
Setelah suami dan anak pertamanya berangkat, ia mengantar anaknya yang
kecil ke sekolah taman kanak-kanak. Pulang dari sekolah TK, ia mampir ke
pasar untuk belanja. Sesampainya di rumah, setelah menolong anaknya
ganti baju, ia menjemur pakaian dan kemudian memasak untuk makan siang.

Selesai memasak, ia mencuci piring-piring bekas makan pagi dan
peralatan yang telah dipakai memasak. Begitu anaknya yang pertama
pulang, ia makan siang bersama kedua anaknya. Tiba-tiba ia teringat ini
hari terakhir membayar listrik dan telepon. Disuruhnya kedua anaknya
untuk tidur siang dan cepat-cepat ia pergi ke bank terdekat untuk
membayar tagihan tersebut.
Pulang dari bank ia menyetrika baju
sambil nonton televisi. Sore harinya ia menyiram tanaman di halaman,
kemudian memandikan anak-anak. Setelah itu membantu mereka belajar dan
mengerjakan PR. Jam sembilan malam ia sangat kelelahan dan tidur
terlelap. Tentu masih banyak pekerjaan-peker jaan kecil lainnya yang
belum dikerjakan.
Dua hari menjalani peran sebagai istri ia tak
tahan lagi. Sekali lagi ia berdoa, "Ya Tuhan, ampuni aku. Ternyata aku
salah. Aku tak kuat lagi menjalani peran sebagai istri. Tolong
kembalikan aku menjadi suami lagi." Tuhan menjawab: "Bisa saja. Tapi
kamu harus menunggu sembilan bulan, karena saat ini kamu sedang
hamil.".....
=====
Maaf ini hanya humor lho sahabat .. agar
kita memahami betapa menjadi wanita itu berat karena bekerja hampir 24
jam .. kita sebagai kaum adam haruslah menghargai istri kita .