lebih gamblang terhadap dunia, kehidupan, dan kematian. Mereka juga memiliki mental lebih kuat dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup. Selain itu, ibadah shalat, puasa, haji, dan lain-lainnya, berpengaruh sangat besar dalam menstabilkan mental masyarakat.

Seorang dokter muslim bernama Abu Malik dalam bukunya berjudul Puasa dalam Islam dan Fenomena Psikologis menyatakan, puasa mempercepat proses pemulihan mental. Hasil penelitian yang dilakukan Abu Malik menunjukkan bahwa tidur lebih cepat selama 3 hingga 5 jam untuk beberapa hari saja dapat mengurangi tekanan mental sesorang. Menurutnya, perubahan jadwal tidur dan bangun pagi untuk orang-orang yang berpuasa sangat efektif dalam mengantisipasi serangan mental. Dewasa ini, salah satu metode pemulihan mental dunia adalah dengan mengubah jadwal tidur pasien.

Riset membuktikan bahwa pengurangan masa tidur dapat memulihakan 30 hingga 50 persen depresi yang diderita seseorang. Oleh karena itu, penekanan bagi orang-orang yang berpuasa untuk bangun sebelum subuh tak lain bertujuan mengurangi waktu tidur mereka. Aktivitas tersebut jika dilakukan selama sebulan penuh, akan sangat berpengaruh dalam menjaga kestabilan mental seseorang.

Seorang pemuda Belanda bernama Jan Franko Van Bulbis yang baru saja memeluk agama Islam dan mengubah namanya menjadi Muhammad Syahid mengatakan, apa yang paling membuat saya sangat tertarik adalah bahwa dalam Islam Allah selalu ada dimana pun dan Ia tidak pernah melakukan kesalahan seperti yang yang dilakukan makhluk-Nya. Penjelasan Kristen tentang ketuhanan membuat saya tertarik untuk menelaah agama-agama lain. Kristen menyerupakan Tuhan seperti manusia dan saya tidak dapat menerima hal ini. Ketika saya berkenalan dengan Al Quran, saya menemukan dunia yang penuh keagungan. Saya memahami bahwa meski Al Quran tidak diturunkan dalam format ilmiah, namun didalamnya mengandung kajian ilmiah yang sangat luas. Bahkan ilmu pengetahun modern saat ini pun baru mengungkap sebagian kecil rahasia yang terkandung dalam Al Quran.

Sebagai contoh, 50 tahun lalu, Dr. Huble berpendapat bahwa alam semesta semakin membesar dan meluas karena pada awalnya alam semesta berbentuk gumpalan yang semakin lama seluruh galaksi dan bintang didalamnya semakin menjauh. Padahal Al Quran sudah menjelaskannya 1.400 tahun yang lalu melalui seorang nabi. Muslim Belanda itu lebih lanjut menjelaskan, dalam Al Quran, Allah berfirman, “Dan telah kami turunkan besi yang memiliki kekuatan dan manfaat bagi umat manusia. Dewasa ini, para ahli berpendapat bahwa besi dan berbagai jenis batu yang tersimpan di perut bumi adalah asteroid-asterroid yang jatuh ke bumi.

Muhammad Syahid menilai keistimewaan AlQuran adalah pembentukan dan pembersihan jiwa dan psikologi umat manusia. Diwajibkannya puasa merupakan bukti nyata penyempurnaan jiwa manusia. Bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran, bulan yang meningkatkan kesabaran manusia. Kesabaran yang disebutkan dalam Al Quran merupakan kriteria paling utama Rasulullah dalam menghadapi gangguan dari kaum musyrikin. Kesabaran inilah yang membuat kekuatan dan iman seseorang semakin meningkat.

Salah satu keindahan bulan Ramadhan adalah berkembangnya kebaikan dan keindahan kepribadian orang-orang yang menunaikan puasa. Bulan Ramadhan seakan mengakhiri perseteruan antara manusia dan kehidupan yang penuh dengan kebohongan dan ketidakpedulian. Ramadhan memberikan warna persahabatan dan kedamaian pada hati manusia. Pada bulan Ramadhan, setiap amal dilakukan hanya demi keridhoan Allah swt.

Kita akhiri pertemuan kita kali ini dengan mengutip munajat Khajeh Abdullah Ansari berikut ini:

“Ilahi, wahai pencipta yang Esa dan Maha pengampun, wahai yang mengetahui segala rahasia dan mendengar segala ucapan, wahai yang mengetahui segala hakikat dan pengasih makhluk, terimalah permohonan ampunan kami karena Kau Maha Kaya dan kami fakir, jangan Kau hancurkan kami atas segala cela yang kami miliki karena Kau Maha Kuat sementara kami sangat hina.”

Syekh Saduq meriwayatkan dengan sanad mu’tabar, dari Imam Ridla as dari bapa-bapa beliau, dari Imam Ali bin Abitalib as, berkata, “Suatu hari Rasul Allah saaw berkhutbah di hadapan kami. Beliau berkata, “Wahai umat manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian bulan Allah dengan berkah, rahmat dan maghfiroh. Bulan yang di sisi Allah merupakan bulan paling mulia. Hari-harinya, paling mulia, malam-malamnya paling mulia, dan saat-saatnya paling utama. Di bulan ini kalian diundang untuk menjadi tamu-tamu Allah, dan kalian diajak untuk menerima karunia Allah. Di bulan ini tarikan dan desahan nafas kalian adalah tasbih, tidur kalian ibadah, amal kalian diterima, dan doa kalian dikabulkan. Maka dari itu, mohonlah kepada Allah dengan niat yang jujur dan hati yang bersih, agar Allah memberikan taufiq kepada kalian untuk dapat melakukan puasa dan membaca Kitab-Nya. Sesungguhnya celakalah orang yang tidak memperoleh ampunan Allah di bulan yang mulia ini.

Dengan lapar dan dahaga kalian di bulan ini, ingatlah lapar dan dahaga hari kiamat. Bersedekahlah untuk kaum miskin kalian, dan muliakanlah orang-orang tua kalian dan kasihilah anak-anak kecil kalian. Bersilaturahmilah kalian dan jagalah lidah kalian, dan pejamkanlah mata kalian dari hal-hal yang tidak halal kalian memandangnya, dan hindarilah mendengar hal-hal yang tidak halal kalian mendengarnya. Berikanlah kasih sayang kepada anak-anak yatim orang lain, maka Allah akan melimpahkan kasih sayang-Nya kepada anak-anak yatim kalian. Bertaubatlah kepada-Nya dari dosa-dosa kalian, dan angkatlah tangan-tangan kalian kepada-Nya dengan doa di waktu-waktu salat kalian. Karena ia adalah sebaik-baik waktu, dimana Allah memandang kepada hamba-hamba-Nya di saaat itu dengan pandangan rahmat. Allah akan menjawab permohonan mereka yang memohon, dan memenuhi panggilan mereka yang memanggil.

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya diri kalian terikat oleh amal perbuatan kalian, maka bebaskan diri kalian dengan istighfar. Pundak-pundak kalian berat terbebani oleh dosa-dosa, maka ringankanlah ia dengan sujud yang lama. Ketahuilah bahwa Allah swt telah bersumpah dengan kemuliaan-Nya untuk tidak mengadzab orang yang salat dan yang sujud, dan tidak pula akan menakut-nakuti mereka dengan api neraka pada hari ketika semua orang berdiri di hadapan Tuhan seru sekalian alam.

Wahai umat manusia, barang siapa diantara kalian menolong seorang mukmin yang berpusa untuk berbuka di bulan ini maka Allah akan membebaskannya dari api neraka dan mengampuninya dari dosa-dosa masa lalunya……”

Sampai di sini, seseorang bertanya kepada Rasul Allah, “Wahai Rasul Allah saaw, tidak semua kami mampu untuk bersedekah seperti itu.”

Rasul Allah saaw menjawab, “Hindarilah api neraka, meskipun dengan separuh kurma. Hindarilah api neraka walau dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah swt akan memberikan pahala tersebut kepada orang yang bersedekah sekecil itu, jika tidak mampu bersedekah dengan yang lebih besar.

Wahai manusia, barang siapa diantara kalian yang baik akhlaknya di bulan ini maka ia akan mendapat kemudahan melewati shirat (jembatan di akherat) ketika banyak kaki yang tergelincir. Barang siapa di bulan ini memberikan keringanan kepada budak atau pembantunya, maka Allah akan meringankan perhitungan amalnya. Barang siapa menghentikan kejahatannya, maka Allah akan mencegah kemarahan-Nya terhadap orang itu di hari pertemuan. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, maka Allah akan memuliakannya di hari pertemuan. Barang siapa menjalin hubungan kekeluargaan di bulan ini, maka Allah akan menjalinnya dengan rahmat-Nya di hari pertemuan. Barang siapa memutus hubungan kekeluargaan di bulan ini, maka Allah akan memutusnya dari rahmat-Nya di hari pertemuan. Barang siapa melakukan salat sunnah di bulan ini, maka Allah akan menetapkan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa melaksanakan kewajiban di bulan ini, maka baginya pahala pelaksanaan 70 kewajiban di bulan-bulan selainnya. Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, maka Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya di hari ringannya timbangan amal baik. Barang siapa membaca satu Ayat Al-Quran di bulan ini, maka baginya pahala orang yang mengkhatamkan seluruh Al-Quran di bulan lain.

Wahai manusia, sesungguhnya pintu-pintu surga di bulan ini terbuka lebar, maka mohonlah kepada Allah untuk tidak menutupnya bagi kalian. Sedangkan pintu-pintu neraka tertutup rapat, maka mohonlah kepada Allah untuk tidak membukanya bagi kalian. Setan-setan pun terbelenggu, maka mintalah kepada Allah untuk tidak membiarkannya berkuasa atas kalian.”

Khutbah Rasul Tentang Fadhilah dan Keagungan Bulan Ramadlan

Syekh Saduq meriwayatkan dengan sanad mu’tabar, dari Imam Ridla as dari bapa-bapa beliau, dari Imam Ali bin Abitalib as, berkata, “Suatu hari Rasul Allah saaw berkhutbah di hadapan kami. Beliau berkata, “Wahai umat manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian bulan Allah dengan berkah, rahmat dan maghfiroh. Bulan yang di sisi Allah merupakan bulan paling mulia. Hari-harinya, paling mulia, malam-malamnya paling mulia, dan saat-saatnya paling utama. Di bulan ini kalian diundang untuk menjadi tamu-tamu Allah, dan kalian diajak untuk menerima karunia Allah. Di bulan ini tarikan dan desahan nafas kalian adalah tasbih, tidur kalian ibadah, amal kalian diterima, dan doa kalian dikabulkan. Maka dari itu, mohonlah kepada Allah dengan niat yang jujur dan hati yang bersih, agar Allah memberikan taufiq kepada kalian untuk dapat melakukan puasa dan membaca Kitab-Nya. Sesungguhnya celakalah orang yang tidak memperoleh ampunan Allah di bulan yang mulia ini.

Dengan lapar dan dahaga kalian di bulan ini, ingatlah lapar dan dahaga hari kiamat. Bersedekahlah untuk kaum miskin kalian, dan muliakanlah orang-orang tua kalian dan kasihilah anak-anak kecil kalian. Bersilaturahmilah kalian dan jagalah lidah kalian, dan pejamkanlah mata kalian dari hal-hal yang tidak halal kalian memandangnya, dan hindarilah mendengar hal-hal yang tidak halal kalian mendengarnya. Berikanlah kasih sayang kepada anak-anak yatim orang lain, maka Allah akan melimpahkan kasih sayang-Nya kepada anak-anak yatim kalian. Bertaubatlah kepada-Nya dari dosa-dosa kalian, dan angkatlah tangan-tangan kalian kepada-Nya dengan doa di waktu-waktu salat kalian. Karena ia adalah sebaik-baik waktu, dimana Allah memandang kepada hamba-hamba-Nya di saaat itu dengan pandangan rahmat. Allah akan menjawab permohonan mereka yang memohon, dan memenuhi panggilan mereka yang memanggil.

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya diri kalian terikat oleh amal perbuatan kalian, maka bebaskan diri kalian dengan istighfar. Pundak-pundak kalian berat terbebani oleh dosa-dosa, maka ringankanlah ia dengan sujud yang lama. Ketahuilah bahwa Allah swt telah bersumpah dengan kemuliaan-Nya untuk tidak mengadzab orang yang salat dan yang sujud, dan tidak pula akan menakut-nakuti mereka dengan api neraka pada hari ketika semua orang berdiri di hadapan Tuhan seru sekalian alam.

Wahai umat manusia, barang siapa diantara kalian menolong seorang mukmin yang berpusa untuk berbuka di bulan ini maka Allah akan membebaskannya dari api neraka dan mengampuninya dari dosa-dosa masa lalunya……”

Sampai di sini, seseorang bertanya kepada Rasul Allah, “Wahai Rasul Allah saaw, tidak semua kami mampu untuk bersedekah seperti itu.”

Rasul Allah saaw menjawab, “Hindarilah api neraka, meskipun dengan separuh kurma. Hindarilah api neraka walau dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah swt akan memberikan pahala tersebut kepada orang yang bersedekah sekecil itu, jika tidak mampu bersedekah dengan yang lebih besar.

Wahai manusia, barang siapa diantara kalian yang baik akhlaknya di bulan ini maka ia akan mendapat kemudahan melewati shirat (jembatan di akherat) ketika banyak kaki yang tergelincir. Barang siapa di bulan ini memberikan keringanan kepada budak atau pembantunya, maka Allah akan meringankan perhitungan amalnya. Barang siapa menghentikan kejahatannya, maka Allah akan mencegah kemarahan-Nya terhadap orang itu di hari pertemuan. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, maka Allah akan memuliakannya di hari pertemuan. Barang siapa menjalin hubungan kekeluargaan di bulan ini, maka Allah akan menjalinnya dengan rahmat-Nya di hari pertemuan. Barang siapa memutus hubungan kekeluargaan di bulan ini, maka Allah akan memutusnya dari rahmat-Nya di hari pertemuan. Barang siapa melakukan salat sunnah di bulan ini, maka Allah akan menetapkan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa melaksanakan kewajiban di bulan ini, maka baginya pahala pelaksanaan 70 kewajiban di bulan-bulan selainnya. Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, maka Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya di hari ringannya timbangan amal baik. Barang siapa membaca satu Ayat Al-Quran di bulan ini, maka baginya pahala orang yang mengkhatamkan seluruh Al-Quran di bulan lain.

Wahai manusia, sesungguhnya pintu-pintu surga di bulan ini terbuka lebar, maka mohonlah kepada Allah untuk tidak menutupnya bagi kalian. Sedangkan pintu-pintu neraka tertutup rapat, maka mohonlah kepada Allah untuk tidak membukanya bagi kalian. Setan-setan pun terbelenggu, maka mintalah kepada Allah untuk tidak membiarkannya berkuasa atas kalian.”

Kamis, 28 Juli 2011



Jumat, 08 Juli 2011

24 April 2011 Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ 24 April 2011 Slideshow ★ to Solo. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

24 April 2011 Slideshow

24 April 2011 Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ 24 April 2011 Slideshow ★ to Solo. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

24 April 2011 Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ 24 April 2011 Slideshow ★ to Solo. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

24 April 2011 Slideshow

24 April 2011 Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ 24 April 2011 Slideshow ★ to Solo. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

24 April 2011 Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ 24 April 2011 Slideshow ★ to Solo. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

24 April 2011 Slideshow

24 April 2011 Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ 24 April 2011 Slideshow ★ to Solo. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

Perjuanganku Untukmu Anaku Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ Perjuanganku Untukmu Anaku Slideshow ★ to Kotamadya Salatiga (near Salatiga). Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

Perjuanganku Untukmu Anaku Slideshow

Perjuanganku Untukmu Anaku Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ Perjuanganku Untukmu Anaku Slideshow ★ to Kotamadya Salatiga (near Salatiga). Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

Selasa, 05 Juli 2011


MADDINKU TERCINTA

MADDIN DI LIHAT DARI MASJID 'IBADURROHMAN
ALMAMATER MADDIN SALAFIYAH KARANGPAKEL

MADDIN DI LANTAI II

MADDINKU TERCINTA BUTUH KEPEDULIAN ANDA


MADDINKU TERCINTA

MADDIN DI LIHAT DARI MASJID 'IBADURROHMAN
ALMAMATER MADDIN SALAFIYAH KARANGPAKEL

MADDIN DI LANTAI II

Kepada Yth:
Bapak/ibu/Saudar
Hadirilah Pengajian dalam rangka Wisuda dan Akhirussanah Madrasah Dininyah Salafiyah Assyafi,iyyah Karangpakel,sumberagung,Klego Boyolali.
Acara akan diselenggarakan besok sabtu malam ahad 9 juli 2011.
bertempat di Halaman Gedung Madrasah Diniyah salafiyah assyafi'iyyah karangpakel
Acara: Prosesi Wisuda dan pengajian Umum
Atas kehadiran saudara/ri semua di hatrukan banyak terimakasih



WISUDA 6 MADDIN SALAFIYAH KARANGPAKEL

Kepada Yth:
Bapak/ibu/Saudar
Hadirilah Pengajian dalam rangka Wisuda dan Akhirussanah Madrasah Dininyah Salafiyah Assyafi,iyyah Karangpakel,sumberagung,Klego Boyolali.
Acara akan diselenggarakan besok sabtu malam ahad 9 juli 2011.
bertempat di Halaman Gedung Madrasah Diniyah salafiyah assyafi'iyyah karangpakel
Acara: Prosesi Wisuda dan pengajian Umum
Atas kehadiran saudara/ri semua di hatrukan banyak terimakasih



Sabtu, 25 Juni 2011

TRADISI TAHUNAN BERSIH DUSUN

Minggu, 19 Juni 2011

Pertemuan Rutin IAPT boyolali Utara

Pada hari ahad tanggal 19 juni 2011, telah dibuka pertemuan Alumni Pondok Tremas pacitan boyolali Utara periode ke 2 yang bertempat di rumah Bapak,Nursalim,S.Pd,I.
Adapun acara kegiatan Rutin tersebut yaitu, Pembacaan Alquran masing-masing anggota membaca 1 juz,Bahtsul Masail dan Arisan,dengan semangat baru drencanakan dalam periode ke 2 tahun ini IAPT bisa lebih maju dan dapat berjalan lancar.Pada periode ke 1 tahun lalu dilaksankan pada malam hari namun untuk tahun ini dilaksanakan pada siang hari,



IKATAN ALUMNI PONDOK TREMAS PACITAN (IAPT)

Pertemuan Rutin IAPT boyolali Utara

Pada hari ahad tanggal 19 juni 2011, telah dibuka pertemuan Alumni Pondok Tremas pacitan boyolali Utara periode ke 2 yang bertempat di rumah Bapak,Nursalim,S.Pd,I.
Adapun acara kegiatan Rutin tersebut yaitu, Pembacaan Alquran masing-masing anggota membaca 1 juz,Bahtsul Masail dan Arisan,dengan semangat baru drencanakan dalam periode ke 2 tahun ini IAPT bisa lebih maju dan dapat berjalan lancar.Pada periode ke 1 tahun lalu dilaksankan pada malam hari namun untuk tahun ini dilaksanakan pada siang hari,



Jumat, 03 Juni 2011

Kiai Said: Amalkan Pancasila dengan Semangat Islam

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan rasa syukurnya, hari ini, 1 Juni 2011 rakyat Indonesia masih dapat memperingati hari lahir Pancasila, meskipun belakangan ini banyak tantangan yang dihadapi Pancasila sebagai ideologi negara yang terbukti berhasil mempersatukan seluruh bangsa Indonesia yang memiliki keragaman luar biasa.

NU, sejak lama telah menjadi pendukung Pancasila dan akan terus berusaha mempertahankan empat pilar negara Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam. “Mari kita amalkan Pancasila dengan semangat Islam,” katanya, Rabu.

Ditegaskannya, para pendiri bangsa telah sepakat Indonesia bukan negara agama dan bukan pula negara sekuler, tetapi negara kebangsaan yang berketuhanan. Rakyat Indonesia mampu menyatukan antara keimanan, yang merupakan urusan pribadi, dengan kebangsaan yang menjadi komitmen bersama. Kemampuan meramu sintesa seperti ini menjadikan sebuah keunikan yang dikagumi oleh bangsa-bangsa lain.

“Bangsa Indonesia mampu menyatukan antara kerakyatan dan kebangsaan dengan keimanan dan keislaman,” terangnya.

Mengutip pernyataan Gus Dur, Kang Said menyatakan bahwa muslim Indonesia merupakan muslim yang taat beribadah tetapi sekaligus seorang yang sangat nasionalis.

“Orang NU taat beribadah, tidak berzina, tidak minum khamr (arak) benar-benar lillahi taala, hanya karena Allah, bukan karena negara Islam atau pada polisi. Kita bangsa yang religius, tetapi disaat yang sama sangat cinta tanah air,” paparnya.

Kiai Said menggambarkan pengamalan Pancasila dalam sebuah ayat Qur’an Innalladhina amanuu (sesungguhnya orang-orang yang beriman) sebagai silah pertama dan waamilushoolihaati (dan beramal sholeh), merupakan perwujudkan dari empat sila selanjutnya yang semuanya harus diamalkan atas prinsip keimanan dan ketuhanan yang maha esa.

OPINI ISLAM

Kiai Said: Amalkan Pancasila dengan Semangat Islam

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan rasa syukurnya, hari ini, 1 Juni 2011 rakyat Indonesia masih dapat memperingati hari lahir Pancasila, meskipun belakangan ini banyak tantangan yang dihadapi Pancasila sebagai ideologi negara yang terbukti berhasil mempersatukan seluruh bangsa Indonesia yang memiliki keragaman luar biasa.

NU, sejak lama telah menjadi pendukung Pancasila dan akan terus berusaha mempertahankan empat pilar negara Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam. “Mari kita amalkan Pancasila dengan semangat Islam,” katanya, Rabu.

Ditegaskannya, para pendiri bangsa telah sepakat Indonesia bukan negara agama dan bukan pula negara sekuler, tetapi negara kebangsaan yang berketuhanan. Rakyat Indonesia mampu menyatukan antara keimanan, yang merupakan urusan pribadi, dengan kebangsaan yang menjadi komitmen bersama. Kemampuan meramu sintesa seperti ini menjadikan sebuah keunikan yang dikagumi oleh bangsa-bangsa lain.

“Bangsa Indonesia mampu menyatukan antara kerakyatan dan kebangsaan dengan keimanan dan keislaman,” terangnya.

Mengutip pernyataan Gus Dur, Kang Said menyatakan bahwa muslim Indonesia merupakan muslim yang taat beribadah tetapi sekaligus seorang yang sangat nasionalis.

“Orang NU taat beribadah, tidak berzina, tidak minum khamr (arak) benar-benar lillahi taala, hanya karena Allah, bukan karena negara Islam atau pada polisi. Kita bangsa yang religius, tetapi disaat yang sama sangat cinta tanah air,” paparnya.

Kiai Said menggambarkan pengamalan Pancasila dalam sebuah ayat Qur’an Innalladhina amanuu (sesungguhnya orang-orang yang beriman) sebagai silah pertama dan waamilushoolihaati (dan beramal sholeh), merupakan perwujudkan dari empat sila selanjutnya yang semuanya harus diamalkan atas prinsip keimanan dan ketuhanan yang maha esa.

animasi-bergerak-bendera-indonesia-0010
">See all posts'); document.write('

?max-results=10">

'); document.write("?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts2\"><\/script>");
Diberdayakan oleh Blogger.
?">index'); document.write('

?max-results=10">Label 5

');
    ?max-results="+numposts2+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts2\"><\/script>");

Mengenai Saya

anak singkong yang tak berhenti bermimpi cinta damai dan selalu setia

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Translate

Popular Posts

MITRA

back to top